Posts

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Image
Tidak hanya sekali, saat bertemu teman yang lama tak berkontak, atau sebaliknya kenalan baru, yang mengetahui bahwa kami sudah lama tinggal di rantau dan berkomentar, "Wah, betah ya di sana? Gajinya besar, sih!" Atau di sisi lain, saat bertemu dengan sesama penduduk Prancis, ada saja yang berkomentar, "Memang enak di sini, ada banyak tunjangan!" Kedua komentar tidak salah. Tapi tak sepenuhnya benar. Penting dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai imigran biasa, bukan pelajar, PMI, atau ekspatriat yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan/instansi.  Gaji Besar, Biaya Hidup juga Besar! Orang suka lupa. Suka keblinger dengan nominal angka. Gaji di Eropa, jelas lebih besar ketimbang di Indonesia. Tapi ingat: biaya hidupnya juga setara, yaaa! Saya ingat saat pertama kali datang ke Prancis 25 tahun yang lalu. Gaji masih UMR. UMR Prancis, tentunya ya. Saya lupa saat itu berapa. Saat ini sih UMR kotor 1.801,80 euros. Silakan dirupiahkan sendiri....

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Image
Akhirnya Rabu sore ini saya memilih absen ke kursus bahasa Jepang lagi. Saya absen tadarus dan menyimak kajian Rabu pagi sambil baringan. Makan siang pun kembali memanfaatkan layanan pesan antar. Rasanya terlalu maksa kalau saya malah tetap pergi kursus.  Meski sudah jauh lebih enak, nafas saya masih berat. Badan masih lekas lelah. Narasi kyō, musume ga ie ni kaerimashita  dari Rabu lalu yang sudah saya siapkan adaptasinya dengan mengganti kyō menjadi senshū no suiyōbi  pun batal saya presentasikan.  Cukup berat untuk absen lagi. Mengingat bahwa Rabu ini merupakan kursus terakhir sebelum masuk periode libur musim semi selama dua minggu ke depan. Total, saya tidak kursus 4 minggu berturut-turut sebelum masuk lagi 29 April nanti. Insya Allah. Semoga sehat, aamiin. Sambil memasak ayam oven untuk makan malam, saya membuka-buka bahan pelajaran sebelumnya. Bukan, bukan untuk belajar. Saya ingin menyusun kertas-kertas fotokopian dan catatan yang masih lepas ke dalam binde...

Butet Libur Panjang

Masa pembelajaran kelas persiapan artistik Rubika resmi usai sejak 27 Maret 2026. Butet mudik Rabu 1 April lalu. Tentu saja dia bisa mudik lebih cepat. Atau lebih lambat. Tapi hari itu, pas sekali ada tiket pesawat murah. Dengan jadwal penerbangan yang nyaman, pula: siang hari. Kebanyakan penerbangan pagi-pagi sekali, yang tidak memungkinkan Butet meraih bandara, atau malam sekali, yang menyulitkan penjemputnya. Karena dijadwalkan sampai bandara Nice pukul 14an, diputuskan saya menjemputnya sendirian. Untuk menghemat biaya kendaraan umum karena mobil kami sedang rusak dan belum diperbaiki hingga saat saya menulis ini. Kebetulan Paksu ada agenda meeting juga. DOMS di paha oleh-oleh dari Paris sudah hilang, saya sudah bersemangat menjemput. Paksu bahkan meminta saya tidur di kamar Butet dulu karena dia mulai batuk-batuk, sepulang dari jalan ke pasar Sabtu tanpa sweter dengan pedenya, untuk menghindari penularan.  Saya membuat janji bertemu dengan teman di pusat kota Nice sebelum wakt...

Paris Maret 2026 H5

Image
Akhir pekan bertiga di Paris pun usai. Saatnya kami kembali ke rutinitas. Saya dan Paksu kembali ke Cannes, Butet ke Valenciennes menyelesaikan minggu terakhir kelas persiapannya. Ya, tak terasa masa persiapan sudah usai dan Butet akan memasuki masa libur sangat panjang sebelum mulai tahun ajaran baru September nanti. Tapi itu cerita lain lagi. Senin pagi di Paris kami isi dengan bersantai. Tubuh minta diistirahatkan setelah seharian mengelilingi museum terbesar di dunia (sumber: Google Arts and Culture ) hari Minggu. Jam 9 baru mulai benar-benar bergerak. Bersamaan dengan Paksu yang mulai meeting. Padahal kantornya hanya selemparan batu! Hahaha. Saya dan Butet keluar hotel jam 10an. Kami berniat melihat-lihat pusat perbelanjaan yang belum sempat kami eksplorasi. Selain agar Paksu bisa tenang bekerja, kami termotivasi juga dengan suara berisik pengerjaan segala proyek bangunan dan pengembangan kompleks yang terhenti selama akhir pekan. Kami berniat makan siang bersama sampai Paksu meny...

Paris Maret 2026 H4

Image
Minggu, 22 Maret 2026, tibalah agenda utama ke Paris yang ditunggu-tunggu. Well, utama. Sesudah salat Id di Wisma, tentunya ya. Tanpa Idulfitri, kami tak akan ke Paris. Setidaknya bukan Maret kemarin ini. Sudah lama sekali Butet ingin mengulang ke Louvre. Ya, mengulang! Pertama kali ke Louvre adalah saat membawa Yangkung dan Yangtinya ... 15 tahun yang lalu! Foto piramida Louvre diambil dari dalam museum Di usia 3 tahun, tentu saja dulu belum mengerti dan sekarang sudah lupa. Berlangganan kartu tahunan Louvre adalah wishlist teratasnya saat kami akan pindah ke Paris 6 tahun yang lalu. Berkunjung ke Louvre adalah permintaan terpentingnya saat kami batal (menunda) pindah, begitu kami bisa ke Paris dengan tenang. Dan akhirnya baru terlaksana kemarin itu. Kami membeli tiket masuk jam pertama yang tersedia: pukul 9 pagi! Itu permintaan Butet sendiri yang memang sudah biasa bangun pagi (dan tak tidur lagi) sejak kuliah untuk belajar. Butet juga meminta kami mengeblok hari Minggu karena mau d...

Paris Maret 2026 H3

Image
Niat bersantai Sabtu pagi pun batal. Kami yang tak memesan sarapan di hotel, kelaparan. Sepertinya perut meminta sahur. Sedangkan ternyata tak mudah menemukan boulangerie di sekitaran. Dari Google Map kami dapatkan, boulangerie yang sepertinya cukup memungkinkan ada tempat duduk santainya ada di 700 meter. Tak jauh sih. Ayo let's go! Sempat urung melihat antrian. Urung juga akan dinginnya udara pagi secara hanya ada tempat duduk di trotoar, secara boulangeri-nya kecil saja. Tapi kami bertahan. Dan ternyata cukup nyaman. Mungkin karena coklat panas yang saya minum dan capuccino yang dipilih Paksu? Usai sarapan, kami kembali ke hotel. Niatnya sih sesudah membereskan barang, kami check out saat TGV Butet berangkat dari Valenciennes. Namun Paksu minta menunda. Mau menonton semifinal Orleans Terbuka dulu. Masih ada satu ganda putra dan satu ganda putri. Baiklah. Akhirnya kami baru keluar jam 11 lebih setelah pertandingan yang tak seru dan atlet Indonesia gugur semua. Padahal sempat ada ...

Paris Maret 2026 H2

Image
Saat suami mengusulkan untuk berlebaran di perwakilan Paris, saya langsung deg-degan. Deg-degan semangat, bakal salat Id di Paris untuk pertama kalinya setelah 25 tahun tinggal di Prancis, sekaligus deg-degan karena salat Id di Kedutaan Paris tidak semudah itu. Untuk bisa berlebaran di kedutaan, kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Tahun lalu, saya banyak mendengar keluhan tentang sudah habisnya tempat hanya beberapa jam sesudah pengumuman. Kami harus memesan tiket plus akomodasi tanpa ada kepastian mendapatkan tempat berlebaran. Saya memasang notifikasi untuk memantau update dari akun Instagram KBRI Paris @indonesiainparis. Tiap sempat, saya cek ponsel. Sampai seminggu menjelang Lebaran belum ada kabar, saya mulai mengontak kawan di Paris, yang ternyata malah belum pernah berlebaran di kedutaan juga. Dia memilih berlebaran di lingkungannya saja. Sehari sebelum sidang isbat dan belum ada kabar, saya mengontak teman lain. Dia juga tak biasa berlebaran di kedutaan. Tapi dia memi...

Paris Maret 2026 H1

Image
Dari sebelum Ramadan, saya dan Paksu sudah menghitung, kapan perkiraan Lebaran? Dan Paksu mengusulkan, bagaimana kalau kami berlebaran di Paris saja. Sekalian dia ke kantor, yang dijadwa lkan sekali sebulan. Tadinya, saya sempat berpikir apakah berlebaran di Valenciennes saja. Namun, dengan perkiraan 19 atau 20 Maret yang jatuh pada Kamis dan Jumat, Butet tak bisa ikut salat Id. 20 Maret praktis adalah hari terakhirnya kuliah sebelum memasuki periode wawancara seleksi masuk jenjang bachelor di Rubika ... untuk teman-temannya yang belum dipanggil pada periode awal, seperti dirinya akhir Februari lalu. Kami pun memutuskan berangkat Kamis (19 Maret) pagi agar Paksu bisa langsung ke kantor, lalu salat Id Jumat. Sabtu siang Butet menyusul bergabung. Kami punya hari Minggu seharian untuk ke Museum Louvre, permintaan Butet. Senin siang bubaran: saya dan Paksu ke Cannes dan Butet kembali ke Valenciennes.  Kalau ternyata Idulfitri jatuh Kamis? Ya ke kantornya Jumatnya. Nggak masalah! Kebetu...