Posts

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Image
Tidak hanya sekali, saat bertemu teman yang lama tak berkontak, atau sebaliknya kenalan baru, yang mengetahui bahwa kami sudah lama tinggal di rantau dan berkomentar, "Wah, betah ya di sana? Gajinya besar, sih!" Atau di sisi lain, saat bertemu dengan sesama penduduk Prancis, ada saja yang berkomentar, "Memang enak di sini, ada banyak tunjangan!" Kedua komentar tidak salah. Tapi tak sepenuhnya benar. Penting dicatat bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai imigran biasa, bukan pelajar, PMI, atau ekspatriat yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan/instansi.  Gaji Besar, Biaya Hidup juga Besar! Orang suka lupa. Suka keblinger dengan nominal angka. Gaji di Eropa, jelas lebih besar ketimbang di Indonesia. Tapi ingat: biaya hidupnya juga setara, yaaa! Saya ingat saat pertama kali datang ke Prancis 25 tahun yang lalu. Gaji masih UMR. UMR Prancis, tentunya ya. Saya lupa saat itu berapa. Saat ini sih UMR kotor 1.801,80 euros. Silakan dirupiahkan sendiri....

Paris Maret 2026 H3

Image
Niat bersantai Sabtu pagi pun batal. Kami yang tak memesan sarapan di hotel, kelaparan. Sepertinya perut meminta sahur. Sedangkan ternyata tak mudah menemukan boulangerie di sekitaran. Dari Google Map kami dapatkan, boulangerie yang sepertinya cukup memungkinkan ada tempat duduk santainya ada di 700 meter. Tak jauh sih. Ayo let's go! Sempat urung melihat antrian. Urung juga akan dinginnya udara pagi secara hanya ada tempat duduk di trotoar, secara boulangeri-nya kecil saja. Tapi kami bertahan. Dan ternyata cukup nyaman. Mungkin karena coklat panas yang saya minum dan capuccino yang dipilih Paksu? Usai sarapan, kami kembali ke hotel. Niatnya sih sesudah membereskan barang, kami check out saat TGV Butet berangkat dari Valenciennes. Namun Paksu minta menunda. Mau menonton semifinal Orleans Terbuka dulu. Masih ada satu ganda putra dan satu ganda putri. Baiklah. Akhirnya kami baru keluar jam 11 lebih setelah pertandingan yang tak seru dan atlet Indonesia gugur semua. Padahal sempat ada ...

Paris Maret 2026 H2

Image
Saat suami mengusulkan untuk berlebaran di perwakilan Paris, saya langsung deg-degan. Deg-degan semangat, bakal salat Id di Paris untuk pertama kalinya setelah 25 tahun tinggal di Prancis, sekaligus deg-degan karena salat Id di Kedutaan Paris tidak semudah itu. Untuk bisa berlebaran di kedutaan, kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Tahun lalu, saya banyak mendengar keluhan tentang sudah habisnya tempat hanya beberapa jam sesudah pengumuman. Kami harus memesan tiket plus akomodasi tanpa ada kepastian mendapatkan tempat berlebaran. Saya memasang notifikasi untuk memantau update dari akun Instagram KBRI Paris @indonesiainparis. Tiap sempat, saya cek ponsel. Sampai seminggu menjelang Lebaran belum ada kabar, saya mulai mengontak kawan di Paris, yang ternyata malah belum pernah berlebaran di kedutaan juga. Dia memilih berlebaran di lingkungannya saja. Sehari sebelum sidang isbat dan belum ada kabar, saya mengontak teman lain. Dia juga tak biasa berlebaran di kedutaan. Tapi dia memi...

Paris Maret 2026 H1

Image
Dari sebelum Ramadan, saya dan Paksu sudah menghitung, kapan perkiraan Lebaran? Dan Paksu mengusulkan, bagaimana kalau kami berlebaran di Paris saja. Sekalian dia ke kantor, yang dijadwa lkan sekali sebulan. Tadinya, saya sempat berpikir apakah berlebaran di Valenciennes saja. Namun, dengan perkiraan 19 atau 20 Maret yang jatuh pada Kamis dan Jumat, Butet tak bisa ikut salat Id. 20 Maret praktis adalah hari terakhirnya kuliah sebelum memasuki periode wawancara seleksi masuk jenjang bachelor di Rubika ... untuk teman-temannya yang belum dipanggil pada periode awal, seperti dirinya akhir Februari lalu. Kami pun memutuskan berangkat Kamis (19 Maret) pagi agar Paksu bisa langsung ke kantor, lalu salat Id Jumat. Sabtu siang Butet menyusul bergabung. Kami punya hari Minggu seharian untuk ke Museum Louvre, permintaan Butet. Senin siang bubaran: saya dan Paksu ke Cannes dan Butet kembali ke Valenciennes.  Kalau ternyata Idulfitri jatuh Kamis? Ya ke kantornya Jumatnya. Nggak masalah! Kebetu...

Aku dan Senyum

Image
"Bar nikah Mbak Alfi ketok tambah sumringah lho!" Bulik Ning menyenggolku. "Iyo. Dadi grapyak!" Om Sugeng menambahi. Aku senyum-senyum saja waktu itu. Antara malu-malu kucing, sekaligus benar-benar malu diingatkan akan masa kecilku yang anti sosial. default = cemberut Alfi kecil adalah  si Kutu Buku. Semua orang mengenaliku sebagai anak yang membawa buku ke di berbagai suasana, lalu mojok membaca, tak berbaur dengan lainnya. Anak yang mengaum kalau ditegur, diminta meletakkan bukunya, kemudian datang bergabung ogah-ogahan dengan wajah cemberut, nyata karena terpaksa. Saat kuliah, teman-temanku melabeliku sebagai seseorang dengan default = cemberut . Perlu dilakukan aksi untuk membuat ekspresi wajahku berubah. Tak harus sampai tertawa, untuk netral pun juga harus ada usaha! Kata mereka, algoritma ini sangat sulit dieksekusi:  Algoritma membuat_alfi_tersenyum: Initial State: cemberut Final State: tersenyum Padahal sebenarnya tidak demikian. Sekali dicolek, ekspresi ...

Menonton Konser Laufey di Brussels

Image
Sabtu, 28 Februari 2026 malam, saatnya agenda utama: menonton konser Laufey di ING Arena Brussels! Beberapa hari sebelumnya, Butet menerima email mengenai akses VIP. Dikabarkan bahwa dia sudah bisa masuk lokasi mulai pukul 18.30. Namun Butet memilih datang lebih dekat ke jadwal konser yang pukul 20.00 saja. Biar tak terlalu lama menunggu. 19.30 cukup lah. Berangkat habis buka yang dijadwalkan pukul 18.20an. Toh dia tak berminat mengejar belanja merchandaise juga. Tak disangka Sabtu sore itu pesanan Uber Eats kami datang terlambat sekali. Kami mulai memesan dari pukul 17.30 ternyata kemudian ditolak. Kami pun harus mencari tempat baru, yang ini ternyata pengantarannya sangat lambat, dan baru menerima makanan 10 menit sesudah Magrib! Akibatnya, kami terlambat berangkat ke konser dari yang kami perkirakan. Dengan Uber Drive sekalipun. Kami tak berani mengambil metro yang mungkin sekali penuh, plus jalan 800 meter lagi.  Antrian sudah panjang sekali saat kami tiba di lokasi pukul 19.5...

Brussels Februari 2026 H2

Image
Hari kedua di Brussels, kami mulai dengan ... sahur, tentu saja! Sahur ayam goreng tepung yang dingin, ditemani kentang goreng dingin yang tentu saja tidak enak. Kentangnya. Ayamnya sih alhamdulillah enak-enak saja. Sesampai hotel malam sebelumnya, kami mengecek Uber Eats dan tak menemukan rumah makan yang buka sampai pagi. Padahal room service hanya menyediakan pizza margherita seharga 20 euros yang tentu saja tak kami minati. Karenanya, kami memilih pesan makanan malam-malam sebelum tidur saja. Daripada malah tidak ada sahur, kan!? Herannya, Sabtu malamnya kami menemukan beberapa rumah makan yang buka sampai jam 5 pagi. Entah kurang cermat mencari, entah memang pada tutup Jumat malam saja. Tidak banyak. Tapi paling tidak kami bisa sahur dengan makanan hangat Minggu pagi. Usai Subuh, saya mengejar setoran terakhir KLIP bulan Februari yang sudah mepet. Terlewat saja niat menyelesaikan draft yang sebenarnya sudah dirintis sebelum berangkat. Sambil menunggu terbitnya matahari. Sayang, te...

Brussels Februari 2026 H1

Image
Kalau tahun baru dimulai 5 Januari, kali ini bulan Maret untuk kami dimulai tanggal 2. Senin ini Butet mulai kuliah lagi setelah libur selama satu minggu. Dan kami usai menghabiskan akhir pekan, Jumat–Minggu, bertiga di Brussels, Belgia. Kenapa Brussels? Untuk konser Lauvey, tentunya. Pemanfaatan sebagian hadiah mention très bien baccalaureat yang didapatkan Butet dari pemerintah daerah. Butet membeli tiket VIP begitu mendapatkan lampu hijau dari papanya bahwa kami akan menemaninya ke Brussels. Awalnya saya malas ikut. Jalan-jalan pas ramadan, ga asik deh, kayaknya. Ga bisa menikmati kuliner lokal dengan bebasnya, lalu pasti tak banyak tenaga juga buat kunjungan. Namun kemudian saya memutuskan ikut. Daripada di rumah sendirian. Sekalian ganti suasana lah ya. Dan kesempatan bertemu dengan anak gadis kesayangan, tentunya! Apalagi kemudian Paksu memutuskan untuk membeli tiket juga untuk kami berdua. Sekalian ikut menonton. Kan kami suka juga musiknya Laufey meski tak sengefan si Butet. Ti...