Penyelundupan Tak Disengaja
Sejak pulang dari Valenciennes, saya belum keluar rumah lagi. Sama sekali! Segala belanja masih dikerjakan suami. Memang standarnya dia yang belanja mingguan sih. Tapi biasanya saya yang belanja daging-dagingan karena dia males mikir berapa banyak yang mau dibeli di boucherie halal. Kalau di swalayan kan sudah dikemas tuh!
Saya merasa masih capek saja. Sedikit mengerjakan pekerjaan rumah, saya perlu baringan. Mungkin karena perbedaan cuaca. Valenciennes adem. Suhu maksimal masih di kisaran 22-24. Di Cannes? Itu suhu minimal!
Sepertinya saya belum fit juga sejak sakit sepulang dari Indonesia. Demam dan batuk sih sudah hilang. Tapi mendengar kabar bahwa di Indonesia ada wabah flu—dan dalam pesawat ada penumpang yang batuk-batuk saja—saya rasa saya harus bersabar beberapa hari lagi. "Biasa"-nya saya baru bisa pulih dari flu sesudah 2 minggu. Masih untung saya tak terkena demam tinggi hingga pegal-linu!
Siang tadi, sesudah makan, saya selonjoran saja di sofa. Menonton drama yang baru mulai saya tonton bersama Butet seminggu yang lalu. Dia sudah menyelesaikan episode yang rilis kemarin. Padahal saya menunggunya tuh!
Kami memang suka "nonton bareng". Bukan ... bukan memanfaatkan fitur (aplikasi?) apalah itu. Sekedar bersepakat menonton episode yang sama saja dalam suatu waktu. Tidak maju ke berikutnya sebelum yang lain menyelesaikan yang itu.
Ini bisa berdurasi satu minggu. Sampai episode berikutnya keluar, kalau serial yang on going. Biar diskusinya nyambung. Tak tercampur dan mengandung spoiler, gitu....
Di tengah menonton, tetiba saya ingin minuman manis. Tapi malas minum teh panas. Malas juga membuat es teh. Saya ingin minum Ultra Milk Moka yang mulanya ingin saya simpan untuk saat istimewa. Halah.
Saya sudah pernah cerita bagaimana meski tak suka minum kopi, saya sangat suka aroma kopi. Ultra Milk Moka adalah salah satu yang saya cari tiap kali ke tanah air. Saking sukanya, Butet saja sampai saya larang membeli susu moka ini setiap kali ke Alfamart/Indomaret. Lha hampir tiap hari ke sana! Hahaha.
Minum susu moka ini sangat istimewa. Selain tak bisa ditemukan di Prancis, yang ini dibelikan oleh Butet. Satu lagi: sebenarnya dilarang membawa produk susu dari luar Uni Eropa ke Prancis!!!
Saya benar-benar tidak tahu soal itu. Kalau daging, buah, dan sayur segar, saya tahu. Produk olahan non keringnya juga. Informasi baru untuk saya bahwa susu dan olahannya pun dilarang ... saat kok ya ndilalah kena pemeriksaan bea cukai yang acak itu.
Sebenarnya, tak ada niatan untuk membawa Ultra Milk Moka dan satu lagi Cokelat ke Prancis. Keduanya hanyalah sisa belanjaan yang tak berhasil kami habiskan. Karena tak mungkin dibawa di tas tenteng ke kabin, saya masukkan saja ke bagasi.
Saat dipanggil petugas bea cukai, saya sudah bersiap memisahkan diri dari Butet dan papanya untuk ke Prefecture (itu cerita lain lagi). Paksu tetap meminta saya langsung pergi saja dan menjalani pemeriksaan berdua Butet. Toh kami tak merasa membawa barang berlebihan ataupun terlarang.
Petugas hanya membuka satu koper. Yang paling besar. Terlihat berbagai keripik yang tentu saja saya packing belakangan untuk mengurangi resiko remuk—meski tetap saja hancur juga. Hahaha. Petugas membiarkan. Produk kering, katanya.
Saat ditanya apakah membawa produk susu, Paksu menjawab tidak. Memang dia tak tahu. Butet diam saja karena ragu. Dia tak yakin saya membawanya atau meninggalkannya di kulkas hotel di Jakarta. Dan mereka pun lewat dengan suksesnya!
Jadi ceritanya penyelundupan tak disengaja! Hehehe.
"Untung" saya nggak ikut saat pemeriksaan ya!? Saya bakal terlalu jujur untuk mengaku membawanya. Dan saya tak bisa menikmatinya siang tadi. Kl yang rasa cokelat sih sudah dihabiskan Butet sejak sebelum pergi lagi ke rantaunya tuh!
Tapi tetap saja, jangan lagi deh ya!
Sampai di rumah hari itu, kami jadi baca-baca lagi aturan barang bawaan masuk ke Prancis. Kami dapati ternyata kita malah bisa lebih bebas membawa produk laut. Ah, jadi nyesel batal beli bandeng dan teri tuh!
Langsung masuk shopping list untuk pulang kampung berikutnya. Insya Allah. Aamiin....
Comments
Post a Comment