Silver Ticket War
Selain memikirkan Kajian Rabu Pagi Majelis Pengajian Prancis dan penyuntingan ebook kedua 2026 Mamah Gajah Ngeblog, ada satu lagi yang jadi pikiran saat kepulangan saya ke Cannes ditunda sehari: saya sudah menyanggupi permintaan Butet untuk ticket war!
Ceritanya Butet mendapatkan informasi mengenai penjualan spesial tiket konser Olivia Rodriguez di Paris untuk April 2027 nanti. Dia yang ngefans banget sama penyanyi satu itu, tentu saja tak mau melewatkan penawaran silver star tickets yang hanya 2x25€ itu. Ya, dijual per dua tiket. Dia sudah bersepakat nonton bareng teman kuliahnya dan menyusun rencana ke Parisnya.
Sebelumnya, Butet sudah menyerah, tak ikut war saat penjualan tiket The Unraveled Tour utamanya yang dijadwalkan di hari Minggu. Takut harus melewatkan kuliah Senin sesudah menonton konser yang diselenggarakan malam begitu.
Tanggal pembukaan penjualan silver star ticket itu tidak langsung diberitahukan. Tapi biasanya di jam kerja. Dan benar saja: hari Rabu, jam 12 siang! Karena itulah Butet meminta tolong ke saya.
Saat diumumkannya jadwal itu, saya langsung berencana akan mengabarkan ke kawan-kawan MPP bahwa mungkin saya bakal tidak berkonsentrasi penuh di akhir kajian. Mustinya tak masalah. Tinggal tanya-jawab dan penutupan. Tapi lebih baik memberi tahu untuk jaga-jaga, kan!?
Saat ternyata kepulangan saya diundur sehari, saya langsung membahasnya dengan Butet. Dengan waktu pembukaan penjualan yang mepet dengan jadwal saya tiba di Paris, kali ini saya benar-benar tak bisa berjanji untuk melakukan ticket war dengan "benar".
Butet langsung menenangkan bahwa saya tak perlu terlalu memikirkannya juga. Dia tahu jadwal kereta yang pas banget sampai Paris jam 12.08. Dia juga sadar bagimana koneksi dalam kereta api yang tak bisa diandalkan. Sudah berterima kasih saya mau mengusahakannya.
Singkatnya, saya sangat bersyukur saat masuk kereta dan koneksi 5G tetap berjalan. Saya punya pengalaman sangat buruk di mana tak ada koneksi internet maupun seluler di sepertiga perjalanan dari Valenciennes. Pertama kalinya saya meninggalkan Butet di rantau, pula!
Link yang dikirimkan Butet langsung saya coba. Antrian masih belum dibuka. Saya coba berkali-kali di sepanjang perjalanan, hingga pukul 11.03 di mana ditampilkan bahwa antrian akan dibuka dalam 53 menit. Saya tak ingat apakah saya sudah membukanya sebelumnya. Yang jelas itu screenshot pertama yang kemudian saya kirimkan ke Butet.
Dari halaman ini saya sudah mendapatkan id antrian. Saya bisa menutup halaman dan mematikan ponsel tanpa kehilangannya. Yang membuat panik adalah saat ponsel kehilangan sinyal. Tapi ternyata id antrian tetap sama. Fiuh! Mungkin karena hilang sinyalnya tak terlalu lama juga.
Kereta saya terlambat. Saya sempat berharap untuk bisa menyelesaikan urusan war ini sebelum sampai stasiun—dan harus mengejar RER untuk berganti stasiun. Namun ternyata, masuk antrian itu masih jauh dari tujuan. Saya mendapatkan antrian 3698 dengan waktu tunggu lebih dari satu jam!
Pukul 12.04 sudah ada notifikasi bahwa tiket yang tersedia terbatas. Mungkin agar yang antriannya terlalu jauh bisa berhenti saja. Tapi saya tidak menyerah. Siapa tahu, kan!?
Saat sudah menjelang sampai Gare du Nord, saya berkabar pada Butet. Tepat sebelum turun kereta, antrian saya sudah maju ke 2963. Semoga koneksi tak putus saat saya naik RER yang di bawah tanah sampai Gare de Lyon itu.
Dalam RER, saya terus mengecek sesekali antrian. Alhamdulillah koneksi lancar. Namun ternyata, sesampai Gare de Lyon 15 menit kemudian, diumumkan bahwa tiket sudah habis terjual!
Sambil makan siang, saya masih belum menutup halaman antrian. Siapa tahu saja ada yang batal membeli. Siapa tahu ada yang gagal membayar. Hehehe.
Namun saat akhirnya saya tiba "di depan loket", tiket memang sudah benar-benar habis. Baik tanggal 24 sesuai keinginan Butet, maupun tanggal 23 yang merupakan hari Jumat dan tak mungkin dikejar kecuali dengan minta izin pulang sebelum akhir perkuliahan.
Meski tak pasang target, saya kecewa juga. Butet yang sedang jam istirahat kuliah menulis pesan, sudah lumayan saya ada di antrian 3000an. Kabarnya masih ada 20 ribu orang lagi di belakang saya!
Apakah saya akan berpeluang lebih besar jika war duduk manis di rumah, konek dengan laptop?
Entahlah.
Yang jelas ini jadi pengalaman menarik buat saya yang baru pertama kali ticket war!









Comments
Post a Comment