Paris Juli 2026 — 1

Perjalanan kedua saya adalah ke Paris.

Paris lagi?

Yak!

Kali ini, tujuan utamanya lagi-lagi bukan untuk jalan-jalan. Saya ke Paris karena mengintil Paksu yang harus ngantor. Butet sedang keliling Eropa. Ucok nggak pulang. Daripada sendirian, saya ikut saja! Hehehe.

Perjalanan ke Paris kali ini juga mengandung misi yang tidak terselubung, sih. Yaitu survey kota-kota yang prospektif jadi calon tempat tinggal kalau kami harus pindah ke Paris. Kota-kota sekitaran Paris, tentunya. Kalau Parisnya sendiri, masih kemahalan untuk kami!

Karenanya, Paksu mengambil hotel di Achères. Sebuah kota kecil di barat Paris yang bahkan teman-teman yang saya ceritai tak mengenalnya. Yang jelas kota ini bisa diraih dengan sekali RER untuk ke kantor Paksu!

Hari 1: Minggu 26 Juli

Kami berangkat Minggu pagi. Kami langsung ke hotel yang dengan baiknya langsung mempersilakan kami masuk kamar meski baru lewat tengah hari. Padahal kami berniat menitipkan bawaan saja dan langsung ke pusat kota untuk makan siang. Selain karena hotel terletak di sebelah stasiun kereta yang jauh dari mana-mana, restoran hotel tutup di hari Minggu. Setelah pertandingan final bulu tangkis selesai (eh?), kami beranjak ke pusat kota.

Baru menyeberang jalan, kami menerima voice chat dari Butet yang panik karena ada masalah dengan perjalanannya saat itu dari Wina ke Praha. Koneksinya tidak bagus. Kami berpindah ne texting. Memakan waktu cukup lama sampai kami bisa kurang-lebih menyelesaikan masalahnya. Saya dan Paksu pun memutuskan kembali ke hotel dan memesan antar saja karena rata-rata restoran di kota sudah hampir waktunya tutup.

Restoran hotel tutup hari Minghu, kami memesan dari restoran di kota yang memang hendak kami datangi siang itu. Entah salah di mana, ada 4 kotak nasi dan 4 naan keju yang kami terima! Sedangkan lauknya hanya 2. Tapi memang akhirnya kami jadikan 2 porsi makan siang dan malam hari itu.

Kami ke pusat kota sesudah Asar. Itu artinya sudah jam 6 sore lebih. Matahari masih tinggi dan suhu udara masih panas. Tapi lumayan, ketimbang kalau jalan di tengah hari.

Kami berjalan kaki sampai ke kantor walikota yang tak kami lihat karena ternyata terletak di balik gereja yang diarahkan google map. Untuk kembali ke hotel, kami memutar melalui jalan lain. Memang tujuannya untuk melihat-lihat kota kan!?

Kami simpulkan bahwa kota Achères sepi. Poin positifnya ada di kemudahan transportasi ke kantor tadi!

Hari 2: Senin 27 Juli

Paksu ada jadwal pelatihan 27 dan 28 Juli. Dua hari itu saya sudah menjadwalkan bertemu masing-masing dengan seorang teman pengajian yang sama-sama tergabung di Majelis Pengajian Prancis. Saya sampaikan pada mereka bahwa saya akan menurut saja, mau dibawa ke mana, terserah mereka.

Hari Senin saya menemani seorang teman yang sudah lama tidak me-time karena kesibukan kerja dan urusan rumah tangga. Kebetulan Senin itu dia libur dan kedua anaknya sedang berlibur dengan bapaknya.

Saya menemaninya belanja kosmetik—dan ikut tergoda oleh diskonan masker. Heu.... Kami makan siang bersama di Restoran Makan-Makan dengan menu bakso dengan tulang sumsumnya sambil mengobrol panjang-lebar. Lalu saya menemaninya mencari pakaian untuk anak-anaknya meski sayangnya tak ketemu.

Hari itu saya menginjakkan kaki ke berbagai stasiun kereta api dan metro yang tak saya kenal. Saya menelusuri berbagai pusat perbelanjaan yang belum pernah saya kunjungi. Yang jelas senang, bisa mengobrol panjang lebar dengan kawan yang baru kedua kalinya saya temui secara lanngsung itu.

Saya kembali ke hotel untuk salat dan selonjoran sejenak sebelum berangkat lagi. Paksu mengajak melihat-lihat kota Andressy yang hanya satu stasiun kereta dari Achères. Tadinya kami mau ke sana Rabu, tapi gelombang panas diprakirakan datang lagi mulai Selasa.

Satu stasiun kereta. Untuk ke pusat kotanya, masih jauh lagi. Kami menargetkan daerah dekat stasiun saja sih. Cuma pengin tau juga lah, kotanya seperti apa.

Sayangnya tak ketemu karena salah mengeset pencarian GPS dan malah tersasar ke daerah perumahan yang kami taksir harganya jauh di atas budget kami! Hihihi.

Kesimpulannya, Andressy lebih sepi lagi dari Achères. Dan tak segampang itu buat ke kantor Paksu kalau lokasi tak pas dekat dengan stasiun kereta.


---

Tulisan ini mulai disusun sejak dalam perjalanan ketiga dan baru bisa dipublish—meski belum tuntas—saat sesudah sampai di tujuan perjalanan yang ceritanya nanti lagi saja yaaa!

Bersambung ke bagian kedua....

Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi