Konser Laufey di Brussels
Sabtu, 28 Februari 2026 malam, saatnya agenda utama: menonton konser Laufey di ING Arena Brussels!
Beberapa hari sebelumnya, Butet menerima email mengenai akses VIP. Dikabarkan bahwa dia sudah bisa masuk lokasi mulai pukul 18.30. Namun Butet memilih datang lebih dekat ke jadwal konser yang pukul 20.00 saja. Biar tak terlalu lama menunggu. 19.30 cukup lah. Berangkat habis buka yang dijadwalkan pukul 18.20an. Toh dia tak berminat mengejar belanja merchandaise juga.
Tak disangka Sabtu sore itu pesanan Uber Eats kami datang terlambat sekali. Kami mulai memesan dari pukul 17.30 ternyata kemudian ditolak. Kami pun harus mencari tempat baru, yang ini ternyata pengantarannya sangat lambat, dan baru menerima makanan 10 menit sesudah Magrib! Akibatnya, kami terlambat berangkat ke konser dari yang kami perkirakan. Dengan Uber Drive sekalipun. Kami tak berani mengambil metro yang mungkin sekali penuh, plus jalan 800 meter lagi.
Antrian sudah panjang sekali saat kami tiba di lokasi pukul 19.50-an. Ada papan tanda VIP, tapi tak jelas jalurnya. Hanya ada satu antrian yang mengular. Kami tak melihat ujungnya.
Saya minta Butet mengantri sementara saya dan Paksu mencari ujung antrian, dan mungkin jalur antrian VIP. Tak ada petunjuk. Tak ada pula petugas yang bisa ditanyai.
Butet mulai panik. Dia tak boleh terlambat mengambil merch khusus untuk pemegang tiket VIP yang dibatasi waktu klaimnya. Dan dia tak mau terlambat menyaksikan konser, tentunya!
Saya pun minta ganti posisi: saya yang mengantri, dia yang mencari informasi bersama papanya. Antrian maju dengan cukup cepat. Untungnya, Butet juga sudah kembali ke antrian sebelum saya melewati gerbang gedung pertunjukan. Paksu tak mau bergabung. Dia memilih mengantri dari ujung belakang, menghargai pengantri lain.
Di gerbang, sebelum pemeriksaan barang bawaan, baru kami menemukan petugas yang bisa ditanyai. Dia membuka pembatas dan mempersilakan Butet masuk ke "jalur VIP". Sepertinya sebagian besar (kalau tidak bisa dikatakan semua) pemegang tiket VIP memang datang jauh lebih awal. Setelah sepi, jalur khususnya ditutup. Sayangnya, tak ada petunjuk jelas bagi yang datang setelahnya.
![]() |
| Saya dan Paksu Kategori 2 di tribun, Butet VIP di seated floor |
Saya tak langsung melewati pemeriksaan barang. Saya memilih menunggu Paksu. Toh tempat duduknya bernomor. Dan kami mendapatkan posisi cukup ke pinggir. Tak akan ada masalah kalau terlambat datang.
Sambil menunggu, saya mengamati arus penonton yang datang. Kebanyakan anak muda, tentu saja. Banyak remaja, ada anak kecil juga. Beberapa terlihat ditemani salah satu atau kedua orang tuanya. Tenang, ada juga penonton dewasa. Ada yang sendiri, ada pula yang berpasangan.
Beberapa penonton muda mengenakan pakaian yang unik-unik. Berharap dipilih menjadi best-dressed yang selalu diseleksi maskot Mei-mei si kelinci pada setiap konser, bisa mendekat, berjabat tangan dengan Laufey, dan mendapatkan mahkota, mungkin?
Butet sendiri tak macam-macam. Dia hanya mengenakan atasan kebaya birunya. Tak lupa memasang pita di rambutnya. Simbol para Lauvers, katanya. Fans Laufey.
Sebelum Paksu datang, Butet mengabarkan kalau sudah berhasil mengambil merch spesial VIP dan sedang mengantri di photo booth. Dia meminta saya mengambil merch dan jaketnya jika memungkinkan, agar tak repot saat mengantri.
Tak lama kemudian, Paksu bergabung. Kami langsung melewati pemeriksaan barang, kemudian pemeriksaan tiket. Dengan mudahnya kami menemukan Butet untuk mengambil barang-barangnya. Antrian di photo booth masih panjang. Saya dan Paksu memutuskan masuk ruangan. Selain penasaran dengan suara musik yang terdengar dari luar, kami belum tahu juga di mana tepatnya lokasi kursi kami, yang ternyata tidak sulit.
Petunjuk di dalam gedung cukup jelas. Kami cepat menemukan tempat duduk yang hanya berjarak satu kursi yang masih kosong dari paling pinggir. Kami dapati ternyata konser pembuka yang diisi oleh Phoebe Lou sudah dimulai sejak pukul 20.00. Rupanya pembeli tiket harus mengikuti grup Whatsapp untuk mengetahui detil jadwal acara. Itu yang dilakukan Paksu. Sepertinya tidak dengan Butet.
![]() |
| Menyimak penampilan Phoebe Lou |
Saya mengabari Butet dan meng-update saat Phoebe Lou mengumumkan tinggal dua lagu lagi. Namun ternyata saat itu Butet sudah selesai berfoto dan sudah duduk di kursinya. Syukurlah.
Konser utama mulai tepat pukul 21.00. Kami sangat menikmati konser malam itu. Meski hanya bisa melihat Laufey dengan jelas di layar yang disediakan di samping panggung, kami bisa melihat dekor yang berganti-ganti tiap lagu. Kualitas suara dalam ruangannya bagus sekali. Beberapa kali penonton ikut bernyanyi dengan kalem. Koornya terasa enak didengar.
![]() |
| Bisa menebak, sedang menyanyi lagu apa? |
Duduk di tribun, agak ke belakang ternyata nyaman-nyaman saja. Minusnya hanyalah di awal konser di mana penonton di blok kami berdiri. Tak hanya untuk satu lagu, sekedar menyambut munculnya sang penyanyi, tapi sepanjang Act 1! DI akhir konser penonton juga berdiri lagi. Wajar sih. Ya sudahlah.
Kami sih tak ikut berdiri. Kalem saja duduk mendengarkan. Toh meski berdiri kan tetap tak bisa melihat jelas juga. Ponsel butut kami pun tak sanggup menangkap gambar yang tajam dari jarak sejauh itu! Hihihi.
Butet sendiri merasa nyaman di tempatnya. Kursi terdepan posisi duduk, tepat di belakang kelas festival yang berdiri. Dia mendapatkan blok kanan, kursi terkiri. Praktis tengah lah. Dia bisa melihat panggung dengan jelas. Hanya sesekali pandangannya terhalang oleh satu penonton yang tinggi sekali. Ya, satu! Kok ya kebetulan posisinya ada di arah pandang Butet ya!? Heu....
![]() |
| Pemandangan ke panggung seusai konser |
Sepanjang konser, kami melihat bahwa ruangan penuh. Namun kehebohan konser baru benar-benar terasa saat bubaran. Sulit untuk menuju titik temu dengan Butet di tengah lautan manusia yang tak searah jalannya. Entah ke mana, mereka. Mungkin ada yang ke tempat parkir, ada yang ke halte bus, ada pula yang menuju stasiun metro seperti kami.
Kali ini, yang disebut metro malah seperti tram dalam pemahaman kami. Perjalanan banyak berlangsung di atas permukaan tanah! Yang jelas, perjalanan kami nyaman. Karena jalan santai, sudah tak banyak penumpang bersama kami. Untuk apa buru-buru juga, sedangkan metro masih ada sampai lewat tengah malam.
Kami sudah sampai hotel lewat tengah malam. Mengecek Uber Eats, melihat ada beberapa rumah makan buka sampai jam 5 pagi, kami memutuskan untuk tidur setelah mandi dan salat, dan memesan makan untuk sahur jam 4 saja.
Namun ternyata kami masih terlalu bersemangat. Tak ada rasa kantuk. Kami memperbincangkan "pertemuan" dengan Laufey yang akhirnya tercapai, setelah sempat dikecewakan dengan dibatalkannya konsernya di Jazz à Juan 2024 lalu. Kalau tak ingat harus bangun sahur dan perjalanan pulang, mungkin kami akan begadang semalaman.
Seperti saya, Butet pun tak berhasil merekam gambar yang bisa dibilang bagus. Maklumlah, meski lebih baru, ponselnya lebih rendah kualifikasinya ketimbang ponsel saya. Wajar, kan!?
Tak apa tak ada dokumentasi dalam foto dan video. Yang penting ada memori terpatri dalam kepala dan hati: keseruan konser, juga kebersamaan kami.






Comments
Post a Comment