Posts

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Image
Akhirnya Rabu sore ini saya memilih absen ke kursus bahasa Jepang lagi. Saya absen tadarus dan menyimak kajian Rabu pagi sambil baringan. Makan siang pun kembali memanfaatkan layanan pesan antar. Rasanya terlalu maksa kalau saya malah tetap pergi kursus.  Meski sudah jauh lebih enak, nafas saya masih berat. Badan masih lekas lelah. Narasi kyō, musume ga ie ni kaerimashita  dari Rabu lalu yang sudah saya siapkan adaptasinya dengan mengganti kyō menjadi senshū no suiyōbi  pun batal saya presentasikan.  Cukup berat untuk absen lagi. Mengingat bahwa Rabu ini merupakan kursus terakhir sebelum masuk periode libur musim semi selama dua minggu ke depan. Total, saya tidak kursus 4 minggu berturut-turut sebelum masuk lagi 29 April nanti. Insya Allah. Semoga sehat, aamiin. Sambil memasak ayam oven untuk makan malam, saya membuka-buka bahan pelajaran sebelumnya. Bukan, bukan untuk belajar. Saya ingin menyusun kertas-kertas fotokopian dan catatan yang masih lepas ke dalam binde...

Pertama ke Dokter Sendiri

Sabtu kemarin, untuk pertama kalinya Butet ke dokter sendirian. Dokter mata. Biasanya saya selalu menemaninya. Kali ini tak mungkin. Dari pengalaman sakit punggung akibat jatuh saat main ice skating, mencari dokter umum saja sulit sekali, di Valenciennes. Apalagi spesialis mata! Karenanya, meski sudah mencari sejak saya masih di Valenciennes, baru kemarin ini janji temunya. Sejak kembali dari Indonesia, Butet mengeluh matanya kering. Lalu dia mendapati ada bintil di kelopak bawah mata kanannya. Sebelumnya sudah pernah dapat juga dan hilang sendiri. Kali ini saya minta dia langsung membuat janji temu, mengingat susahnya mendapat slot dokter mata. Kalau kemudian ternyata bintilnya hilang ya syukur. Janji temu kan masih bisa dibatalkan. Mencari dokter makin sulit dengan kriteria harus di luar jam kuliah. Kebanyakan jam praktek dokter di yang ada di platform Doctolib sama dengan jam kerja. Jarang sekali yang buka Sabtu. Atau yah, sudah penuh dan harus menunggu minimal 2 bulan!  Dari pe...

Butet Ber-Ice Skating di Indonesia

Hari ini kursus bahasa Jepang saya mulai lagi. Saya pun menyiapkan perlengkapan. Cuma binder, kertas-kertas, dan alat tulis saja sih. Tapi yang penting adalah tasnya! Tas hijau antiair oleh-oleh suami dari suatu perjalanannya ke Kopenhagen itu sudah biasa saya gunakan untuk kursus. Sangat praktis karena bisa memuat binder A4 dengan nyamannya. Apalagi kalau sudah mulai musim hujan. Sistem resletingnya menjamin keamanan barang bawaan. Eh kok ya pas hari ini ekinoks musim gugur. Meski di Cannes masih bermatahari dengan suhu di atas 25°C sih. Selain untuk kursus, tas itu saya gunakan juga saat perjalanan jauh. Ukurannya yang cukup besar tapi tetap cantik, menjadikannya andalan saya bepergian. Termasuk untuk ke Indonesia kemarin. Kalau saja tas itu saya bawa ke Valenciennes, siang tadi saya tak perlu terlalu sibuk. Masalahnya, saya berganti tas di saat-saat terakhir karena bawaan Butet yang melebihi perkiraan. Akibatnya, tas hijau saya jadi wadah "pembuangan" barang yang tak terba...

Film-film yang Menemani Liburan Musim Panas 2026

Image
Ke tanah air adalah kesempatan menonton berbagai film dan serial di platform streaming yang tak masuk dalam katalog platform di Prancis. Meski di platform streaming yang sama, tidak semua wilayah memiliki katalog film dan serial yang sama kan!? Tergantung pada jangkauan hak tayangnya.  Karena terbatasnya waktu, saya memfokuskan diri ke film-film Indonesia. Kebetulan semua film yang saya pilih, hak tayangnya dipegang oleh Netflix. Mengingat kekurangstabilan koneksi internet dan mobilitas saya yang besar, saya mengunduh film-film itu sebelum menontonnya di tablet. Ada beberapa film yang sukses saya tonton selama di tanah air. Beberapa lagi saya simpan di tablet, lalu saya matikan koneksi internetnya untuk bisa menontonnya setelah meninggalkan Indonesia.  Sore: Istri dari Masa Depan Film ini sangat viral di masa rilis bioskopnya. Sebegitu viralnya sampai membuat saya penasaran akut. Saat masuk Netflix, saya gemas sekali karena tak masuk ke Netflix Prancis. Untuk itulah, begitu s...

Senyapkan Notifikasi demi Kewarasan

Image
Saat tema  Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan September 2026 diumumkan tanggal 5 lalu, saya mengerutkan kening. Keputusan Kecil/Sepele yang Mengubah Hidup ? Apa ya? Rasanya perubahan dalam hidup saya terjadi karena keputusan-keputusan besar, deh. Lalu dipikir-pikir lagi, semua keputusan yang kita ambil bukannya mengubah hidup ya!? Soal kita makan atau tidak makan dan apa yang kita makan pun berefek ke dalam tubuh dan hidup kita. Kita bangkit dari duduk atau memilih tetap baringan pun ada pengaruhnya. Meski memang mungkin tak langsung terasa tepat sesudah aksi kita. Seperti efek kupu-kupu lah ya. Semoga nggak sampai mendatangkan badai saja! Namun kedua pemikiran itu tak menyelesaikan masalah saya: apa yang akan saya tulis untuk tantangan? Heu .... Seusai menulis soal penyelundupan kemarin, barulah saya mendapat ide. Agak jauh sih, kalau dilihat permukaannya saja. Tapi nyambung dengan kondisi di mana saya tidak bisa berbohong. Jadi begini.... Pernah nggak, menerima pesan ...

Silver Ticket War

Image
Selain memikirkan Kajian Rabu Pagi Majelis Pengajian Prancis dan penyuntingan ebook kedua 2026 Mamah Gajah Ngeblog, ada satu lagi yang jadi pikiran saat kepulangan saya ke Cannes ditunda sehari : saya sudah menyanggupi permintaan Butet untuk ticket war ! Ceritanya Butet mendapatkan informasi mengenai penjualan spesial tiket konser Olivia Rodriguez di Paris untuk April 2027 nanti. Dia yang ngefans banget sama penyanyi satu itu, tentu saja tak mau melewatkan penawaran silver star tickets yang hanya 2x25€ itu. Ya, dijual per dua tiket. Dia sudah bersepakat nonton bareng teman kuliahnya dan menyusun rencana ke Parisnya.  Sebelumnya, Butet sudah menyerah, tak ikut war saat penjualan tiket The Unraveled Tour utamanya yang dijadwalkan di hari Minggu. Takut harus melewatkan kuliah Senin sesudah menonton konser yang diselenggarakan malam begitu.  Tanggal pembukaan penjualan silver star ticket itu tidak langsung diberitahukan. Tapi biasanya di jam kerja. Dan benar saja: hari Rabu, jam ...

Ma Rentrée 2026

Sudah Senin lagi. Tadinya saya pikir akan keluar hari ini. Sekalian menandai "tahun ajaran baru" saya. Tapi ternyata saya masih merasa lemas.  Belum sehat?  Kecapean?  Gitu doang.  Manja, ah! Bukaaan. Itu bukan komentar orang. Itu kata hati saya sendiri. Perasaan jadi orang kok lemes amat ya!? Tapi dipikir-pikir, dua bulan ini memang padat sekali. Sejak Juli saja ada 4 perjalanan. Belum lagi Festival Film sepanjang Mei. Lalu Canneseries di bulan April. Dan di antaranya. Dan sebelumnya, dan sebelumnya, ... Sibuk sekali rasanya setahun ini. Tak usah sampai jauh lah ya. Kita coba telusuri sepanjang dua bulan belakangan ini saja. 18 Juli sore hingga 22 Juli pagi, saya ke Budapest. Sebelumnya ada persiapan Butet yang melakukan perjalanan Discover EU. Pendampingannya juga, yang kebetulan ada perbedaan waktu 2 jam, Prancis lebih cepat. Lebih untuk menenangkan hati mamak-mamak yang baru pertama melepas anak gadisnya ke luar negeri benar benar sendirian ini sih. Sesudah itu p...

Penyelundupan Tak Disengaja

Sejak pulang dari Valenciennes, saya belum keluar rumah lagi. Sama sekali! Segala belanja masih dikerjakan suami. Memang standarnya dia yang belanja mingguan juga sih. Tapi biasanya saya yang belanja daging-dagingan karena dia males mikir berapa banyak yang mau dibeli di boucherie halal. Kalau di swalayan kan sudah dikemas tuh! Saya merasa masih capek saja. Sedikit mengerjakan pekerjaan rumah, saya perlu baringan. Mungkin karena perbedaan cuaca. Valenciennes adem. Suhu maksimal masih di kisaran 22-24. Di Cannes? Itu suhu minimal! Sepertinya saya belum fit juga sejak sakit sepulang dari Indonesia. Demam dan batuk sih sudah hilang. Tapi mendengar kabar bahwa di Indonesia ada wabah flu—dan dalam pesawat ada penumpang yang batuk-batuk saja—saya rasa saya harus bersabar beberapa hari lagi. "Biasa"-nya saya baru bisa pulih dari flu sesudah 2 minggu. Masih untung saya tak terkena demam tinggi hingga pegal-linu yang berkepanjangan! Siang tadi, sesudah makan, saya selonjoran saja di ...