Valenciennes Januari 2026 H1

Sejak Desember, Paksu sudah mengingatkan bahwa saya bisa kapan saja menengok anak-anak. Ada kok, budgetnya. Begitu katanya. 

Mungkin saat itu dia juga merasakan bagaimana kosongnya rumah sesudah kedua anak meninggalkan sarang. Betapa saya jadi seakan kehilangan arah, belum menemukan bagaimana mau mengisi waktu yang biasanya digunakan untuk interaksi dengan anak-anak selama ini, selain dengan ber-video call dengan mereka. Terutama Butet yang memang belum masuk usia dewasa saat mulai merantau.

Karenanya Paksu jadi terpikir satu dari sedikit (sedikit dalam standar saya tentunya ya!) permintaan materi dari saya, yaitu bisa menemui anak-anak kapan saja saya merindukan mereka, dan menegaskannya.

Daaannn ... saya menulis ini di Valenciennes!

Berangkat dengan suhu 2°C

Kami tiba pukul 11an pagi setelah mengambil Uber Ride jam 5 pagi untuk penerbangan Easyjet Nice—Lille jam 7. Sampai jam 8.40, ternyata shuttle dari bandara cuma ada tiap jam.30. Jadi kami baru bisa naik shuttle jam 9.30.

Dalam perjalanan menuju Lille Flandres, saya dapati bahwa ternyata kereta ke Valenciennes juga cuma ada satu jam sekali! Lekas saya membeli tiket untuk kereta pukul 10.06. Kalau tidak, kami harus menunggu kereta berikutnya pukul 11.15!

Disambut kabut dan suhu -2°C

Ya, kami! Karena kali ini, saya tidak pergi sendiri. Paksu ikut menemani. Kebetulan dia perlu ke kantornya di Paris dalam minggu ini. Sekalian saja dijadwalkan karena ke Paris dari Valenciennes jelas lebih dekat dan lebih mudah ketimbang dari Cannes.

Karena pergi berdua, tak nyaman kalau kami menginap di kamar Butet meski sebenarnya tidal dilarang. Kami pun memesan Air BnB lebih ke arah kota. Sayangnya, kami baru bisa mengakses penginapan mulai pukul 17. Singkatnya, disepakatilah bahwa kami akan menunggu waktu di kamar Butet.

Karena Butet kuliah, kami harus mencocokkan waktu agar bisa serah-terima kunci kamar yang tidak ada cadangannya itu. Untuk itulah saya dan Paksu memilih mengambil kereta 10.06 agar tenang dan lebih dijamin sampai tujuan pada waktu istirahat makan siang tiba.

Tujuan awal kami adalah sebuah café di dekat kampus. Kami tiba di sana pukul 11.15, makan siang—atau lebih tepatnya brunch—sambil menunggu kabar dari Butet yang ternyata baru bisa keluar jam 1-an. Paksu mendekat ke kampus untuk menjemput kunci, lalu kami menuju asrama Butet.

Saat membuka pintu, kami langsung shock! Berantakan sekaliiiiiiii!!!

Tapi Butet sudah memperingatkan kami. Dan memang itu tujuan "utama" saya mengunjungi Butet: membantunya membereskan akibat dari sakit punggungnya Desember lalu!

Butet sakit seminggu sebelum mudik Nataru. Saat itu dia tak mampu untuk beres-beres rumah dengan normal. Semua dikerjakannya secara minimalis. Bisa dimaklumi. Dia pun meninggalkan rumah dalam keadaan sudah berantakan.

Kembali ke rantau, Butet dalam keadaan belum pulih sempurna dari influenza. Kondisi fisik belum prima. Ditambah tugas yang menumpuk plus tugas baru yang berdatangan, beres-beres bukan prioritasnya. Dan dia menyadari itu. Sejak akhir minggu pertama, dia sudah meminta saya datang untuk membantu.

Saya sendiri sudah berpikir untuk mengunjunginya di akhir Januari. Biar tak terlalu dekat juga lah ya.

Yang di luar rencana adalah ikutnya Paksu, karena bersamanya, kami harus mencari penginapan di luar asrama. Dan itu menambah budget. Tapi kebetulan Paksu harus ke kantornya di Paris di minggu yang sama. Jadi ya sekalian saja lah.

Begitulah ceritanya kami menengok Butet berdua. Begitulah mengapa di hari pertama kedatangan, kami langsung aktif beres-beres kamar mahasiswa kelas persiapan yang agendanya padat itu. Dan begitulah mengapa saya termotivasi membuat tulisan itinerary dari Cannes ke Valenciennes berpesawat! Hehehe. 

Saya memulai menata beberapa barang sementara Paksu bekerja, lalu Paksu melanjutkan menyapu lantai selama saya power nap, kemudian saya membersihkan kamar mandi saat Paksu harus meeting padahal katanya hari itu dia sudah ambil cuti sehari penuh. Lah?

Butet pulang pukul 17.30an. Kami memesan antar makanan jam 6. 18.30 sudah makan karena ingin segera menuju penginapan. Tramway terakhir yang langsung ke sana juga pukul 19.24. Kami pun meninggalkan Butet dengan agenda kembali lagi esok hari ... untuk melanjutkan proyek beres-beres!

Langit cerah mengiringi perjalanan kami menuju halte tramway. Tapi esok hari kabarnya hujan lagi. Kita lihat saja.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi