Valenciennes Cannes September 2026

Akhirnya saya kembali ke rumah lagi menjelang pukul 20, Rabu kemarin. Setelah 10 menit perjalanan tram T2 dari asrama Butet ke stasiun kereta api Valenciennes, 2 jam perjalanan TGV Inoui Valenciennes--Paris, 2 jam "transit" di Paris yang termasuk perpindahan stasiun dari Gare du Nord ke Gare de Lyon menggunakan RER D, 5 jam TGV Inoui dari Paris ke Cannes, dan 10 menit Palmbus 1 dari stasiun kereta api Cannes ke rumah. Ditambah hampir 24 jam.

Lho, kok bisa?

Tadinya, saya dijadwalkan pulang ke Cannes hari Selasa, 8 September. Pagi itu, saya bangun Subuh, melipat mukena travel saya dengan rapi, dan memasukkannya ke dalam tas tenteng. Saya melepas kabel charging smartwatch. Kemudian saya memindahkan kabel charging smartphone untuk men-charge tablet.

Butet belum bangun. Matahari memang belum terbit. Saya berniat kembali berbaring, memanfaatkan waktu sebelum meninggalkan si Bungsu di rantau sendirian. Entah kenapa saya tertarik membuka ponsel. Dan saya menerima SMS bahwa kereta api saya dibatalkan!

Ada url yang ditampilkan di SMS. Namun saya lebih memilih mengecek e-mail untuk lebih amannya. Dan benar: TGV Inoui Valenciennes--Paris jam 10.16 pagi itu dibatalkan!

Lekas saya menelepon Paksu. Beliau yang membelikan tiket untuk saya. Lagipula saya terlalu panik untuk mengurusnya.

Cepat saja, Paksu menemukan tiket kereta pengganti keesokan harinya dengan jam yang sama. Alhamdulillah.

Saya pun kembali ke tempat tidur, memeluk Butet yang sempat terbangun. Dapet bonus sehari lebih lama bersama anak gadis saya nih. Untung menginap di kamarnya dan bukan di hotel!

Tentu saja saya tak bisa tidur. Banyak yang jadi pikiran: Kajian Rabu Pagi MPP, penyuntingan ebook MGN yang deadline pengumpulan naskahnya Rabu tengah malam WIB, ... yang keduanya sudah saya atur dalam agenda di kepala saya sehingga saya memilih pulang hari Selasa.

Ada penyesalan karena saya menolak usulan Butet untuk mencucikan pakaian Senin sore. Saya pikir, toh mau pulang ini kan!? Biarkan Butet memanfaatkan mesin cuci sepenuhnya untuk keperluannya. Meski sebenarnya Butet yang biasa menjemur bajunya sudah mengusulkan juga untuk mengeringkan pakaian saya dengan pemanas. Dan saya pun bisa menggunakan mesin pengering juga secara spesial malam itu.

Tak mau mengeluarkan pakaian kotor dari tas dan ingin megenakan pakaian benar-benar bersih untuk perjalanan ke Cannes, Selasa itu saya memilih tinggal di kamar asrama Butet saja. Menyelesaikan beres-beres dan bersantai. Mencoba memanfaatkan waktu untuk benar-benar istirahat sebelum menghadapi perjalanan yang 9 jam plus hampir 24 jam itu.  

Kenapa hampir 24 jam? 

Selasa, Butet mulai jam 10. Saya bisa pergi ke stasiun bersamaan dengan saat dia berangkat kuliah. Rabu, Butet mulai kuliah 9.30. Kami tetap keluar bersama sih. Tapi kan jadi kurang dari 24 jam tuh, bedanya! Hehehe.

Saya kepagian sampai stasiun, tentu saja. Kesempatan untuk saya ke boulangerie historis yang berlokasi di depannya. Sudah setahun ini saya ingin membeli Sotisse, permen khas Valenciennes, dan wafer isi krim vanila yang merupakan makanan khas daerah utara Prancis.

Setahun?

Betul! Setiap kali ke kota baru, saya selalu mencari hidangan khasnya. Kebetulan saja, saat pertama kali ke Valenciennes mengantar Butet tahun lalu, masih pertengahan Agustus. Valenciennes masih dalam "mode liburan". Banyak toko yang tutup, termasuk boulangerie ini.

Saat ke Valenciennes lagi Oktober dan Januari, saya kehilangan momen. Menunda-nunda. Ada yang sempatnya Senin, ada yang sempatnya Minggu siang. Keduanya adalah jadwal tutup toko!

Saya masih harus menunggu lebih dari setengah jam di stasiun sebelum akhirnya meninggalkan Valenciennes. Kereta penuh, baik yang dari Valenciennes maupun yang dari Paris. RER D dan Palmbus 1? Jelas ramai. Tapi saya medapat tempat duduk. Hanya di Tram T2 yang saya berdiri. Memang jam masuk kerja dan sekolah sih ya!?

Sampai rumah, Paksu sudah memasakkan steak untuk makan malam. Wah, memang yang saya idamkan tuh, makan daging merah! Secara selama Butet, kami banyak makan ayam yang memang kesukaannya. Meski Senin saya sempat membuat rendang juga sih! Hehehe.


Comments

Popular posts from this blog

Kesaktian Emak-emak dalam Menemukan Barang Hilang

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi