1 Ramadan 1447 H
1 Ramadan 1447 H di Prancis ditetapkan bertepatan dengan 18 Februari 2026. Hari ini, sebagian besar muslim-muslimah Prancis mulai menjalankan puasa Ramadan. Sebagian besar? Ya, karena di Prancis pun, ada perbedaan penentuan awal Ramadan.
Saya tidak mendalami tepatnya apa, dasar perbedaannya. Ada yang mengatakan bahwa Sya'ban belum genap padahal saya melihat di kalender aplikasi (yang berdasarkan perhitungan astronomi) bahwa Sya'ban sudah sampai tanggal 29. Ada yang mengatakan hilal belum terlihat. Ada pula yang sekedar mengikuti negara asal yang memang komunitas muslimnya cukup besar. Yang dekat-dekat saja tentunya ya: negara-negara magribi (Afrika bagian utara) dan yang paling jauh Turki.
Sayangnya, belum ada lembaga Islam "resmi" yang benar-benar bisa menghimpun seluruh organisasi Islam di Prancis. CFCM yang sempat lama saya jadikan panduan pun tak jelas kondisinya. Tak ada informasi engenai isbat, misalnya. Kami pun memilih mengikuti keputusan Masjid Agung Paris, yang disepakati oleh berbagai organisasi Islam di Prancis, serta diikuti oleh masjid di kota kami Cannes dan Valenciennes, kota rantau si Butet.
Ramadan kali ini, ada satu milestone lagi yang perlu dicatat. Tahun ini adalah saatnya saya kembali puasa berdua saja dengan suami, setelah hanya satu Ramadan yang kami lewati berdua saja di awal menikah dulu, di awal saya merantau di Prancis, November 2000.
Setelah Ramadan yang puasanya pendek sekali saat itu, ada si Ucok yang hadir. Kemudian Butet. Kemudian Ucok meninggalkan rumah. Dan tahun ini, Butet yang mulai berpuasa sendiri di rantaunya.
Ada rasa kehilangan momen membangunkan anak-anak saat hidangan sahur hampir siap. Membangunkan pertama dengan halus, lalu kedua dengan sedikit memaksa. Nggak segitunya juga sih. Belakangan malah saya sadari bahwa semua itu seperti sengaja: ritual membangunkan pertama adalah untuk memberi anak-anak perasaan bahwa ada ekstra waktu tidur 10-15 menit! Hahaha.
Ada rasa kehilangan momen menanyakan mereka mau menu apa untuk berbuka dan sahur. Momen diskusi untuk mencapai kesepakatan jika keinginan mereka berbeda. Belum lagi kalau anaknya mertua ikut menyumbang ide lain lagi. Heu .... Lalu tetiba saya bilang bahannya tidak ada atau sekedar malas memasak saja! Eh? Hihihihi.
Sahur pertama pagi ini kami makan paha kambing panggang. Berat amat? Yah, itulah sisa menu makan malam kami kemarin. Bedanya, sambal korek yang menemani kemarin dihapuskan dari menu sahur. Nggak mau ambil resiko. Hehehe.
Sambil sahur saya menanyakan kabar Butet. Dia tak mau dibangunkan. Tak perlu, katanya. Dan hari pertama ini sahur cukup lancar. Tak benar-benar lancar.
Soal bangun pagi, tak masalah. Butet sudah biasa bangun jam 6 pagi untuk belajar. Soal makanan, dia sudah menyiapkan untuk tinggal menghangatkan sebelum sahur. Yang jadi masalah bahwa setelah makan, dia jadi kenyang dan malas belajar! Hahaha. Sepertinya dia harus mengatur lagi, menyesuaikan dengan waktu mencernanya!
Sampai saat menulis ini, saya belum sempat menanyai Ucok tentang sahurnya. Tahun-tahun sebelumnya, dia suka begadang sampai jam sahur—memanfaatkan waktu malam yang pendek untuk nge-game dengan rekan yang berada di belahan dunia lain—dan baru tidur sesudah Subuh. Entah apakah masih sama tahun ini yang malamnya lebih panjang, tapi tetap Subuhnya lebih cepat—dengan Magrib lebih cepat juga, tentunya!
Selama 25 tahun merantau, saya merasakan durasi puasa perlahan memanjang, kemudian memendek lagi. Bahkan hari ini durasi puasa kami lebih pendek ketimbang di Indonesia tuh! Meski nantinya puasa akan sedikit demi sedikit memanjang, tetap menjadi suatu kelegaan tersendiri saat melepas Butet puasa sendirian di rantau tahun ini, pas Ramadan secara utuh berada di pewaktuan musim dingin.
Buka malam nanti?
Niatnya sih rendang. Tapi baru saja saya menyadari bahwa Paksu tidak membeli santan saat belanja kemarin. Sepertinya tak sengaja terhapus dari daftar belanjaan di ponselnya yang memang sudah sering ngaco.
Yah, lihat saja nanti. Entah keluar belanja lagi, atau saya adaptasi 1kg daging sapi yang sudah terlanjur saya masak dan bumbui bawang merah-putih plus kacang mede (pengganti kemiri) menjadi masakan lain!
Yang jelas, 1 Ramadan Rabu atau Kamis, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan ya!
Selamat berpuasa Pra Paskah juga untuk teman-teman yang menjalankan. Barengan euy! Tapi kami selesai lebih cepat karena cuma maksimal 30 hari! Hehehe.
Semoga sehat dan lancar selalu semuanya!


Comments
Post a Comment