Valenciennes Januari 2026 H8
Dan sampailah kami kembali di Cannes setelah 8 hari di Valenciennes!
Perjalanan pulang kali ini merupakan yang ternyaman. Paksu tak mau susah. Kami naik Uber Ride dari Valenciennes ke bandara Lille. Padahal Butet pulang lebih cepat dari yang dijadwalkan dan kami bisa saja mengejar kereta api ke Lille lalu menyambung shuttle ke bandara.
Saya sendiri mulai merasakan kelelahan setelah 8 hari yang cukup intensif. Apalagi kemarin saya mengerahkan usaha ekstra dengan pertimbangan untuk menyiapkan maksimal sebelum kembali meninggalkan Butet: membelanjakan keperluan yang belum sempat terbeli dan bisa disimpan lama (beras, saus, ...), memarinasi ayam agar tinggal dimasak di air fryer untuk seminggu ke depan, memasakkan balado terong yang bisa dikonsumsi 2-3 hari, plus nasi goreng untuk bekal 2-3 kali makan siang.
![]() |
| Pemandangan jam setengah 9 pagi, tak lama sesudah matahari terbit |
Oh ya. Saya datang ke asrama Butet sebelum dia berangkat kuliah. Pesawat kami malam sedangkan harus check out hotel sebelum tengah hari, saya dan Paksu menunggu waktu di kamar Butet lagi. Karenanya, saya harus serah-terima kunci kan!? Tidak bisa diwakilkan Paksu karena Butet baru berangkat kuliah jam 9.15 sedangkan Paksu sudah ada meeting dari jam 9. Dia menyusul kemudian sambil membawa koper.
Sesudah Butet berangkat, saya berniat bersantai sejenak setelah menyiapkan meja untuk nantinya Paksu bekerja. Namun baru berbaring sejenak, terdengar sayup-sayup alarm kebakaran!
Saya tak yakin apakah itu datang dari bangunan asrama atau dari gedung sebelah. Namun saya bersiap keluar. Cukup mengenakan sepatu dan jaket dan meraih tas ini! Saya melakukan semuanya dengan tenang.
Saat membuka pintu kamar, barulah kekhawatiran datang. Suara alarm sangat kencang! Memekakkan telinga. Tanpa melihat asap pun saya berlari menuju tangga darurat saking terganggunya. Di sana, saya menemukan beberapa perempuan muda yang justru menaiki tangga.
Mereka bilang sekilas bahwa tidak ada apa-apa. Saat sudah berada di lantai dasar asrama, saya bertemu dengan penjaga yang mengonfirmasi. Katanya semua baik-baik saja, ada perbaikan sesuatu yang menyebabkan alarm berbunyi.
Belakangan Butet mengatakan bahwa di Discord penghuni asrama ada pembicaraan tentang alarm yang memang volumenya tak sekuat saat dulu benar-benar ada kebakaran kecil. Karenanya dari kamar tak begitu jelas. Wah. Dengan suara yang katanya tak kencang itu saja saya sudah tak tahan. Gimana kalau volume penuh ya!?
![]() |
| Pemandangan setengah 10 pagi. Melihat posisi matahari, jadi terasa kalau sedang di belahan bumi bagian utara. |
Saya tak balik ke kamar. Sekalian ke kota saja lah. Tram masih lama, saya sempatkan mengisi ulang kartu transportasi yang sudah hampir habis. Waktu itu kami belum memutuskan untuk mengambil Uber ke bandara.
Rute saya kemarin adalah Normal, Carrefour Market, lalu menjemput Merveilleux-nya Fred daripada terbayang-bayang! Hahaha. Niat banget lho, karena keluar dari Carrefour Market ada rintik hujan halus yang turun!
Pulang dari kota saya langsung aktif di dapur sampai Paksu datang menyusul lewat tengah hari. Paksu mengatakan sudah memesan Uber untuk jam 6. Terlalu cepat. Namun kami tak mau mengambil resiko karena baru kali ini kami bisa memesan terjadwal Uber di Valenciennes.
Sebelumnya, tak ada opsi pemesanan lebih awal. Hanya ada pemesanan langsung datang. Paksu memesan dengan jam yang longgar begitu, berjaga-jaga kalau misalnya ternyata gagal atau batal dan kami harus memanggil taksi.
Karena tak perlu mengejar tram lalu kereta lalu shuttle, saya pun langsung merasa lebih santai. Saya bahkan berhasil power nap!
Kami masih sempat mengobrol santai dengan Butet sebelum Uber datang 15 menit lebih cepat. Dengan Uber, perjalanan lebih praktis dan cepat. Hanya 45 menit kami sudah tiba di bandara. Terlalu awal. Bahkan konter check in bagasi pun belum dibuka.
Bandara Lille kecil sekali. Saat kami tiba belum jam 7 malam, tinggal 3 penerbangan yang akan diberangkatkan. Pesawat ke Nice adalah yang terakhir.
Perjalanan dari Lille lancar. Pesawat berangkat lebih cepat. Toh sudah tak ada yang lain itu juga kan!? Ada vigilance jaune untuk hujan berpetir di Nice. Dari berangkat saya sudah tak tenang. Mendekati waktu mendarat, ada banyak turbulensi. Guncangan terasa sekali. Kami tiba di Nice praktis 15 menit lebih cepat, di bawah hujan!
Saat saya menulis ini, Selasa malam, sedang hujan berpetir di Cannes. Rasanya lebih parah dari kemarin deh. Karena kemarin, sepanjang perjalanan dari bandara ke rumah, saya tak merasakan adanya kilat. Mengingatkan untuk bersyukur sudah tiba Senin malam dengan selamat.


Comments
Post a Comment