Posts

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Image
Tidak hanya sekali, saat bertemu teman yang lama tak berkontak, atau sebaliknya kenalan baru, yang mengetahui bahwa kami sudah lama tinggal di rantau dan berkomentar, "Wah, betah ya di sana? Gajinya besar, sih!" Atau di sisi lain, saat bertemu dengan sesama penduduk Prancis, ada saja yang berkomentar, "Memang enak di sini, ada banyak tunjangan!" Kedua komentar tidak salah. Tapi tak sepenuhnya benar. Penting dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai imigran biasa, bukan pelajar, PMI, atau ekspatriat yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan/instansi.  Gaji Besar, Biaya Hidup juga Besar! Orang suka lupa. Suka keblinger dengan nominal angka. Gaji di Eropa, jelas lebih besar ketimbang di Indonesia. Tapi ingat: biaya hidupnya juga setara, yaaa! Saya ingat saat pertama kali datang ke Prancis 25 tahun yang lalu. Gaji masih UMR. UMR Prancis, tentunya ya. Saya lupa saat itu berapa. Saat ini sih UMR kotor 1.801,80 euros. Silakan dirupiahkan sendiri....

3 Serial Pendek dan René Magritte

Image
Hari Sabtu, kami libur. Di rumah saja. Tak memanfaatkan hari ketiga Canneseries. Bukan (hanya) karena lelah. Memang tak ada seri yang menarik saja. Kami mulai lagi hari Minggu . Butet sudah memesan tiket untuk sesi Short Form Competition, Program 1, di hari keempat. Screening serial dengan episode pendek yang masuk dalam kompetisi dibagi menjadi dua sesi. Butet juga sudah memegang tiket untuk Program 2 yang dijadwalkan Senin siang. Minggu pagi kami lihat masih ada tiket tersedia untuk Program 1. Mumpung bukan hari kerja, kami ajaklah papanya. Ternyata berminat. Jadilah kami pergi bertiga. Minggu 25 April 2026 bertepatan diadakannya Triathlon di Cannes. Ada sedikit perubahan jalur bus. Kami sempat khawatir akan ada keterlambatan. Ternyata lancar. Lega. Karena di hari Minggu, busnya lebih jarang.  Saat kami berangkat, ada gerimis kecil yang masih berlanjut selama mengantri menunggu dibukanya akses ke gedung. Gerimis lembut. Deg-degan juga kalau sampai membesar. Alhamdulillah tidak. P...

Oligark vs Makelar dan 3 Drakor

Image
Untuk hari kedua Canneseries, lagi-lagi Butet mengambil sesi pertama: premier 2 episode The Oligarch and the Art Dealer , dokumenter kasus oligark Rusia, Dmitri Rybolovlev, yang menggugat makelar benda seni asal Swiss, Yves Bouvier. Kami mulai memasuki antrian pukul 9.15. Konsekuensi dari mengambil bus yang sama. Kali ini, profil pengantri terlihat berbeda. Jelas saja, di hari pertama serial anak, kali ini dokumenter. Group yang hadir pun bukan anak-anak lagi melainkan para remaja. Entah apakah siswi SMA atau mahasiswi. Tetiba terpikir, kok saya tak melihat laki-laki dalam grup. Pada saat mengantri, ada seorang ibu yang datang ke saya. Bertanya ini-itu tentang Canneserie. Rupanya dia turis domestik dari Toulouse. Sayangnya dia sudah harus kembali dengan kereta api pukul 13. Penayangan serial pagi itu, karena 2 episode yang masing-masing 1 jam, baru dijadwalkan berakhir pukul 12. Di dalam ruang, kami diarahkan untuk mengambil baris terdepan, setengah dari baris kedua, atau baris mulai p...

Totally Spies dan Jisoo

Image
Festival serial tahunan Canneseries 2026 berlangsung dari tanggal 23—28 April. Selama 8 tahun penyelenggaraannya, saya belum pernah tertarik mengikutinya. Baru tahun ke-9 ini saya berminat. Itupun karena Butet. Butet yang mudik sejak awal April mencari kegiatan untuk mengisi waktunya. Dia sudah mencari pekerjaan musiman. Sayangnya lowongan yang tersedia hanya untuk Juli—Agustus. Dia sudah mendaftar dan lulus seleksi akreditasi untuk 3 Jours à Cannes pada periode Festival Internasional Film nanti. Saya sudah mengajaknya untuk menonton film-film di kompetisi paralel. Karena akreditasi 3 Jours à Cannes ya cuma berlaku selama 3 hari yang dipilihnya. Sebagai rakyat jelata, kami harus puas dengan tontonan tanpa akreditasi. Tapi itu juga masih pertengahan Mei. Karenanya, Butet mengulik Canneseries yang selama ini tak kami lirik.  Canneseries lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. Berbagai premier serial bisa ditonton dengan tiket gratis yang bisa dipesan di website Canneseries. Cukup m...

Cerita Random

Waktu diumumkan tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan April 2026, saya kaget. Lho, kok Cerita Random ? Saya pikir Cerita Absurd ! Tahun ini tema Tantangan Bulanan tidak lagi dikocok dari usulan tema di awal tahun. Penentuan tema jadi priviledge mamah yang sudah secara sukarela mengajukan diri menjadi mamah host tantangan  tiap bulannya . Saat sempat dibahas di akhir bulan Maret, saya menangkap "absurd", bukan "random"! Jelas, saya belum menulis lah yaaa. Tapi terus terang, saya sudah ada ide. Saya mau menulis tentang anak-anak saya yang berdarah 100% Indonesia tapi tak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Terutama si Butet. Bisa ditangkap kan, bagaimana bahasan itu jadi terasa terlalu serius untuk tema random? Meski sudah jelas temanya random, saya sempat mencoba menulis dua alinea. Tapi lalu saya tinggalkan. Apalagi saat kemudian menyadari sudah pernah menulis hal yang sama . Saya pun ganti beralih menulis sesuatu yang benar-benar random: yang terli...

Serial Indonesia Made with Love

Image
Belakangan, saya melihat makin banyak serial Indonesia yang masuk ke Netflix France. Serial panjang 50an episode, tipe soap opera . Sinetron lah ya. Melihat judulnya saja, saya tidak minat menontonnya. Apalagi sepanjang itu. 15 April yang lalu, saya menemukan serial yang baru rilis Made with Love , yang dalam versi asli Indonesianya berjudul Luka, Masak, Cinta . Mini seri. Hanya 8 episode. Per episode 30 menitan saja. Luka(,) sang Chef Menceritakan tentang Luka Amanda (diperankan oleh Mawar de Jongh), yang belerja menjadi sous chef di restoran Umah Rasa milik Sari Saraswati (Sha Ine Febriyanti), ibunya. Luka suka memasak dan memang jago. Dia selalu memasak dengan presisi. Dia berharap suatu hari nanti menjadi head chef , menggantikan posisi ibunya. Namun ternyata Sari memilih merekrut Dennis Surya (Deva Mahenra), seorang chef yang berpengalaman bekerja di berbagai rumah makan di segala penjuru dunia, untuk menggantikannya selama dia harus absen berobat. Sari menganggap bahwa Dennis ya...

Catatan dari Partisipasi dalam Obral KBK Februari 2026

Image
Dalam berbagai kesempatan, saya lebih memilih berada di balik layar. Saya suka berada dalam tim yang menyiapkan acara, memastikan semua berjalan lancar, tanpa tampil secara fisik. Karenanya, saya sendiri heran, kok bisa-bisanya menerima permintaan mengisi Live Klub Buku Kelas Literasi Ibu Profesional (Klub Buku KLIP, KBK) di Instagram, yang 2026 ini berjudul Obral, Obrolan Literasi? Karena bujukan Mbak Isti? Karena koordinasi yang sigap dari Mbak Amie? Karena usaha mereka untuk mengakomodir segala keterbatasan saya? Karena kangen saya ngobrol seru bersama mereka berdua selayaknya saat saya masih aktif di Tim KBK? Saya tidak menyesal kok. Senang. Karena saya belajar banyak hal! Perdana Live Instagram Sekian waktu bertualang di berbagai media daring, baru kemarin itu saya live Instagram. Jadi penonton sih sering. Tapi jadi penampil, ya pertama kalinya. Karenanya saya wanti-wanti sama Mbak Isti buat membimbing, memberi tahu kalau ada yang kurang pas atau apapun itu. Saya sudah bersiap sej...

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Image
Akhirnya Rabu sore ini saya memilih absen ke kursus bahasa Jepang lagi. Saya absen tadarus dan menyimak kajian Rabu pagi sambil baringan. Makan siang pun kembali memanfaatkan layanan pesan antar. Rasanya terlalu maksa kalau saya malah tetap pergi kursus.  Meski sudah jauh lebih enak, nafas saya masih berat. Badan masih lekas lelah. Narasi kyō, musume ga ie ni kaerimashita  dari Rabu lalu yang sudah saya siapkan adaptasinya dengan mengganti kyō menjadi senshū no suiyōbi  pun batal saya presentasikan.  Cukup berat untuk absen lagi. Mengingat bahwa Rabu ini merupakan kursus terakhir sebelum masuk periode libur musim semi selama dua minggu ke depan. Total, saya tidak kursus 4 minggu berturut-turut sebelum masuk lagi 29 April nanti. Insya Allah. Semoga sehat, aamiin. Sambil memasak ayam oven untuk makan malam, saya membuka-buka bahan pelajaran sebelumnya. Bukan, bukan untuk belajar. Saya ingin menyusun kertas-kertas fotokopian dan catatan yang masih lepas ke dalam binde...