Oligark vs Makelar dan 3 Drakor

Untuk hari kedua Canneseries, lagi-lagi Butet mengambil sesi pertama: premier 2 episode The Oligarch and the Art Dealer, dokumenter kasus oligark Rusia, Dmitri Rybolovlev, yang menggugat makelar benda seni asal Swiss, Yves Bouvier.

Kami mulai memasuki antrian pukul 9.15. Konsekuensi dari mengambil bus yang sama. Kali ini, profil pengantri terlihat berbeda. Jelas saja, di hari pertama serial anak, kali ini dokumenter. Group yang hadir pun bukan anak-anak lagi melainkan para remaja. Entah apakah siswi SMA atau mahasiswi. Tetiba terpikir, kok saya tak melihat laki-laki dalam grup.

Pada saat mengantri, ada seorang ibu yang datang ke saya. Bertanya ini-itu tentang Canneserie. Rupanya dia turis domestik dari Toulouse. Sayangnya dia sudah harus kembali dengan kereta api pukul 13. Penayangan serial pagi itu, karena 2 episode yang masing-masing 1 jam, baru dijadwalkan berakhir pukul 12.

Di dalam ruang, kami diarahkan untuk mengambil baris terdepan, setengah dari baris kedua, atau baris mulai pertengahan ke belakang. Baris di antara itu merupakan barisan reservé. Kami lihat kemudian ada kru serial yang hadir cukup lengkap. Tanpa "tokoh utama" tentunya. Hehehe.

Dari pengalaman hari pertama di mana penonton di barisan depan kami berpostur tinggi hingga menutupi pandangan, kami mencoba barisan depan saja. Baris ke dua. Tengah.

Posisi ini sebenarnya lumayan. Layar di Salle Jean Mineur tidak luas. Memang kapasitas ruangnya juga tidak besar. Sayangnya, kami, terutama Butet, tidak beruntung mendapatkan tetangga duduk seorang influencer yang hanya mengejar konten!

Awalnya kami juga heran melihatnya datang dengan gaun malam dan berdandan rapi di acara pagi. Sempat bertanya-tanya apakah dia aktris atau salah satu dewan juri. Namun kemudian setelah beberapa saat dia hanya melihat ke ponsel dan me-refresh instagramnya atau mengobrol dengan rekannya—mungkin manajer/asistennya karena berpenampilan biasa-biasa saja, Butet menyadari siapa dia.

Mengesalkan, mendapati penonton seperti itu. Selain mengganggu penonton lain, dia juga sama sekali tidak menghargai karya yang ditayangkan. Ini jadi pengingat buat kami untuk sedapat mungkin tak mengambil tempat duduk di sebelah influencer. Masalahnya, itu tidak selalu dalam kendali kami. Seperti influencer tadi yang duduk sesudah kami.

Dokumenternya sendiri padahal sangat menarik. Agak gemas karena sebenarnya hanya ada 3 episode. Kami harus menunggu entah berapa lama sebelum bisa menonton episode terakhirnya!

Selesai menonton, kami tidak pulang! Sebelum acara dimulai, kami mendapatkan 2 tiket untuk acara spesial premier 3 drakor, plus temu artis dan kru yang dari awal langsung penuh! Sepertinya ada beberapa orang yang membatalkan tiketnya. Dan kami beruntung bisa mengaksesnya pada saat yang tepat!

Acara Fiksi Korea dijadwalkan mulai pukul 14.00. Antrian biasanya mulai sekitar satu jam sebelumnya, untuk bisa masuk setengah jam kemudian. Memperhitungkan besarnya minat penonton dalam acara ini, dan tidak adanya jaminan mendapatkan tempat meski memegang tiket—ya, first come first served!—kami pun memutuskan makan siang cepat di pusat kota saja.

Dan benar saja. Saat kami kembali ke Palais des Festivals, antrian sudah lebih panjang ketimbang 2 acara yang kami ikuti sebelumnya. Padahal kami sampai pada waktu yang relatif sama. Ditambah faktor sesi siang juga mungkin ya!?

Kali ini, antrian lebih alot. Sesudah memasuki Palais, kami tak bisa langsung masuk ruang. Ada antrian lain. Kami menunggu beberapa saat sebelum antrian bergerak.

Di dalam ruangan, ada banyak tempat duduk reservé. Butet melihat baris terdepan masih lega dan memilih ke sana. Sebenarnya saya tidak suka posisi ini. Terlalu dekat ke panggung. Saya malas harus jaim karena sewaktu-waktu bisa tertangkap kamera. Dan memang kemudian terjadi. Heuuu....

Ruangan penuh. Kami mendengar informasi bahwa ada beberapa orang yang ditolak masuk. Kebetulan di sebelah saya ada personil panitia. Dia menjelaskan bahwa memang tiket dibuat overbook karena biasa ada saja yang batal datang last minute. Jelas-jelas itu tak terjadi pada acara kali ini!

Acara dimulai dengan dialog bersama artis dan kru ketiga serial. Sepertinya ada keterlambatan sehingga urutan dialognya tidak seperti urutan penayangan serialnya. Tim drakor hadir dengan urutan All the Things You are, Genfluencer, baru Sacred Jewel. Masing-masing berbincang dengan moderator selama sekitar 20 menit sebelum kemudian dilanjutkan dengan pemutaran episode pertama sesuai dalam pengumuman.

Namun itu cerita lain lagi saja ya. Bisa panjang, soalnya!

Yang jelas saya pulang dengan lelaaahhh. Terutama lelah mata. Sepertinya 2+4 jam acara diselingi 2 jam break dengan episode jalan untuk mencari makan siang plus mengantri memang terlalu panjang ya!?


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Tanpa Internet? Bisakah?