Posts

Showing posts from 2026

Polemik Novel AI

Kemarin, ada pembicaraan mengenai penggunaan AI di sebuah wag yang saya ikuti, yang tak perlu saya sebutkan karena toh sebagian besar pembaca blog saya ini—yang jumlahnya hanya hitungan jari — berasal dari komunitas tersebut! Hihihihi.  Tapi tentu saja saya tak mau membahas diskusi kami di sana. Privilese anggota wag lah yaaa.... Kemarin, saya ikut nimbrung menceritakan tentang skandal novel yang dinominasikan dalam berbagai penghargaan sastra Prancis tahun ini. Novel tersebut dilaporkan oleh seorang jurnalis (yang mula-mula anonim) dideteksi oleh Pangram dibuat dengan menggunakan AI. Level tinggi. Beberapa bagian bahkan sampai 100%! Tentu saja ini menimbulkan kehebohan besar! Bagaimana mungkin tim juri yang terdiri dari tokoh-tokoh sastra itu kecolongan? Apakah semua buku yang masuk nominasi juga dites muatan AI-nya? Apakah Pangram, yang memang sudah sempat menimbulkan polemik karena mendeteksi karya Victor Hugo sebagai karya AI, bisa dipercaya?  Efek rasisme kah? Kebetulan p...

Pesan yang Menghangatkan

Kemarin saya berjanji temu dengan sahabat Indonesia saya di Cannes. Senang sekali bisa bertemu kembali dengannya setelah ... ah, entah berapa lama. Hitungan bulan, jelas! Karena kami tak ada bertemu sepanjang musim panas sama sekali. Kami tak bisa bertemu karena dia bekerja. Dia pekerja kontrak di restoran hotel di Cannes. Seiring makin sibuknya hotel-hotel mewah itu di musim panas, makan panjang juga jam kerja sahabat saya itu. Tentu saja, dia tak bekerja 7 hari per minggu. Ada hari libur. Dia suka meminta libur saat akhir pekan. Atau hari Rabu di saat anaknya yang masih elementaire tidak ada sekolah.  Saya tak mau mengganggunya di hari liburnya. Biarkan dia berkumpul dengan keluarganya. Atau kalau ternyata liburnya tak pas dengan libur anak-anaknya, paling tidak dia bisa istirahat. Pada prakteknya, sering kali saat liburnya digunakan untuk mengurus ini-itu. Dari belanja hingga janji temu dengan dokter. Makin sulitlah kami bertemu. Beberapa kali kejadian dia libur dan sayanya yang...

Pertama ke Dokter Sendiri

Sabtu kemarin, untuk pertama kalinya Butet ke dokter sendirian. Dokter mata. Biasanya saya selalu menemaninya. Kali ini tak mungkin. Dari pengalaman sakit punggung akibat jatuh saat main ice skating, mencari dokter umum saja sulit sekali, di Valenciennes. Apalagi spesialis mata! Karenanya, meski sudah mencari sejak saya masih di Valenciennes, baru kemarin ini janji temunya. Sejak kembali dari Indonesia, Butet mengeluh matanya kering. Lalu dia mendapati ada bintil di kelopak bawah mata kanannya. Sebelumnya sudah pernah dapat juga dan hilang sendiri. Kali ini saya minta dia langsung membuat janji temu, mengingat susahnya mendapat slot dokter mata. Kalau kemudian ternyata bintilnya hilang ya syukur. Janji temu kan masih bisa dibatalkan. Mencari dokter makin sulit dengan kriteria harus di luar jam kuliah. Kebanyakan jam praktek dokter di yang ada di platform Doctolib sama dengan jam kerja. Jarang sekali yang buka Sabtu. Atau yah, sudah penuh dan harus menunggu minimal 2 bulan!  Dari pe...

Butet Ber-Ice Skating di Indonesia

Hari ini kursus bahasa Jepang saya mulai lagi. Saya pun menyiapkan perlengkapan. Cuma binder, kertas-kertas, dan alat tulis saja sih. Tapi yang penting adalah tasnya! Tas hijau antiair oleh-oleh suami dari suatu perjalanannya ke Kopenhagen itu sudah biasa saya gunakan untuk kursus. Sangat praktis karena bisa memuat binder A4 dengan nyamannya. Apalagi kalau sudah mulai musim hujan. Sistem resletingnya menjamin keamanan barang bawaan. Eh kok ya pas hari ini ekinoks musim gugur. Meski di Cannes masih bermatahari dengan suhu di atas 25°C sih. Selain untuk kursus, tas itu saya gunakan juga saat perjalanan jauh. Ukurannya yang cukup besar tapi tetap cantik, menjadikannya andalan saya bepergian. Termasuk untuk ke Indonesia kemarin. Kalau saja tas itu saya bawa ke Valenciennes, siang tadi saya tak perlu terlalu sibuk. Masalahnya, saya berganti tas di saat-saat terakhir karena bawaan Butet yang melebihi perkiraan. Akibatnya, tas hijau saya jadi wadah "pembuangan" barang yang tak terba...

Film-film yang Menemani Liburan Musim Panas 2026

Image
Ke tanah air adalah kesempatan menonton berbagai film dan serial di platform streaming yang tak masuk dalam katalog platform di Prancis. Meski di platform streaming yang sama, tidak semua wilayah memiliki katalog film dan serial yang sama kan!? Tergantung pada jangkauan hak tayangnya.  Karena terbatasnya waktu, saya memfokuskan diri ke film-film Indonesia. Kebetulan semua film yang saya pilih, hak tayangnya dipegang oleh Netflix. Mengingat kekurangstabilan koneksi internet dan mobilitas saya yang besar, saya mengunduh film-film itu sebelum menontonnya di tablet. Ada beberapa film yang sukses saya tonton selama di tanah air. Beberapa lagi saya simpan di tablet, lalu saya matikan koneksi internetnya untuk bisa menontonnya setelah meninggalkan Indonesia.  Sore: Istri dari Masa Depan Film ini sangat viral di masa rilis bioskopnya. Sebegitu viralnya sampai membuat saya penasaran akut. Saat masuk Netflix, saya gemas sekali karena tak masuk ke Netflix Prancis. Untuk itulah, begitu s...

Senyapkan Notifikasi demi Kewarasan

Image
Saat tema  Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan September 2026 diumumkan tanggal 5 lalu, saya mengerutkan kening. Keputusan Kecil/Sepele yang Mengubah Hidup ? Apa ya? Rasanya perubahan dalam hidup saya terjadi karena keputusan-keputusan besar, deh. Lalu dipikir-pikir lagi, semua keputusan yang kita ambil bukannya mengubah hidup ya!? Soal kita makan atau tidak makan dan apa yang kita makan pun berefek ke dalam tubuh dan hidup kita. Kita bangkit dari duduk atau memilih tetap baringan pun ada pengaruhnya. Meski memang mungkin tak langsung terasa tepat sesudah aksi kita. Seperti efek kupu-kupu lah ya. Semoga nggak sampai mendatangkan badai saja! Namun kedua pemikiran itu tak menyelesaikan masalah saya: apa yang akan saya tulis untuk tantangan? Heu .... Seusai menulis soal penyelundupan kemarin, barulah saya mendapat ide. Agak jauh sih, kalau dilihat permukaannya saja. Tapi nyambung dengan kondisi di mana saya tidak bisa berbohong. Jadi begini.... Pernah nggak, menerima pesan ...

Silver Ticket War

Image
Selain memikirkan Kajian Rabu Pagi Majelis Pengajian Prancis dan penyuntingan ebook kedua 2026 Mamah Gajah Ngeblog, ada satu lagi yang jadi pikiran saat kepulangan saya ke Cannes ditunda sehari : saya sudah menyanggupi permintaan Butet untuk ticket war ! Ceritanya Butet mendapatkan informasi mengenai penjualan spesial tiket konser Olivia Rodriguez di Paris untuk April 2027 nanti. Dia yang ngefans banget sama penyanyi satu itu, tentu saja tak mau melewatkan penawaran silver star tickets yang hanya 2x25€ itu. Ya, dijual per dua tiket. Dia sudah bersepakat nonton bareng teman kuliahnya dan menyusun rencana ke Parisnya.  Sebelumnya, Butet sudah menyerah, tak ikut war saat penjualan tiket The Unraveled Tour utamanya yang dijadwalkan di hari Minggu. Takut harus melewatkan kuliah Senin sesudah menonton konser yang diselenggarakan malam begitu.  Tanggal pembukaan penjualan silver star ticket itu tidak langsung diberitahukan. Tapi biasanya di jam kerja. Dan benar saja: hari Rabu, jam ...

Ma Rentrée 2026

Sudah Senin lagi. Tadinya saya pikir akan keluar hari ini. Sekalian menandai "tahun ajaran baru" saya. Tapi ternyata saya masih merasa lemas.  Belum sehat?  Kecapean?  Gitu doang.  Manja, ah! Bukaaan. Itu bukan komentar orang. Itu kata hati saya sendiri. Perasaan jadi orang kok lemes amat ya!? Tapi dipikir-pikir, dua bulan ini memang padat sekali. Sejak Juli saja ada 4 perjalanan. Belum lagi Festival Film sepanjang Mei. Lalu Canneseries di bulan April. Dan di antaranya. Dan sebelumnya, dan sebelumnya, ... Sibuk sekali rasanya setahun ini. Tak usah sampai jauh lah ya. Kita coba telusuri sepanjang dua bulan belakangan ini saja. 18 Juli sore hingga 22 Juli pagi, saya ke Budapest. Sebelumnya ada persiapan Butet yang melakukan perjalanan Discover EU. Pendampingannya juga, yang kebetulan ada perbedaan waktu 2 jam, Prancis lebih cepat. Lebih untuk menenangkan hati mamak-mamak yang baru pertama melepas anak gadisnya ke luar negeri benar benar sendirian ini sih. Sesudah itu p...

Penyelundupan Tak Disengaja

Sejak pulang dari Valenciennes, saya belum keluar rumah lagi. Sama sekali! Segala belanja masih dikerjakan suami. Memang standarnya dia yang belanja mingguan juga sih. Tapi biasanya saya yang belanja daging-dagingan karena dia males mikir berapa banyak yang mau dibeli di boucherie halal. Kalau di swalayan kan sudah dikemas tuh! Saya merasa masih capek saja. Sedikit mengerjakan pekerjaan rumah, saya perlu baringan. Mungkin karena perbedaan cuaca. Valenciennes adem. Suhu maksimal masih di kisaran 22-24. Di Cannes? Itu suhu minimal! Sepertinya saya belum fit juga sejak sakit sepulang dari Indonesia. Demam dan batuk sih sudah hilang. Tapi mendengar kabar bahwa di Indonesia ada wabah flu—dan dalam pesawat ada penumpang yang batuk-batuk saja—saya rasa saya harus bersabar beberapa hari lagi. "Biasa"-nya saya baru bisa pulih dari flu sesudah 2 minggu. Masih untung saya tak terkena demam tinggi hingga pegal-linu yang berkepanjangan! Siang tadi, sesudah makan, saya selonjoran saja di ...

Perjalanan Valenciennes—Cannes September 2026

Image
Akhirnya saya kembali ke rumah lagi menjelang pukul 20, Rabu kemarin. Setelah 10 menit perjalanan tram T2 dari asrama Butet ke stasiun kereta api Valenciennes, 2 jam perjalanan TGV Inoui Valenciennes—Paris, 2 jam "transit" di Paris yang termasuk perpindahan stasiun dari Gare du Nord ke Gare de Lyon menggunakan RER D, 5 jam TGV Inoui dari Paris ke Cannes, dan 10 menit Palmbus 1 dari stasiun kereta api Cannes ke rumah. Ditambah hampir 24 jam. Lho, kok bisa? Tadinya, saya dijadwalkan pulang ke Cannes 8 September. Selasa pagi itu, saya bangun Subuh, melipat mukena travel saya dengan rapi, dan memasukkannya ke dalam tas tenteng. Saya melepas kabel charging smartwatch. Kemudian saya memindahkan kabel charging smartphone untuk men-charge tablet. Butet belum bangun. Matahari memang belum terbit. Saya berniat kembali berbaring, memanfaatkan waktu sebelum meninggalkan si Bungsu di rantau sendirian. Entah kenapa saya tertarik membuka ponsel. Dan saya menerima SMS bahwa kereta api saya d...

Museum Indonesia 2026

Tentu saja kami tak hanya ke mal selama di Indonesia! Hehehe. Kami sempat mengunjungi museum-museum yang memang sudah kami rencanakan sebelumnya di tiap kota yang kami singgahi. Kecuali Bandung. Museum Nasional Saat ke Indonesia 2024 lalu, kami sudah ingin mengunjungi museum ini. Sayangnya, waktu itu Museum Nasional sedang ditutup untuk renovasi setelah terjadinya musibah kebakaran. Karenanya, Museum Nasional jadi satu target kunjungan kami saat di Jakarta. Untuk ke museum ini kami menggunakan bus Trans Jakarta. Terima kasih untuk kakak petugas di halte Bendungan Hilir yang telah sabar menjelaskan moda pembayaran, juga "Mas Pisang" yang memecah uang kami sehingga kami bisa membeli kartu Jaklingo tanpa menggunakan Qris ataupun e-money. Saat kami ke sana 8 Agustus itu, Museum Nasional ramai sekali. Maklum, Sabtu ya. Kami agak susah menjelajahi, apalagi dengan pengunjung yang berfoto di sana-sini. Entah karena perasaan kekurangnyamanan berkunjung itu tadi, masih adanya pekerjaan...

Mal Indonesia 2026

Sebenarnya mencatat mal ini sudah ingin saya lakukan saat pulang kampung 2024. Saat itu, rasanya jalan-jalan kami kok dari mal ke mal saja. Heu .... Pikiran itu kembali datang tahun ini. Mumpung masih segar dalam ingatan dan dalam rangka mengejar kuota setoran KLIP untuk mendapatkan badge Agustus , mari kita telusuri bersama! Jakarta Tak ada hari tanpa ke mal, saat kami berada di Jakarta. Baik saat singgah di awal kedatangan, maupun saat bertamasya bersama keluarga Bandung. Lotte Mall Yang ini agak cheating. Hotel kami berlokasi menempel dengannya! Meski begitu, mal ini bukan pusat perbelanjaan pertama yang kami kunjungi. Grand Indonesia Yang pertama kami kunjungi adalah Grand Indonesia. Salah satu agenda penting Butet di Jakarta adalah potong rambut! Dia merasa salon di Prancis tak bisa membuat poni yang bagus. Bahkan kalah bagus sama potongan saya, katanya! Hahaha. Karenanya, dia memanfaatkan kesempatan untuk memotong poni di Indonesia. Butet juga ingin mewarnai rambutnya. Salon di P...

Agenda yang Terlaksana

Banyak agenda tak terlaksana pada periode mudik kemarin. Agenda, berarti yang dianggap penting untuk dilaksanakan. Itu di luar bertemu dengan teman dan keluarga sangat besar. Bukan berarti mereka tak penting ya. Apa daya waktu yang memang tak memungkinkan saja. Entah berapa "maaf" yang saya sampaikan selama dua minggu ini karenanya. Maaf tak bisa bertemu, juga maaf tak mengabari. Mengabari, untuk beberapa orang membawa tuntutan untuk bertemu.  Saya memilih mengabari mereka yang lain. Mereka yang menanyakan apakah sempat dan meminta saling mengontak jika kebetulan sama-sama berada di suatu tempat. Mereka ini terbukti bisa memahami saat akhirnya kami belum berjodoh untuk bersua. Ah, sudah lah. Sekarang mikirin yang positif saja. Mari kita mencatat hal-hal yang bisa saya capai selama liburan saja! Singgah di Jakarta  Dua tahun yang lalu, kami singgah di Jakarta sebelum bertemu dengan keluarga. Dan kami merasakan manfaatnya: kami sempat sedikit-banyak menghilangkan jetlag, plus s...