Posts

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Image
Akhirnya Rabu sore ini saya memilih absen ke kursus bahasa Jepang lagi. Saya absen tadarus dan menyimak kajian Rabu pagi sambil baringan. Makan siang pun kembali memanfaatkan layanan pesan antar. Rasanya terlalu maksa kalau saya malah tetap pergi kursus.  Meski sudah jauh lebih enak, nafas saya masih berat. Badan masih lekas lelah. Narasi kyō, musume ga ie ni kaerimashita  dari Rabu lalu yang sudah saya siapkan adaptasinya dengan mengganti kyō menjadi senshū no suiyōbi  pun batal saya presentasikan.  Cukup berat untuk absen lagi. Mengingat bahwa Rabu ini merupakan kursus terakhir sebelum masuk periode libur musim semi selama dua minggu ke depan. Total, saya tidak kursus 4 minggu berturut-turut sebelum masuk lagi 29 April nanti. Insya Allah. Semoga sehat, aamiin. Sambil memasak ayam oven untuk makan malam, saya membuka-buka bahan pelajaran sebelumnya. Bukan, bukan untuk belajar. Saya ingin menyusun kertas-kertas fotokopian dan catatan yang masih lepas ke dalam binde...

Menyusun Daftar Isi di Google Docs

Image
Dari pengalaman mengurasi skripsi KLIP 2023 dan 2024, saya melihat masih banyak yang membuat daftar isi secara manual: ketik satu per satu judul bab dan nomor halamannya. Jelas, ini adalah pekerjaan yang tidak mudah. Dan repot saat harus meng-update jika ada perubahan, baik itu dalam nomor halaman ataupun judul babnya sendiri. Padahal ada fitur Google Dokumen yang bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan daftar isi secara otomatis. Meski tidak sepenuhnya! Di sini, saya coba mendetilkan satu per satu tahap penyusunan daftar isi. Perlu diingat bahwa daftar isi hanya menampilkan heading/tajuk yang diformat dengan gaya Judul 1, Judul 2, dan seterusnya. Heading tidak menampulkan gaya "Teks normal" maupun "Subjudul". Pertama, tentukan halaman untuk menampilkan daftar isi. Tulis judulnya. Klik Sisipkan-Elemen halaman-Daftar isi . Pilih salah satu model. Di sini saya memilih "Teks biasa". Daftar isi akan tertampil. - Klik titik tiga di bagian kiri atas daftar isi. Te...

Beda Kacamata

Image
Denger nggak, berita pernikahan seorang laki-laki superkaya dengan seorang perempuan supermodel yang dilangsungkan di Abbaye Mont Saint Michel awal Juni lalu? Kabarnya, itu adalah pernikahan pertama yang diselenggarakan di sana sejak 1000 tahun. SERIBU!!! Nggak denger? Nggak papa. Tapi kalau penasaran, silakan googling sendiri, ya! Karena saya juga tak akan menampilkan foto tentang itu di sini. Hehehe. Berbagai feed di Instagram mengiringi berita itu selama beberapa hari. Ada yang mengomentari soal keindahan lokasi atau mewahnya dekorasi. Ada yang membincangkan kerennya para bridesmaid dan groomsmen -nya. Ada yang mengagumi desain busana pengantennya yang dari rumah mode ternama.  Namun ada pula komentar bernada negatif yang mempertanyakan mengapa Abbaye Mont Saint Michel dijadikan objek komersial? Mengapa tidak ada pengumuman dibukanya kembali biara itu untuk upacara pernikahan?  Mengapa pasangan berkebangsaan Cina yang memecahkan rekor 1000 tahun? Yang kemudian berlanjut...

Mengakses Fitur Lengkap Google Dokumen di Ponsel

Image
Dulu, saat kuliah, salah satu dosen saya menyarankan para mahasiswa untuk selalu membawa buku catatan kecil dan pensil. Kalau terpikir ide algoritma—ya, saya kuliah di jurusan Teknik Informatika—bisa langsung ditulis. Karena ide bisa datang kapan saja, tanpa kita duga. Belakangan, saat mulai belajar menulis, saya mendapati saran serupa dari berbagai penulis ternama. Tapi itu dulu. Pertengahan tahun 90-an. Kalau sekarang sih tak perlu alat tulis lagi kan!? Ada smartphone. Praktis! Terdapat berbagai aplikasi untuk mencatat yang tersedia di ponsel. Dari notes sederhana, hingga pemroses kata (word processor) yang canggih. Ada yang gratis, ada yang berbayar. Dengan plus-minusnya, tentunya. Sebagai pengguna ponsel Android, salah satu aplikasi yang sering saya manfaatkan adalah Google Dokumen. Gratis dan praktis, langsung terintegrasi dengan Google Drive untuk penyimpanannya di cloud.  Sayangnya, fitur yang tersedia dalam aplikasi Androis terbatas. Tidak selengkap versi PC Windows. ...

Heatwave Akhir Mei 2026

Image
Sudah sejak hari Minggu yang lalu, Prancis panas sekali. Suhu udara jauh di atas rata-rata normal akhir Mei. Panas datang, pas sesudah Festival Film usai. Sudah jadi candaan berulang bahwa tiap kali Festival, cuaca di Cannes berhujan. Yang biasanya sudah cerah hangat sejak akhir Maret, tau-tau mendung dingin begitu karpet merah digelar. Tak jarang acara montée des marches di bawah gerimis, bahkan hujan. Tahun ini berbeda. Sepanjang Festival, Cannes kering kerontang. Udara hangat, cuaca cerah. Seakan menyambut si Butet, mempersilakannya menikmati Festival pertamanya dengan nyaman dan tenang. Dan saya yang menunggunya pulang malam juga tenang. Pertambahan suhu hari ini dibanding rata-rata normal Hari Minggu saya masih keluar bersama Paksu. Berjalan kaki ke pasar, seperti biasa di akhur pekan. Kami keluar jam 10 dan sudah merasa kepanasan. Tapi kami tetap semangat pulang berjalan kaki. Meski kami melipir, memilih sisi jalan yang terlindung keteduhan bayangan gedung-gedung. Malamnya Butet ...

Watchlist Cannes 2026

Image
Festival Internasional Film Cannes 2026 berakhir 23 Mei yang lalu. Tahun ini, saya mencatat telah menghadiri 12 screening film panjang, dengan salah satunya disertai 1 film pendek, dan 3 screening koleksi film pendek yang total menghimpun 13 film pendek selama periode Festival. Watchlist Cannes 2026 saya yang tersimpan rapi dalam mainan baru saya: Letterboxd , mengikuti saran si Butet Dari 12 film panjang, 1 dari seleksi resmi. Seleksi resmi non kompetisi. Film pembukaan Festival, yang sudah beberapa tahun ini dirilis bersamaan secara umum, dan ditayangkan pada hari pembukaan dengan diawali siaran langsung acara pembukaan Festivalnya sendiri. Tahun ini, film yang terpilih adalah Venus Electrique . Kami menontonnya di bioskop Cineum dengan memesan tiket terlebih dahulu. Tiket yang laris-manis dan lekas ludes terjual. Pertama kali menonton film pembukaan Festival karena desakan si Butet Pemutaran film di Cineum ada kejadian unik: petugas proyeksi lupa memindahkan kanal televisi seusai si...

Bule Bernama Yanto

Image
Selain empat film pendek yang masuk dalam program Next Step Studio , ada satu lagi film pendek "Indonesia" yang masuk dalam seleksi Semaine de la Critics (Critics' Week) Cannes 2026 ini: „Vaterland“ oder Ein Bule Namens Yanto ( "Vaterland" or A Bule Named Yanto ).  Indonesia dengan tanda petik, karena  film ini merupakan hasil  produksi Madfilms  Jerman yang bekerja sama dengan Alergikerfilm Jerman serta Aftersun Creative Indonesia . Sutradaranya sendiri, Berthold Wahjudi, berdarah campuran Indonesia—Jerman. Euh.... Kok saya jadi ikut mengilustrasi kisah dikotomi dalam filmnya ya? Dua Identitas Menceritakan tentang Yanto (diperankan oleh Aggai Saibuma), pemuda berdarah Indonesia—Jerman yang tinggal di Munchen. Dia mengunjungi adiknya, Sara (Sarah Muckarin Röser), yang berkuliah di Jogja. Yanto yang masih saja dipandang imigran di Jerman, dilihat sebagai turis asing di mata orang Indonesia. Di Jogja, Yanto melihat adiknya bisa membaur dengan baik dengan penduduk...

Festival Cannes 2026 Usai ... untukku

Image
Kalau Kamis sendu karena periode terakhir menonton bersama Butet, Jumat ini sendu lagi karena menonton terakhir untuk keseluruhan periode Festival Cannes 2026. Kompetisi paralel sudah usai. Semaine de la Critiques ditutup Rabu malam, Quinzaine des Cineastes ditutup Kamis malam. Kompetisi resmi akan ditutup Sabtu malam. Kalau saya masih menonton QdC hari Jumat, ya karena senang-senang saja. Tak peduli yang menang siapa. Bahkan saya tak mengejar menonton pemenangnya. Kesempatan menonton film yang dibuat oleh sutradara yang belum terkenal. Film yang belum tentu beredar luas di bioskop umum. Kalau film-film yang saya tonton di SdlC meraih penghargaan semua, bahkan salah satu di antara "paket" film pendek yang saya ambil, tak ada satu pun film QdC yang saya tonton yang menang penghargaan. Karena itu saya sengaja "menjerumuskan diri" dengan memilih film yang tak menang di screening hari Jumat. Sekalian lah! Hahaha. Alasan lain menonton Jumat kemarin adalah untuk menghabis...