Film Taiwan Left Handed Girl

Sehari sebelum No Other Choice. Saya dan Paksu menonton Left Handed Girl di Mediatheque Numerique (Perpustakaan Daring). 

Pada dasarnya memang kami suka menonton film. Cuma jarang ke bioskop. Kami lebih sering memanfaatkan berbagai platform streaming online, baik yang berbayar, maupun yang gratis. Yang jelas harus legal!

Kutukan Tangan Kiri

Menceritakan tentang seorang ibu yang baru pindah ke Taipei dengan dua anak perempuannya. I-Ann, anak perempuan pertama, putus SMA dan bekerja. I-jing, anak keduanya, masih kecil, masih TK. Si ibu membuka warung mi di pasar.

Beberapa lama sesudah menetap, mereka berkunjung ke rumah orang tua si ibu yang tinggal di kota yang sama. Itu adalah pertama kalinya mereka berkenalan dengan cucu kecilnya. Si kakek memperhatikan bahwa I-Jing kidal. Dia berkali-kali berkomentar bahwa itu tidak baik dan memaksanya menggunakan tangan kanan, meski sang nenek mengingatkan bahwa sudah tidak zamannya lagi mengkritik anak kidal.

Komentar kakek tidak terlalu masuk ke I-Jing. Namun pada saat si ibu terpaksa menitipkannya ke sang kakek yang sedang sendirian di rumah, si kakek lebih keras lagi mengkritik I-Jing. Dia mengatakan bahwa tangan kiri adalah tangannya setan!

I-Jing menyimpulkan bahwa apapun yang dilakukan tangan kanannya adalah kelakuan setan dan bukan tanggung jawabnya. Dan dia pun mulai mengutil di pasar. Sampai suatu hari, meerkat-nya tertabrak motor sampai mati karena mengejar bola yang dilemparnya ... dengan tangan kiri!

Mengikat Perhatian

Film Taiwan berjudul asli 左撇子女孩 ini sudah sempat saya lirik saat terseleksi di kompetisi paralel Semaine de la Critique pada Festival Film Internasional Cannes 2025. Tak masuk watchlist, memang. Entah kenapa, saya lupa. Tapi toh akhirnya saya tak berhasil menonton satupun film di Semaine de la Critique karena tak jelas distribusi tiketnya yang sebenarnya gratis itu.

Saat filmnya rilis di bioskop-bioskop Prancis 17 September 2025, saya tak sempat menontonnya. Padahal saat itu ada banyak berita tentang kesuksesannya. Sudah memenangi banyak festival film juga sih, termasuk Prix de la Foundation GAN pour la Cinéma di Cannes. Dan setelah menontonnya, saya merasa memang layak!

Film ini tidak seperti film festival "biasa" yang membosankan atau membuat sakit kepala. Memang lambat. Ada banyak adegan berdiam diri, I-Ann yang memboncengkan I-Jing dengan motor di jalanan Taipei, I-Jing yang bermain dengan meerkat, ... tapi ada sesuatu yang mengikat perhatian saya dan membuat penasaran. Penasaran mau dibawa ke mana ceritanya.

Tangan kiri di film ini bukanlah bahasan utama. Namun I-Jing, yang diperankan dengan apik oleh aktris muda Nina Ye, memang bintangnya. Dia adalah inti dari cerita, yang baru saya ketahui di akhir film. Di sepanjang film, peran ketiga perempuan cukup berimbang.

Bukan Film Anak!

Meski bertokoh utama anak kecil, film ini jelas bukan film anak-anak. Adanya konten seksual dan penggunaan bahasa vulgar, film ini dikategorikan untuk penonton di atas 12 tahun.

Film yang masuk shortlist untuk Best International Feature Film pada ajang Oscar 2026 mewakili Taiwan ini disutradarai oleh Tsou Shih-ching yang bekerja sama dengan Sean Baker. Sean Baker meraih Palme d'Or pada tahun 2024 dan Oscar pada tahun 2025 dengan film Anora yang belum dan tidak saya minati untuk saya tonton.

Film berdurasi 108 menit ini berhasil mengikat saya hingga akhir yang cukup mengejutkan. Tema keluarga tiga generasi dengan segala problematikanya diangkat dengan sangat menarik. Ah, bukan tiga, tapi empat!


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Tanpa Internet? Bisakah?