Posts

Showing posts from December, 2025

Refleksi 2025

Image
Tahun baru datang dalam kurang dari dua jam lagi. Saatnya mencatat hal-hal penting yang terjadi di sepanjang 2025! 25 Tahun Pernikahan Ya, pernikahan perak! Saya teringat adik eyang yang merayakannya dengan megah. Saya pun sempat berpikir akan memperingatinya di Solo. Tanpa perayaan. Saya tak suka jadi pusat perhatian. Kumpul keluarga saja. Staycation di hotel tempat saya dan suami menikah dulu. Ternyata 25 tahun pernikahan bertepatan dengan jatuh temponya milestone besar anak-anak. Kami tak bisa ke Indonesia. Tak cukup luang waktu. Ada banyak yang harus dikerjakan. Namun saya berhasil "memaksakan" agenda kumpul berempat. Kami jalan-jalan ke Helsinki dan Talinn setelah "menjemput" si Ucok di Visby. "Memaksa", karena mengepaskan hari—H ulang tahun pernikahan pada saat berkumpul berempat dan tidak dalam perjalanan agak lebih mahal dari jadwal yang diagendakan suami sebelumnya. Yang jelas itu bisa jadi penghiburan karena impian berhaji pada tahun perak masih ...

Catatan Drakor 2025

Image
Tahun sudah akan berganti. Sudah tak ada drakor yang mungkin akan terkejar penyelesainnya lagi. Eh? Hehehe. Seperti 2024 lalu , saya mencatat drakor yang saya selesaikan setiap bulannya di tahun 2025. Kali ini ditambah catatan tanggalnya, meski sebenarnya kurang presisi karena ada beberapa yang diselesaikan tengah malam lewat sedikit dan ada satu yang lupa dicatat, saking hectic -nya musim panas kami.  Sebenarnya, selain drakor-drakor on going , masih ada Spirit Fingers yang saya tonton saat ini. Gara-gara klasemen Time Magazine yang memasukkannya ke 10 drakor terbaik 2025 tuh. Dari yang tercantum di sana, hanya 3 yang sudah saya tonton. Dan di antara yang belum saya tonton, hanya dua yang menarik saya: Spirit Fingers dan Way Back to Love yang saya selesaikan pagi tadi. Kalau saya tak mengejar menuntaskan Spirit Fingers , itu karena Butet ingin mengulang menontonnya bersama saya. Apalagi dia kena influenza saat libur Nataru ini yang membuatnya harus banyak istirahat, tak bisa k...

Delapan Belas Tahun

Delapan belas tahun adalah batas usia kedewasaan di Prancis. Ya, 18. Bukan 17 seperti di Indonesia. 18 tahun artinya sudah bisa ikut Pemilu. Kalau SIM mah di Prancis sudah dari umur 17, meski baru legal berkendara di luar Prancis sesudah usia 18. Di usia 18 tahun, orang tua tak lagi punya hak untuk mengatur anak. Anak bebas menentukan pilihannya sendiri. Bisa mendaftar sekolah sendiri, menyewa tempat tinggal sendiri, ... tak perlu lagi kehadiran orang tua. Secara legal. Pada prakteknya, itu cerita lain lagi. Kebanyakan penyewa rumah masih mewajibkan adanya penjamin. Dan siapa penjamin, kalau bukan orang tua, kan!? Itupun seringkali masih tetap orang tua yang membayar. Apalagi kalau anaknya masih mahasiswa dan belum bekerja! Di usia yang baru menginjak 18, Butet sudah hidup sendiri. Terpisah dari kami orang tuanya. Jauh dari keluarga. Urusan sewa kamar asrama, masih kami yang menangani. Langganan listrik pun masih atas nama kami. Bukan karena anaknya malas, tapi memang demikian ketentua...