Budapest Juli 2026

Agustus datang. KLIP semester 2 dimulai. Seperti yang sudah sempat saya singgung di pengantar karya tulis, sudah ada 2 perjalanan ke luar kota yang terealisasi. Kali ini, saya ingin mencatat yang pertama dulu.

Discover EU

Perjalanan ke Budapest ini berlatar belakang cukup unik. 

Ceritanya, Butet mengikuti kompetisi Discover EU. Seperti namanya, kompetisi ini diadakan oleh komite Uni Eropa, khusus untuk pemuda-pemudi usia 18 tahun yang tinggal di negara-negara yang berpartisipasi dalam Erasmus+. Lengkapnya, silakan baca sendiri di website European Youth Portal ya!

Singkatnya, Butet menjadi salah satu pemenang kompetisi dan memeroleh hadiah berupa travel pass, yang dalam kasus Butet adalah Pass Eurorail dan tiket pp dari Eropa daratan ke Islandia yang tak bisa diakses dengan kereta api.

Mulanya, kami mengizinkan Butet mengikuti kompetisi ini karena dia mendaftar bersama seorang teman kuliahnya. Ternyata menjelang pengumuman, temannya itu menyatakan mundur. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Butet memutuskan untuk tetap berangkat meskipun sendiri.

Jalur yang dipilih Butet adalah Reykjavik, Budapest, Praha, lalu Wina. Untuk pulangnya, Butet singgah di Munich dan Milan. Dan ya: untuk nyamperin Butet itulah saya dan Paksu ke Budapest!

Hari 1: Sabtu 18 Juli

Saat Butet meninggalkan Reykjavik, saya dan Paksu berangkat dari Nice menggunakan pesawat Wizzair yang belum pernah kami coba. Ternyata nyaman saja, meski terlambat beberapa menit dan membuat Butet yang sudah sampai terlebih dahulu harus menunggu lebih lama. 

Dari bandara Linz, kami menuju pusat kota dengan menggunakan bus 100. Hotel bisa dicapai dengan berjalan kaki 600an meter saja dari halte yang terletak di dekat Museum Nasional. 

Saya yang ke Budapest dengan niat sekedar bertemu Butet dan menemaninya menggambar, tidak menyiapkan itinerary atau program apapun. Dan ternyata Butet pun begitu!

Saya mengusulkan jalan menuju pinggir sungai Danube saja sambil cari makan malam. Namun ternyata Butet menemukan ide lain: mengunjungi bioskop tertua di Hungaria yang kebetulan terletak dekat dengan hotel dan menonton The Odyssey!

Memang, itu boleh dibilang kesempatan langka untuk Butet bisa menyaksikan The Odyssey di bioskop sebelum masa tayangnya habis. Tak lama sekembalinya dari keliling Eropa, sudah ada perjalanan lain yang menanti. Tapi itu cerita lain lagi!

Dan kami tak menyesal! Bioskop yang tadinya adalah gedung teater itu indah sekali. Tentu saja, film yang kami tonton tidak dalam versi Imax. Apalagi 70mm! Tetap saja rasanya spesial bisa menonton di bisoskop bersejarah itu.

Hari 2: Minggu 19 Juli

Saya lihat Museum Nasional buka Minggu tapi tutup Senin. Kami pun menyempatkan ke museum yang menelusuri sejarah Hungaria itu. Museum ini cukup melelahkan dengan banyaknya tulisan yang kecil-kecil. Kami membaca seperlunya. Butet menyempatkan membuat beberapa sketsa.

Keluar museum, Butet menggambar fasade-nya. Saya dan Paksu menemaninya di bangku yang tersedia di tamannya. Beruntung masih ada beberapa bangku di keteduhan. Hari itu Budapest panas juga!

Untuk makan siang, kami ke rumah makan Indonesia yang tak jauh dari museum. Butet memesan mi ayam, paksu memesan soto Betawi, dan saya bakso jumbo. Hujan deras turun selagi kami makan. Menambah nikmat menyantap hidangan yang memang lezat!

Sesudah makan siang dan hujan mereda, kami memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat. Kami keluar lagi mengejar jam buka pertokoan untuk membeli pakaian untuk Butet. Terburu waktu, kami tak sempat banyak melihat-lihat. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan ke benteng.

Perjalanan ke benteng melalui tangga menanjak yang panjang. Untuk saya yang memiliki masalah lutut, naik tak masalah. Apalagi diiringi pemandangan matahari terbenam dan lalu melihat pemandangan Budapest luas terbentang. 

Masalah terjadi saat turun. Saya harus berjalan dengan sangat pelan. Tak ada penerangan, pula! Kami harus mengandalkan senter dari ponsel.

Tak usah ditanya bagaimana nyenyaknya kami tidur malam itu!

Hari 3: Senin 20 Juli

Paksu yang saya pikir cuti ternyata harus meeting Senin pagi. Saya dan Butet memanfaatkannya untuk shopping. Sebelumnya, lewat dulu ke pasar. Niatnya sih untuk cari sarapan.

Ternyata pasar lebih terlihat seperti pusat belanja untuk turis dan tak banyak stand makanan seperti yang diharapkan. Ada berbagai toko suvenir dan produk lokal Hungaria yang tak menarik untuk kami. Hari gini, paprika Hungaria sudah bisa didapat di mana-mana kan!? Dan kami lebih memilih cabe juga! Hehehe.

Ternyata Paksu menyusul saat kami masih di pasar. Kami pun sepakat menuju pusat kota mencari roti cerobong. Dari sana Paksu kembali lagi ke hotel karena masih ada meeting lain sementara saya dan Butet shopping.

Ah, shopping! Hanya beli dua kaus sih! Hahaha.

Paksu belum ada tanda-tanda selesai, kami ke pinggir sungai dan Butet menggambar pemandangan istana di seberangnya yang kemudian kami kunjungi. 

Kami ke istana sesudah makan siang. Sudah cukup lambat, kami tahu. Museum-museumnya sudah hampir tutup. Tapi belum cukup sore untuk menyaksikan matahari terbenam. Toh, sudah sempat menyaksikannya Minggu malam dari benteng juga sih ya!?

Kami tak mau pulang lambat. Senin pagi-pagi sekali saya dan Paksu sudah harus kembali ke Cannes. Dan malam itu kami harus mencuci pakaian Butet karena dia hanya membawa persediaan untuk seminggu, untuk tidak terlalu memberatkan beban bawaannya, tentu saja!

Sambil menunggu cucian di tempat cuci umum yang cukup spesial tapi hasilnya bagus, kami mencoba ke food court yang tak jauh dari sana. Kami sempatkan mampir ke stasiun metro, membeli satu tiket untuk Butet gunakan ke stasiun kereta api. Agar tak perlu dikit-dikit instal aplikasi lah!

Malam itu kami kembali tidur nyenyak. Meski tak menanjak, perjalanan ke dan dari istana panjang juga. Belum lagi saat berjalan-jalan di kompleksnya!

Bercabang Jalan

Selasa pagi, saya dan Paksu ke bandara untuk ke Nice dan kemudian lanjut ke Cannes. Kami tinggalkan Butet di hotel sendirian. Keretanya yang agak lebih siang membawanya ke Austria. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan selama 11 hari, sampai kami berjumpa lagi di Cannes.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi