Refleksi 2025
Tahun baru datang dalam kurang dari dua jam lagi. Saatnya mencatat hal-hal penting yang terjadi di sepanjang 2025!
25 Tahun Pernikahan
Ya, pernikahan perak!
Saya teringat adik eyang yang merayakannya dengan megah. Saya pun sempat berpikir akan memperingatinya di Solo. Tanpa perayaan. Saya tak suka jadi pusat perhatian. Kumpul keluarga saja. Staycation di hotel tempat saya dan suami menikah dulu.
Ternyata 25 tahun pernikahan bertepatan dengan jatuh temponya milestone besar anak-anak. Kami tak bisa ke Indonesia. Tak cukup luang waktu. Ada banyak yang harus dikerjakan.
Namun saya berhasil "memaksakan" agenda kumpul berempat. Kami jalan-jalan ke Helsinki dan Talinn setelah "menjemput" si Ucok di Visby. "Memaksa", karena mengepaskan hari—H ulang tahun pernikahan pada saat berkumpul berempat dan tidak dalam perjalanan agak lebih mahal dari jadwal yang diagendakan suami sebelumnya.
Yang jelas itu bisa jadi penghiburan karena impian berhaji pada tahun perak masih harus ditunda. Yakin, insya Allah tiba pada saat yang tepat. Semoga segera. Aamiin.
Ucok dan Butet
Tahun ini Ucok menyelesaikan Masternya. Sampai saat ini, dia ingin mengadu nasib di Swedia. Memang sejak sebelum lulus pun dia sudah mulai freelance di sebuah perusahaan pembuat game. Sambil mencari pekerjaan yang lebih stabil. Atau freelance lain, kenapa tidak?
Butet lulus lycée, berganti status dari siswa menjadi mahasiswa. Merantau jauh di ujung utara Prancis yang relatif muram dan dingin. Tapi dia senang. Bisa ikut klub ice skating dan bahkan menjadi ketua kelas.
Di mana pun itu, semoga Ucok dan Butet selalu dilindungi-Nya, diberi petunjuk ke jalan-Nya, dilimpahi berkah-Nya, dikuatkan imannya dan selalu diberi kemudahan dalam beribadah kepada-Nya. Aamiin.
Menulis
Seperti yang sudah saya niatkan di akhir 30hbc24, saya mencukupkan mengikuti 30hbc. Di 2025, saya hanya mengikuti 30hbc di hari-hari bertema saja. Itu juga yang saya niatkan untuk 30hbc26.
KLIP 2025 berubah formula: yang tadinya tantangan tahunan, menjadi tantangan yang dibagi menjadi 3 sesi. Saya masih mendaftar di setiap sesinya. Dan lulus, tentunya. Meski lulus minimalis, tanpa menyetorkan karya tulis yang tidak wajib. Dan bahkan di Sesi 3 saya sangat minimalis karena tidak setor sama sekali di bulan Desember, alias no badge untuk pertama kalinya sejak ikut KLIP di tahun 2021!
Untuk MGN, masih sukses tuntas mengikuti tantangan bulanan ... dan voting! Meski ada juga bulan di mana tak meraih badge sama sekali!
Sayangnya tahun ini kurang produktif di sisi menulis di luar blog dan medsos pribadi. Hanya 2 tulisan di Surat Dunia, tak ada sama sekali di Drakor Class. Dan niatan berpartisipasi di web MGN masih belum terlaksana.
Komunitas
Trimester ketiga 2025 saya resmi melepaskan diri dari kepengurusan KLIP. Saya pamit setelah menyelesaikan tugas menyusun video karya tulis Sesi 2 yang sampai saat ini ternyata malah belum ditayangkan. Heu.
Di MGN saya masih ditugasi mengoordinir penyusunan ebook. Dan 2025 ini kami berhasil rilis 2 ebook!
Masih belum ada yang bersedia mengelola Youtube MPP. Saya masih kurang-lebih bertanggung jawab sebagai operator Zoom tadarus dan kajian juga. Frekuensi kajian berkurang. MPP libur di Rabu pertama setiap bulannya.
Saat ini kami sedang merencanakan penyusunan ebook kedua. Saya bertugas menjadi editor. Dengan dua kali mundur jadwal pengumpulan naskah, semoga rencana rils di bulan Ramadan sekaligus peringatan 10 tahun MPP bisa terlaksana.
Tahun 2025 saya berkesempatan berpartisipasi dalam acara besar diaspora Indonesia: Festival Garuda di Lille. Senang sekali rasanya seperti sukses mencontreng satu bucket list.
Hikmah di Balik Musibah
Tahun 2025 saya rasakan banyak terjadi bencana di berbagai penjuru dunia. Mungkin karena ada banyak hak tidak menyenangkan yang terjadi di kehidupan pribadi saya juga.
Influenza
Saya terkena influenza di awal Desember dan membutuhkan 3 minggu untuk bisa mengatakan merasa lebih ringan. Paksu kena sesudah saya. Alhamdulillah tak terlalu berat. Kami sudah sehat saat Butet datang. Namun influenza memang sudah jadi epidemi saat-saat ini. Dia pun kena!
Saat saya menulis ini, demamnya sudah hilang. Tinggal batuk-batuk yang tersisa. Yang tentunya melelahkan. Semoga saja lekas hilang karena Minggu pagi dia sudah harus berangkat ke rantaunya lagi.
Di satu sisi, sedih juga tak bisa banyak menyenangkan si gadis yang baru masuk usia dewasa itu. Di sisi lain, saya lega dia sakit di sini, di dekat saya. Saya bisa bisa melihatnya langsung dan merawatnya semampu saya.
Obat Kolesterol
Sejak awal tahun saya mengonsumsi obat kolesterol. Saya memang memiliki hypercholesterol turunan. Dan saya tidak cocok dengan Statin yang membuat CPK saya melonjak.
Karenanya, konsumsi Finofibrate ini membawa rasa campur-aduk: dari kesedihan harus mengonsumsi obat, sekaligus kelegaan bahwa kasus saya masih bisa tertangani.
Tidak/Belum Bisa Dituliskan
Ada beberapa masalah yang lebih besar yang entah apakah akan bisa saya tuliskan di sini suatu saat nanti. Tapi jelas, seperti biasa, saya hanya akan menuliskannya saat bisa melewatkannya dengan baik
Harapan untuk 2026
Desember ini sangat berat untuk saya. Menghadapi masalah di saat tidak sehat, sungguh membuat frustrasi. Dan kesehatan tak bisa lekas datang saat mental tak tenang kan!? Jadi lingkaran setan!
Tentu, saya harus tetap bersyukur atas tahun yang terlewati. Musibah di akhir tahun tak boleh menutup kebahagiaan-kebahagiaan yang sudah saya terima sebelumnya. Saya sempat menolak tawaran kerja di akhir tahun lho! Kerja kantoran! Dengan banyak pertimbangan yang sulit saya tuliskan.
Banyak harapan tercurah untuk 2026. Kesehatan, yang utama: lebih banyak minum air, lebih banyak olah raga, ... Lalu terselesaikannya segala masalah. Dengan baik dan menyenangkan, tentunya.
Btw, uban yang ditemukan Butet tahun lalu tidak ada lagi lho!

Comments
Post a Comment