Valenciennes Januari 2026 H4

Hari ini, saya tak berangkat kerja pagi. Heu ... hehehe. Memang sudah seperti bekerja saja kan, Selasa dan Rabu kemarin!? Pergi pagi, pulang malam.

Hari ini saya ke asrama Butet sore dan menginap di sana. Memang beres-beresnya sudah bisa dibilang selesai. Teman-teman Butet yang sempat mengecek mengatakan kalau kamarnya seperti hari pertama masuk asrama! Hahaha. Nggak sebegitunya juga lah ya!

Pagi ini saya jalan ke kota sendirian. Ada beberapa barang yang Butet minta titip belikan untuk keperluan menyelesaikan tugas yang deadline-nya besok pagi.

Eits, jangan pikir dia selalu deadliner ya! Pada dasarnya Butet tak biasa begitu. Kebetulan saja tugas membuat desain sampul album (CD atau piringan hitam) ini memang tergeser oleh tugas lain yang membutuhkan proses yang lebih banyak. Dan Butet sudah membuat rancangannya sejak berminggu sebelumnya; Tinggal eksekusi. Dan memang saya menyaksikan bagaimana dia mengerjakannya cepat sekali. 

Pemandangan jalan di depan penginapan ke arah kiri

Saya mulai keluar penginapan jam 10 pagi, bersamaan mulainya rangkaian meeting Paksu. Melihat langit yang cukup terang, saya mengenakan jaket bolak-balik saya di sisi hangat. Keluar dari gedung, ternyata ada hujan kecil-kecil sekali. Apa ya, namanya? Brume, kalau dalam bahasa Prancis. Seperti semprotan air, gitu. Lembut, tapi ya bikin basah! Saya pun membalik jaket saya ke sisi antiair.

Sebelum mencari barang-barang yang diperlukan Butet, saya mampir dulu ke Monoprix, "menjemput" sarung bantal yang kemarin saya tinggalkan karena mengejar tramway. Lanjut ke Furet du Nord, yang sayangnya tak memiliki cat acrylic putih. Saya keluar hanya dengan membeli pisau palet.

Perjalanan saya lanjutkan ke Fnac. Berharap bisa menemukan cat di sana. Ternyata tak ada!

Saya pun mengambil kesempatan menanyakan pesanan air fryer yang di kolom tracking website Fnac sudah tersedia, tetapi saya tak juga menerima email yang menjadi syarat pengambilan. Ternyata benar sudah sampai dan personil Fnac langsung mencarikannya untuk saya.

Dan ternyataaa ... kotaknya besar sekali! Dan berat! Saya memang tak memerhatikan data berat produknya—yang hanya 4,4 kg. Yang tak saya duga adalah dengan pengepakan yang katanya menghemat bahan itu, produk yang katanya berdimensi paling besar 35 cm itu bisa menjadi 50 cm! Oke lah, memang ada pengamannya. Tapi mosok beratnya jadi bertambah 2 kg???

Saya keluar dari Fnac dengan susah payah. Turun melalui eskalator dengan cemas. Alhamdulillah selamat. Tapi jelas, saya tak akan mampu mengangkut kotak itu sepanjang 1 km ke penginapan!

Saya mencoba ke Carrefour Market, mencari tas yang sekira bisa menampung kotak dan memudahkan membawanya. Sampai menanyakan ke petugas segala. Tak ada. Saya pun keluar dan duduk termangu di lobi mall yang beruntung masih ada kursi kosong.

Saya pun memilih menyerah, menelepon Paksu. Tadinya kami semat berencana makan siang di luar. Tapi ternyata Paksu ada meeting lain. Saya memintanya untuk menjemput, membantu membawa barang saja. Dan kami memanfaatkan membeli makanan Afrika untuk dibawa pulang, yang sayang sekali ternyata kurang enak.

Saya memanfaatkan waktu siang untuk bersantai dan mulai bergerak sekitar jam 4 sore. Butet bilang akan pulang lebih cepat dari biasanya. Toh tak ada yang bisa saya kerjakan di penginapan. Paksu pun sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai batal ikut ke asrama mengantarkan air fryer.

Saya memulai lagi perjalanan dengan ke Monoprix. Kali ini menjemput bantal yang untungnya tak langsung saya beli, mengingat kerepotan saya membawa kotak air fryer tadi siang.

Hanya ada satu bantal di kamar Butet. Biasanya, kalau menginap, saya menggunakan bantal sofa-nya untuk tidur. Sudah dari awal berniat membeli bantal tambahan tapi belum tercapai juga. 

Karenanya puas, akhirnya bisa membeli. Dapat murah plus diskon 40% pula! Meski tak sama ukurannya dengan yang sudah ada. Tak lupa saya membeli sarung bantal yang bersesuaian.

Saya sampai di depan gedung asrama bersamaan dengan ketibaan Butet yang pulang bersama teman-temannya. Salah satunya saya kenali sempat satu tram dengan saya kemarin. Dan dia pun mengenali saya.

Rupanya Butet sempat mengirimkan pesan kemungkinan terlambat pulang karena mampir jajan churros. Dia tak biasa jajan. Sering hanya mencomot jajanan temannya. 

Masalahnya, porsi churrosnya terlalu besar. Ada 9 potong! Jelas tak mungkin menghabiskannya sendirian. Sore ini Butet membeli sendiri karena ada saya. Manis sekali kan!? Sayangnya, makan 2 pun saya sudah merasa kenyang. Kami pun menyimpannya untuk dihangatkan sambil mengetes air fryer besok, kalau sudah dibawa ke asrama, seperti yang biasa dilakukan teman Butet yang suka membeli churros.

Istirahat sebentar, Butet langsung keluar lagi mencuci pakaian. Sambil menunggu proses pencucian, dia mulai menyiapkan tugasnya. Ada penyelesaian tugas untuk besok, ada melanjutkan tugas untuk minggu depan, ada menyiapkan portfolio sebagai persyaratan naik tingkat ke bachelor.

Malam ini kami makan ayam oven lagi. Saya memasak banyak nasi, sekalian untuk besok siang. Rencananya, selama jeda dari check out Air BnB yang maksimal jam 11, kami akan menunggu waktu check in hotel di asrama Butet. Saya tawarkan ke Butet membuatkan nasi goreng untuk bekal makan siang, tapi dia menolak. Ya sudah, saya cukup santai malam ini. Hanya membantu menjemurkan cuciannya di kamar mandi. 

Memang dia tak mau lagi menggunakan pengering. Selain untuk berhemat, dia tak mau pakaiannya lekas rusak karena proses pengeringan. Apalagi kamar mandinya besar. Bersyukur tidak harus seperti teman-temannya yang berkamar mandi kecil, yang terpaksa menjemur pakaian di sebelah tempat tidur.

Belakangan, Butet memilih tidur cepat dan bangun pagi. Saya sendiri sudah biasa tidur lambat. Semoga tak kesusahan tidur sesudah curi waktu sedikit untuk menulis ini ya!


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi