Tahun Baruku

Seorang teman mengatakan bahwa 2026 tidak dimulai 1 Januari, tetapi 5 Januari. Memang, bersamaan dengan berakhirnya masa libur tahun baru, Senin pertama itu menjadi titik dimulainya kembali masa aktif. Berbeda dengan di Indonesia yang masih libur hingga tanggal 11 ini, para pelajar di Prancis pun mulai masuk sekolah lagi tanggal 5.

Saya yang sudah tak memiliki anak kecil, dengan anak mahasiswa yang sudah kembali ke rantaunya sejak Minggu, dengan suami yang kesehariannya WFH dan tetap di depan laptopnya meski di akhir pekan, baru merasakan tahun baru dimulai tanggal 7. Lebih lambat lagi ya!?

Meski Rabu pertama tidak ada pengajian, saya tetap menyalakan desktop dengan tekad untuk mulai dengan serius mengerjakan penyuntingan buku kedua MPP. Sore itu saya mulai kursus bahasa Jepang setelah satu bulan vakum karena 2 minggu libur Nataru plus 2 minggu sensei absen karena mudik ke negaranya.

Hari Kamis lanjut dengan janjian makan siang dengan seorang kawan yang molor sampai matahari nyaris terbenam. Jumat siang saya ke sekolah Butet mengambilkan ijazah SMA-nya karena Butet tak bisa hadir di acara kumpul-kumpul pembagian ijazah yang diselenggarakan oleh sekolahnya Jumat sebelum masa libur Nataru, sedangkan Butet (dan sebagian besar kawannya) baru pulang Minggu malam!

Sesudah mengambil ijazah, saya manfaatkan untuk bertemu sahabat yang anaknya bersekolah di yayasan yang sama dengan almamater Butet. Karena saya datang cepat, saya menunggunya di kafe dekat sekolah yang tentu saja merupakan langganan para pelajar dan orang tua murid yayasan. 

Seumur punya anak sejak Ucok masuk college 2011 hingga Butet lulus lycée 2025, belum pernah sekalipun saya ke sana! Akhirnya saya mencicipi coklat panas dan cheesecake dengan harga pelajar yang tentu saja kualitasnya minimalis. Yah, daripada menunggu kedinginan di luar, kan!?

Tanggal 7 memang merupakan titik di mana saya benar-benar terlihat bergerak. Namun dari tanggal 5, saya sudah merintis beberapa gerakan: kembali mendisiplinkan minum air, misalnya. Minum air yang terukur ini sempat terhenti sejak saya kena influenza awal Desember lalu. Padahal, kalau sedang sakit, harusnya lebih rajin minum ya!? Tapi saya tak ada tenaga untuk mengisi botol air takaran saya.

Memulai kembali banyak minum, tidak mudah untuk saya. Seminggu ini, saya hanya berhasil minum maksimal 2 kali botol 750ml. Hanya 1,5L. Yah, saya sadar kalau perlu waktu untuk bisa mengembalikan mencapai target minimal 2L per hari.

Tanggal 5 saya sudah kembali ke rutinitas menemani Butet belajar. Bahkan malah dari tanggal 4 sore, sesampai Butet ke rantaunya. Memang tugasnya selama libur Nataru banyak sekali dan dia tak bisa mengerjakan secara maksimal selama satu minggu influenza.

Pagi ini saya kembali ke rutinitas online pagi untuk menemani perjalanan Butet menuju halte tramway yang terletak 1,2 km dari asramanya. Kali ini saya tak perlu menemaninya selama berada di tramway sampai masuk ke gedung patinoire tempat klub ice skating-nya berlatih. Ada temannya yang biasa naik sepeda, yang memilih naik tramway. Meski sang teman baru naik dari halte berikutnya, lumayan lah, ada temannya!

Saya jadi tersadar kalau belum sempat mencatat tentang klub ice skating ini. Saya baru menyinggungnya sedikit saat membuat catatan 18 tahunnya Butet. Padahal, meski baru mulai Oktober, sudah ada buanyaaak sekali cerita tentang itu.

Ngomong-ngomong, posting pertama 2026 di blog ini bertanggal 5 Januari. Dan tulisan ini jadi postingan kedua!

2026 ini, KLIP berubah lagi. Setoran baru akan dimulai tanggal 30 Januari. Tak urung, itu memengaruhi motivasi menulis. Beruntung masih ada grup pertemanan kecil yang saling menantang untuk rajin posting di blog, meski sampai saat ini sayanya belum terpacu. Heu.

Apakah Senin kedua Januari bisa membawa suntikan motivasi?

Kita lihat saja!

Jadi, "tahun baru"-mu sendiri mulai kapan?


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi