Kisah Panjang tentang Jam Tangan
Waktu saya awal kuliah, bapak mengirimkan uang saat ulang tahun saya. Satu juta rupiah. Senilai harga jam tangan yang saya idamkan: Seiko Kinetic, jam tangan dengan teknologi tanpa batre yang saya lihat iklan-iklannya waktu itu keren habis. Entah apa yang tepatnya menjadi pertimbangan, uang itu tak saya belikan jam tangan. Saya memutuskan membelanjakannya untuk hard disk. Kapasitas satu giga byte. Di tahun 1996, itu sudah yang terbesar! Komputer yang saya bawa dari Solo sudah ketinggalan. Apalagi untuk tugas-tugas mahasiswa Teknik Informatika seperti saya. Kapasitas memori dan penyimpanannya sudah sangat kepayahan. Maklum saja, desktop rakitan itu dibeli saat saya masih SMP. Bapak bilang kalau belum ada dana untuk membeli komputer baru. Beliau mengijinkan saya membeli hard disk itu. Belakangan, atas saran teman-teman, saya membeli slot-sot memori bekas untuk ditambahkan sendiri ke motherboard. Saya berniat untuk menabung. Sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk membeli jam tangan ...