Marche Solidaire Octobre Rose 2026 06110
Minggu 25 Oktober pagi kemarin, saya dan Paksu mengikuti Marche Solidaire dalam rangka Octobre Rose. Semacam jalan sehat lah. Dalam rangka memeriahkan Pink October, bulan kesadaran kanker payudara.
Tadinya saya ragu mau ikut atau tidak. Alasannya adalah flyer-nya yang saya curigai dibuat menggunakan AI. Saya memang tim yang menolak mengikuti kegiatan yang promosinya menggunakan AI generatif. Apalagi untuk even pemerintahan. Apalagi pemerintahan kota yang cukup besar yang memiliki banyak sumber daya.
Kalau akhirnya ikut, selain pengen "dipaksa" jalan, itu banyak didorong oleh promo personil dinas pariwisata.
Ceritanya saya ke toko dinas pariwisata untuk ikut menyumbang dalam pengumpulan dana untuk asosiasi yang aktivitasnya berhubungan dengan kanker payudara. Caranya adalah dengan membeli kaus pink seharga 5 euro saja. Saya membelinya untuk si Butet.
Saat membeli itu, personil toko bertanya apakah saya sudah mendaftar jalan santai. Yang saya jawab belum. Mereka—ada dua personil waktu itu—dengan semangat menjelaskan mengenai kegiatan itu. Tidak harus memakai kaus pink yang dijual di situ. Tapi pasti lebih seru kalau kembaran dengan banyak orang kan!?
Kembali ke rumah, saya menanyai Paksu: mau nggak ikutan? Beliau bilang oke, saya pun mendaftar online. Gratis.
Ada beberapa titik keberangkatan yang tersebar di segala penjuru kota. Ada jam keberangkatan masing-masing, yang diharapkan nantinya dari semua rombongan akan tiba di tujuan, lokasi acara puncak Octobre Rose kota kami, pada waktu yang kurang lebih sama.
Kami mendaftar untuk berangkat dari kantor walikota. Titik keberangkatan terdekat dari rumah kami. Sekaligus terjauh dari tujuan. Karenanya jadwal keberangkatan kami adalah yang terawal dibanding yang lain: 10.45.
Kebetulan sekali, tanggal 25 jatuh pada hari Minggu terakhir di bulan Oktober 2026. Artinya, itu adalah hari pergantian dari jam musim panas (CEST) ke jam musim dingin (CET): pada jam 3 pagi, jam dimundurkan ke jam 2. Wajarnya tak ada resiko telat. Yang ada malah kecepatan! Hahaha.
Saya dan Paksu berangkat jam 10.20an. Kami berjalan kaki mengenakan kaus pink yang saya beli Jumat, batas akhir pembelian sebelum stok dibawa ke lokasi acara untuk dijual di hari-H.
Dari rumah ke mairie 1 km lebih sedikit saja. Cuma menanjak! Yah, anggap saja sekalian pemanasan. Di sepanjang perjalanan, kami bertemu dengan beberapa peserta lain.
Jalan santai dimulai sesudah foto bersama yang sesuai jadwal. Perjalanan dilakukan sepenuhnya di trotoar, dengan penjagaan mobil dan motor polisi. Kami jalan berdua atau bertiga. Trotoar tidak selalu lebar. Tapi jelas bebas dari pedagang kaki lima. Heu ....
Perjalanan dipandu oleh penjaga ritme di depan. Santai saja. Ada peserta lansia, ada peserta anak-anak. Tak urung smartwatch saya mencatat kecepatan rata-rata 4km/jam! Ini mah 11-12 dengan kecepatan jalan saya biasanya! Hahaha.
Entah ada berapa jumlah peserta total. Saya dan Paksu menyelip saja saat keberangkatan. Saya rasa kami di separuh barisan. Tak ada kontrol tiket pendaftaran. Sepertinya pendaftaran hanya untuk memperkirakan jumlah peserta dan ketersediaan logistik.
Kami melewati marie annexe, salah satu titik keberangkatan. Dari sana peserta bertambah. Tapi kami sudah tak jauh dari lokasi kedatangan.
Lokasi kedatangan terletak di taman Pinède Pignata. Sepertinya grup kami yang sampai pertama. Sedikit demi sedikit, grup lain berdatangan. Ternyata ada banyak sekali pesertanya. Saya tak menyangka!
Sesudah pintu masuk, ada stan penggalangan dana yang salah satunya menjual kaus pink Octobre Rose. Ada stan-stan berbagai asosiasi yang berkaitan dengan kanker payudara. Ada stan informasi mengenai kanker juga.
Lebih masuk lagi, ada beberapa stan permainan anak-anak. Permainan ala arcades, tapi tradisional. Sayang sekali saya tak sempat membuat foto karena banyaknya pengunjung.
Di tengah lokasi ada satu tempat dengan meja-meja dan kursi-kursi yang diatur rapi, yang kemudian menjadi lokasi acara utama. Saya dan Paksu tak duduk. Kami melewatinya. Melalui area permainan anak-anak yang leih besar ... untuk menuju area food trucks!
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Itu artinya jam 1 siang berdasar jam musim panas! Kami sudah lapar! Hahaha.
Setelah berkeliling melihat-lihat menu yang tersedia, kami memilih membeli pasta. Pasta panas dengan sedikit jamur itu dimasukkan ke dalam keju besar, diaduk-aduk, lalu dihidangkan dengan ditaburi keju parut dan seiris roti. Duh, menuliskannya saja membuat perut keroncongan! Hihihi.
Saya sih kenyang. Saya bahkan memberikan irisan roti jatah saya ke Paksu. Kami pun kembali lagi ke bagian tengah di mana ada penjual socca, semacam crepe asin khas daerah kami yang terbuat dari tepung kacang arab (pois chiche, chickpea).
Paksu mengantri socca, saya menyaksikan lanjutan acara utama sesudah pidato-pidato yang kami lewatkan karena sedang makan. Hehehe. Kami juga melewatkan aperitif yang disediakan untuk semua peserta.
Saat saya mulai menyimak, sedang acara pembagian hadiah undian. Saya tidak mendapat hadiah. Malas juga naik ke panggung untuk menerimanya. Halah!
Usai makan socca yang kami habiskan dengan susah payah, kami memilih beranjak pulang. Nggak tau juga mau ngapain lagi. Saat itu sudah masuk acara hiburan dengan band lokal.
Kami pulang jalan kaki. Sebenarnya disediakan shuttle, tapi kami sengaja tak meminta opsi ini saat mendaftar. Lagipula shuttle baru mulai jalan pukul 14. Masih setengah jam lagi dari waktu kami beranjak pulang.
Total dari berangkat, jalan sehat, lalu pulang, praktis kami melakukan perjalanan bolak-balik. Karena kebetulan jalur jalan sehat melewati jalan utama dekat rumah kami. Semoga bisa jadi titik awal kembali rutin jalan kaki setelah musim panas dengan heatwave-nya, liburan ke Indonesia, dan flu yang cukup memotong rantai rutinitas jalan kaki saya selama ini.

.png)
Comments
Post a Comment