Posts

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Image
Tidak hanya sekali, saat bertemu teman yang lama tak berkontak, atau sebaliknya kenalan baru, yang mengetahui bahwa kami sudah lama tinggal di rantau dan berkomentar, "Wah, betah ya di sana? Gajinya besar, sih!" Atau di sisi lain, saat bertemu dengan sesama penduduk Prancis, ada saja yang berkomentar, "Memang enak di sini, ada banyak tunjangan!" Kedua komentar tidak salah. Tapi tak sepenuhnya benar. Penting dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai imigran biasa, bukan pelajar, PMI, atau ekspatriat yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan/instansi.  Gaji Besar, Biaya Hidup juga Besar! Orang suka lupa. Suka keblinger dengan nominal angka. Gaji di Eropa, jelas lebih besar ketimbang di Indonesia. Tapi ingat: biaya hidupnya juga setara, yaaa! Saya ingat saat pertama kali datang ke Prancis 25 tahun yang lalu. Gaji masih UMR. UMR Prancis, tentunya ya. Saya lupa saat itu berapa. Saat ini sih UMR kotor 1.801,80 euros. Silakan dirupiahkan sendiri....

Valenciennes Januari 2026 H8

Image
Dan sampailah kami kembali di Cannes setelah 8 hari di Valenciennes! Perjalanan pulang kali ini merupakan yang ternyaman. Paksu tak mau susah. Kami naik Uber Ride dari Valenciennes ke bandara Lille. Padahal Butet pulang lebih cepat dari yang dijadwalkan dan kami bisa saja mengejar kereta api ke Lille lalu menyambung shuttle ke bandara. Saya sendiri mulai merasakan kelelahan setelah 8 hari yang cukup intensif. Apalagi kemarin saya mengerahkan usaha ekstra dengan pertimbangan untuk menyiapkan maksimal sebelum kembali meninggalkan Butet: membelanjakan keperluan yang belum sempat terbeli dan bisa disimpan lama (beras, saus, ...), memarinasi ayam agar tinggal dimasak di air fryer untuk seminggu ke depan, memasakkan balado terong yang bisa dikonsumsi 2-3 hari, plus nasi goreng untuk bekal 2-3 kali makan siang. Pemandangan jam setengah 9 pagi, tak lama sesudah matahari terbit Oh ya. Saya datang ke asrama Butet sebelum dia berangkat kuliah. Pesawat kami malam sedangkan harus check out hotel se...

Valenciennes Januari 2026 H7

Image
Meski Minggu, kami tetap bangun pagi. Jadwalnya Butet ice skating. Mulanya saya dan Paksu berencana ikut mengantar sampai tujuan lalu balik ke hotel jalan kaki. Cuma 2,5 km. Namun kemudian Paksu urung. Sepertinya terlalu dingin untuk berjalan kaki. Masih Subuh juga. Dan kami akan terburu-buru salat kalau harus bersiap keluar rumah mengejar tramway nomor 1 terpagi di hari Minggu. Paksu pun hanya mengantar Butet sampai halte tramway. Teman Butet yang kadang naik tram tak terlihat. Kami pikir mungkin dia naik sepeda. Kami dapati kemudian kalau dia absen hari ini. Pulang dari ice skating, Butet langsung mandi. Memanfaatkan keberadaan air panas yang melimpah. Tak perlu "berebut" dengan penghuni asrama seperti biasanya. Usai mandi, Butet istirahat. Saya dan Paksu juga santai-santai menunggu waktu makan siang. Kami sudah memesan tempat di restoran dekat hotel. Kebetulan, baru saja Kamis lalu ibu Brigitte Macron makan siang di sana tuh! Restorannya kecil saja. Sederhana. Bukan yang m...

Valenciennes Januari 2026 H6

Image
Sabtu pun tiba. Jangan harap Butet bergabung dengan kami agak siangan karena mau bersantai-santai saja! Saat saya mengirim pesan setelah Subuh, dia sudah aktif belajar. Menjaga ritme bangun pagi, katanya. Bagus juga sih ya!? Berjanji temu untuk makan siang, saya dan Paksu keluar mencari sarapan. Hotel terletak di sebelah mall Place d'Armes. Satu-satunya mall di Valenciennes, setahu saya.  Tepat di pintu masuk belakang, ada boulangerie. Kami sarapan di sana. Saya hanya minum coklat panas, dengan memikirkan makan siang yang tak sampai 2 jam kemudian. Usai makan, kami keliling mall. Niat utamanua adalah membeli pakaian untuk saya. Memang kami membawa baju ganti minimalis, dengan rencana mencuci di tengah minggu. Ternyata gagal.  Paksu yang hampir tak pernah keluar rumah sih nggak masalah memakai baju luar yang sama dua hari berturut-turut. Lha saya kan tiap hari harus "kerja". Fisik pula. Jelas tak mungkin! Hasilnya, justru Paksu yang belanja terlebih dahulu! Hahaha. Agak sa...

Valenciennes Januari 2026 H5

Image
Hari ini, jalur perjalanan berbalik. Yang biasanya pagi dari penginapan ke asrama Butet, kali ini dari asrama ke penginapan. Tetap harus pagi. Karena hari ini kami check out dari Air BnB dan pindah ke hotel. Butet sendiri sudah mulai bergerak jam 7 pagi. Dia sempat mematikan alarm jam 6.30-nya dan melanjutkan tidur lagi. Hihihi. Setelah menikmati bonus waktu tidur itu, dia langsung bangkit dan mandi, memanfaatkan air panas yang masih melimpah. Saya melanjutkan tidur sejenak. Subuh baru datang jam 7.04. Butet selesai mandi, giliran saya bangkit ambil wudu dan salat. Saya tawarkan sekali lagi pada Butet untuk membuatkan nasi goreng bekal makan siang. Kali ini dia terima.  Saya minta dia mengukur porsi nasi sesuai selera dia. Selain itu, saya yang mengerjakan. Sambil memasak, kami berbincang. Terutama menggosipkan tetangga kamarnya yang dia keluhkan berisik. Dan memang saya mendengarnya saat masuk kamar. Tak cuma suara pintu, saya mendengar langkah kaki dan pergerakannya selama di kam...

Valenciennes Januari 2026 H4

Image
Hari ini, saya tak berangkat kerja pagi. Heu ... hehehe. Memang sudah seperti bekerja saja kan, Selasa dan Rabu kemarin!? Pergi pagi, pulang malam. Hari ini saya ke asrama Butet sore dan menginap di sana. Memang beres-beresnya sudah bisa dibilang selesai. Teman-teman Butet yang sempat mengecek mengatakan kalau  kamarnya  seperti hari pertama masuk asrama! Hahaha. Nggak sebegitunya juga lah ya! Pagi ini saya jalan ke kota sendirian. Ada beberapa barang yang Butet minta titip belikan untuk keperluan menyelesaikan tugas yang deadline-nya besok pagi. Eits, jangan pikir dia selalu deadliner ya! Pada dasarnya Butet tak biasa begitu. Kebetulan saja tugas membuat desain sampul album (CD atau piringan hitam) ini memang tergeser oleh tugas lain yang membutuhkan proses yang lebih banyak. Dan Butet sudah membuat rancangannya sejak berminggu sebelumnya; Tinggal eksekusi. Dan memang saya menyaksikan bagaimana dia mengerjakannya cepat sekali.  Pemandangan jalan di depan penginapan ke ar...

Valenciennes Januari 2026 H3

Image
Hari ini tidak hujan. Tidak bisa bilang cerah juga. Awan menutup sempurna langit di atas Valenciennes. Sudah bersyukur. Karena hari ini Paksu harus ke Paris dengan TGV jam 6 pagi. Subuh baru datang jam 7.07. Saya berencana ke asrama Butet jam 8an. Inginnya sih, sesudah matahari terbit. Namun hari ini dia mulai kelas jam 9.30, sedangkan saya ingin mampir ke pusat kota untuk melihat pasar Rabu. Tak mungkin. Terlalu mepet. Saya pun pergi saat langit terlihat agak terang. Saat Butet menerima tawaran saya untuk membelikan pastry untuk sarapan, saya tak melewatkan kesempatan beralasan memutar ke pusat kota. Tujuan utama mencari boulangerie (toko roti), padahal penasaran dengan pasar Rabu pagi! Hahaha. Ternyataaa ... pasarnya belum siap! Sebagian besar pedagang masih mengatur dagangannya. Padahal sudah ada beberapa pembeli di stand-stand yang sudah siap tuh! Pencarian boulangerie juga tidak cukup berhasil. Mosok, kebanyakan baru buka jam 9??? Lha yang mau sarapan trus gimana? Namun saya ...

Valenciennes Januari 2026 H2

Image
Hari ini resmi dimulai "misi" membantu Butet. Saya berangkat menjelang jam 9 pagi ke asramanya. Memang niatnya pergi begitu matahari terbit. Hujan turun membuat kegelapan di luat bertahan lebih lama. Halte tram hanya 300-an meter dari penginapan kami. Hujan langsung menyambut begitu saya keluar dari gedung penginapan. Tak bisa dibilang deras. Kecil, lembut, tapi padat rata. Tetap saja jaket saya kuyup. Di utara Prancis ini, sangat tidak disarankan membawa payung saat hujan mengingat sering berangin.  Sambil menunggu datangnya tram, saya sempatkan mengisi ulang kartu transportasi saya. Sempat keder saat melihat tram nomor 1 yang penuh. Ternyata tram nomor 2, yang saya naiki, lebih nyaman. Saya turun bersama dengan para mahasiswa Rubika dan perguruan tinggi lain yang berada di lingkungan yang sama. Butet masih mengerjakan tugasnya, saat saya tiba. Saya mencicil mencuci gelas-gelas yang kami tinggalkan begitu saja di hari pertama, sambil berbincang dengannya. Sesekali saya melih...