Posts

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Image
Tidak hanya sekali, saat bertemu teman yang lama tak berkontak, atau sebaliknya kenalan baru, yang mengetahui bahwa kami sudah lama tinggal di rantau dan berkomentar, "Wah, betah ya di sana? Gajinya besar, sih!" Atau di sisi lain, saat bertemu dengan sesama penduduk Prancis, ada saja yang berkomentar, "Memang enak di sini, ada banyak tunjangan!" Kedua komentar tidak salah. Tapi tak sepenuhnya benar. Penting dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai imigran biasa, bukan pelajar, PMI, atau ekspatriat yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan/instansi.  Gaji Besar, Biaya Hidup juga Besar! Orang suka lupa. Suka keblinger dengan nominal angka. Gaji di Eropa, jelas lebih besar ketimbang di Indonesia. Tapi ingat: biaya hidupnya juga setara, yaaa! Saya ingat saat pertama kali datang ke Prancis 25 tahun yang lalu. Gaji masih UMR. UMR Prancis, tentunya ya. Saya lupa saat itu berapa. Saat ini sih UMR kotor 1.801,80 euros. Silakan dirupiahkan sendiri....

Cerita Random

Waktu diumumkan tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan April 2026, saya kaget. Lho, kok Cerita Random ? Saya pikir Cerita Absurd ! Tahun ini tema Tantangan Bulanan tidak lagi dikocok dari usulan tema di awal tahun. Penentuan tema jadi priviledge mamah yang sudah secara sukarela mengajukan diri menjadi mamah host tantangan  tiap bulannya . Saat sempat dibahas di akhir bulan Maret, saya menangkap "absurd", bukan "random"! Jelas, saya belum menulis lah yaaa. Tapi terus terang, saya sudah ada ide. Saya mau menulis tentang anak-anak saya yang berdarah 100% Indonesia tapi tak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Terutama si Butet. Bisa ditangkap kan, bagaimana bahasan itu jadi terasa terlalu serius untuk tema random? Meski sudah jelas temanya random, saya sempat mencoba menulis dua alinea. Tapi lalu saya tinggalkan. Apalagi saat kemudian menyadari sudah pernah menulis hal yang sama . Saya pun ganti beralih menulis sesuatu yang benar-benar random: yang terli...

Serial Indonesia Made with Love

Image
Belakangan, saya melihat makin banyak serial Indonesia yang masuk ke Netflix France. Serial panjang 50an episode, tipe soap opera . Sinetron lah ya. Melihat judulnya saja, saya tidak minat menontonnya. Apalagi sepanjang itu. 15 April yang lalu, saya menemukan serial yang baru rilis Made with Love , yang dalam versi asli Indonesianya berjudul Luka, Masak, Cinta . Mini seri. Hanya 8 episode. Per episode hanya 30an menit. Luka(,) sang Chef Menceritakan tentang Luka Amanda (diperankan oleh Mawar de Jongh), yang belerja menjadi sous chef di restoran Umah Rasa milik Sari Saraswati (Sha Ine Febriyanti), ibunya. Luka suka memasak dan memang jago. Dia selalu memasak dengan presisi. Dia berharap suatu hari nanti menjadi head chef , menggantikan posisi ibunya. Namun ternyata Sari memilih merekrut Dennis Surya (Deva Mahenra), seorang chef yang berpengalaman bekerja di berbagai rumah makan di segala penjuru dunia, untuk menggantikannya selama dia harus absen berobat. Sari menganggap bahwa Dennis y...

Catatan dari Partisipasi dalam Obral KBK Februari 2026

Image
Dalam berbagai kesempatan, saya lebih memilih berada di balik layar. Saya suka berada dalam tim yang menyiapkan acara, memastikan semua berjalan lancar, tanpa tampil secara fisik. Karenanya, saya sendiri heran, kok bisa-bisanya menerima permintaan mengisi Live Klub Buku Kelas Literasi Ibu Profesional (Klub Buku KLIP, KBK) di Instagram, yang 2026 ini berjudul Obral, Obrolan Literasi? Karena bujukan Mbak Isti? Karena koordinasi yang sigap dari Mbak Amie? Karena usaha mereka untuk mengakomodir segala keterbatasan saya? Karena kangen saya ngobrol seru bersama mereka berdua selayaknya saat saya masih aktif di Tim KBK? Saya tidak menyesal kok. Senang. Karena saya belajar banyak hal! Perdana Live Instagram Sekian waktu bertualang di berbagai media daring, baru kemarin itu saya live Instagram. Jadi penonton sih sering. Tapi jadi penampil, ya pertama kalinya. Karenanya saya wanti-wanti sama Mbak Isti buat membimbing, memberi tahu kalau ada yang kurang pas atau apapun itu. Saya sudah bersiap sej...

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Image
Akhirnya Rabu sore ini saya memilih absen ke kursus bahasa Jepang lagi. Saya absen tadarus dan menyimak kajian Rabu pagi sambil baringan. Makan siang pun kembali memanfaatkan layanan pesan antar. Rasanya terlalu maksa kalau saya malah tetap pergi kursus.  Meski sudah jauh lebih enak, nafas saya masih berat. Badan masih lekas lelah. Narasi kyō, musume ga ie ni kaerimashita  dari Rabu lalu yang sudah saya siapkan adaptasinya dengan mengganti kyō menjadi senshū no suiyōbi  pun batal saya presentasikan.  Cukup berat untuk absen lagi. Mengingat bahwa Rabu ini merupakan kursus terakhir sebelum masuk periode libur musim semi selama dua minggu ke depan. Total, saya tidak kursus 4 minggu berturut-turut sebelum masuk lagi 29 April nanti. Insya Allah. Semoga sehat, aamiin. Sambil memasak ayam oven untuk makan malam, saya membuka-buka bahan pelajaran sebelumnya. Bukan, bukan untuk belajar. Saya ingin menyusun kertas-kertas fotokopian dan catatan yang masih lepas ke dalam binde...

Butet Libur Panjang

Masa pembelajaran kelas persiapan artistik Rubika resmi usai sejak 27 Maret 2026. Butet mudik Rabu 1 April lalu. Tentu saja dia bisa mudik lebih cepat. Atau lebih lambat. Tapi hari itu, pas sekali ada tiket pesawat murah. Dengan jadwal penerbangan yang nyaman, pula: siang hari. Kebanyakan penerbangan pagi-pagi sekali, yang tidak memungkinkan Butet meraih bandara, atau malam sekali, yang menyulitkan penjemputnya. Karena dijadwalkan sampai bandara Nice pukul 14an, diputuskan saya menjemputnya sendirian. Untuk menghemat biaya kendaraan umum karena mobil kami sedang rusak dan belum diperbaiki hingga saat saya menulis ini. Kebetulan Paksu ada agenda meeting juga. DOMS di paha oleh-oleh dari Paris sudah hilang, saya sudah bersemangat menjemput. Paksu bahkan meminta saya tidur di kamar Butet dulu karena dia mulai batuk-batuk, sepulang dari jalan ke pasar Sabtu tanpa sweter dengan pedenya, untuk menghindari penularan.  Saya membuat janji bertemu dengan teman di pusat kota Nice sebelum wakt...

Paris Maret 2026 H5

Image
Akhir pekan bertiga di Paris pun usai. Saatnya kami kembali ke rutinitas. Saya dan Paksu kembali ke Cannes, Butet ke Valenciennes menyelesaikan minggu terakhir kelas persiapannya. Ya, tak terasa masa persiapan sudah usai dan Butet akan memasuki masa libur sangat panjang sebelum mulai tahun ajaran baru September nanti. Tapi itu cerita lain lagi. Senin pagi di Paris kami isi dengan bersantai. Tubuh minta diistirahatkan setelah seharian mengelilingi museum terbesar di dunia (sumber: Google Arts and Culture ) hari Minggu. Jam 9 baru mulai benar-benar bergerak. Bersamaan dengan Paksu yang mulai meeting. Padahal kantornya hanya selemparan batu! Hahaha. Saya dan Butet keluar hotel jam 10an. Kami berniat melihat-lihat pusat perbelanjaan yang belum sempat kami eksplorasi. Selain agar Paksu bisa tenang bekerja, kami termotivasi juga dengan suara berisik pengerjaan segala proyek bangunan dan pengembangan kompleks yang terhenti selama akhir pekan. Kami berniat makan siang bersama sampai Paksu meny...

Paris Maret 2026 H4

Image
Minggu, 22 Maret 2026, tibalah agenda utama ke Paris yang ditunggu-tunggu. Well, utama. Sesudah salat Id di Wisma, tentunya ya. Tanpa Idulfitri, kami tak akan ke Paris. Setidaknya bukan Maret kemarin ini. Sudah lama sekali Butet ingin mengulang ke Louvre. Ya, mengulang! Pertama kali ke Louvre adalah saat membawa Yangkung dan Yangtinya ... 15 tahun yang lalu! Foto piramida Louvre diambil dari dalam museum Di usia 3 tahun, tentu saja dulu belum mengerti dan sekarang sudah lupa. Berlangganan kartu tahunan Louvre adalah wishlist teratasnya saat kami akan pindah ke Paris 6 tahun yang lalu. Berkunjung ke Louvre adalah permintaan terpentingnya saat kami batal (menunda) pindah, begitu kami bisa ke Paris dengan tenang. Dan akhirnya baru terlaksana kemarin itu. Kami membeli tiket masuk jam pertama yang tersedia: pukul 9 pagi! Itu permintaan Butet sendiri yang memang sudah biasa bangun pagi (dan tak tidur lagi) sejak kuliah untuk belajar. Butet juga meminta kami mengeblok hari Minggu karena mau d...