Butet Resmi Terdaftar di Bachelor Animasi 3D Rubika Valenciennes

Sabtu 21 Februari ini, Butet memasuki periode libur musim dingin. Periode libur Valenciennes sama dengan Cannes. Sama-sama zone B. Namun Butet tak mudik. Liburnya hanya seminggu. Tidak dua minggu seperti jadwal libur normal.

Program kelas persiapan memang padat. Prépa Rubika sendiri dijadwalkan berakhir bulan Maret. Jadi sudah akhir tahun ajaran, ceritanya.

Kok tidak sampai Juni?

Mulai Maret, mulai juga masa-masa pendaftaran dan seleksi masuk sekolah-sekolah animasi. Mahasiswa prépa layaknya mempersiapkan portofolio dan belajar untuk tes serta wawancara.

Layaknya?

Begitulah. Karena itulah Butet memutuskan untuk tak mudik guna persiapan seleksi-seleksi ini. Namun ternyata sudah tak perlu lagi untuknya. Alhamdulillah Butet sudah dinyatakan diterima di Bachelor Animation 3D Rubika Valenciennes sejak 11 Februari 2026 yang lalu.

Memang prépa Rubika adalah prépa integrée. Namun tetap saja ada prosedur portofolio dan wawancara yang harus dilewati. Tak cukup dengan nilai rapor saja.

Butet adalah salah satu dari beberapa mahasiswa yang dipanggil wawancara pada sesi Februari. Mulanya dia tak yakin akan dipanggil di sesi pertama ini. Tak cukup percaya diri. Karenanya dia makin yakin tak mudik untuk fokus belajar.

Kalau dilihat dari nilai rapornya yang di atas rata-rata, bahkan dengan meraih nilai tertinggi di kelasnya untuk beberapa mata kuliah—salah satunya perspektif, yang saat wawancara masuk prépas dikeluhkannya sebagai materi yang tak dikuasai!—saya meyakinkannya bahwa dia bisa. Ditambah dedikasinya sebagai ketua kelas, ternyata memang sekolah memandangnya layak untuk lekas dipanggil wawancara.

Dipanggil wawancara tidak membuat Butet tenang karena standarnya belum berarti diterima. Masih ada kemungkinan gagal dan harus mengulang. Satu alasan lagi untuk menunda mudik.

Namun saat wawancara 9 Februari lalu, direktur jurusan Animasi 3D menyatakan bahwa wawancara Februari sekedar formalitas. Mereka yang dipanggil Februari adalah mereka yang direkomendasikan dosen wali. Jadi ya ... pasti diterima! Kecuali kalau portofolionya amat sangat parah. Atau melanggar aturan sekolah. Atau tak hadir wawancara.

Usai wawancara waktu itu, Butet cerita ke saya kalau dia agak keder. Pasalnya, dia sempat nekat menanyakan ke pewawancara yang kurang lebih "gini doang?". Tak ada pertanyaan teknis. Hanya menunjukkan portfolio dan gambar-gambar di buku sketsa. Meski kemudian dijelaskan seperti di atas—setelah mencandai dengan pertanyaan "mau tambahan pertanyaan teknis?", Butet sempat merasa takut dianggap mahasiswi yang menantang. Hehehe.

Sebuah kelegaan tersendiri, mendapatkan konfirmasi penerimaan Butet, dua hari setelahnya. Kelegaan yang diiringi kecemasan karena harus membayar uang muka. Heu.... Pembelian tiket ke Indonesia pun harus ditunda.

Ya, Butet sudah resmi terdaftar sebagai mahasiswa Bachelor Animation3D Rubika. Sudah mendaftar ulang dan membayar uang muka.

Untuk anekdot, Butet mengeluhkan ketidakmungkinannya untuk memberi masukan jika ada yang bertanya soal wawancara masuk sekolah animasi. Tak hanya untuk seleksi bachelor ini, saat wawancara untuk masuk prépa pun kan cukup spesial tuh. Wawancara malah mengobrolkan soal pantai dengan santai. Sampai-sampai saya yang menunggu di luar kamar waktu itu bertanya-tanya apakah Butet sedang menangis atau tertawa. Dan alhamdulillah yang kedua, jawabannya.  

Tapi itu cerita Butet ya. Mungkin sedemikian bagus model wawancaranya sehingga sudah cukup untuk menyeleksi calon mahasiswa. Sampai-sampai Butet tak merasa mendapatkan pertanyaan teknis sama sekali.

Sampai saat saya menulis ini, Butet mantap tetap di Rubika. Dia tak mau mendaftar ke sekolah animasi lain. Tidak Gobelins yang lebih fokus ke 2D sedangkan dia merasa mantap di 3D. Tidak juga ke The Animation Workshop di VIA University College, karena sudah cukup dengan dinginnya Valenciennes dan tak mau menambahnya dengan Viborg di Denmark utara sana.

Meski relatif sudah tenang soal tahun ajaran depan, Butet tetap tak mudik. Sudah mepet. Tak hanya secara pewaktuan, tetapi juga perhitungan biaya yang pasti meningkat karena periode libur sekolah. Plus, Sabtu depan kami akan menonton konser Laufey di Belgia. Tapi itu cerita lain lagi.

Butet memilih tetap di Valenciennes. Masih ada kuliah yang harus diikutinya. Masih ada tugas yang harus diserahkan. Masih ada rapor akhir tahun yang ingin diraihnya dengan benar. Masih ada tahun ajaran yang ingin dituntaskannya dengan indah.

Bismillah. Semoga lancar mengakhiri tahun ajaran prépa dan lancar juga di tahun ajaran depan sebagai mahasiswa sarjana. Semoga Butet benar cocok dan senang dengan pilihannya. Meski saya dan Paksu masih membuka kesempatan untuk Butet jika mau mendaftar ke sekolah animasi yang lain lagi juga karena rata-rata pendaftaran masih terbuka hingga awal-pertengahan Maret.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi