Perjalanan Cannes—Valenciennes Menggunakan Pesawat

Niat untuk menulis pengalaman perjalanan berpesawat untuk menengok Butet Oktober 2025 lalu belum terlaksana hingga saat ini. Padahal itu istimewa lho: perjalanan berpesawat saya sendirian untuk pertama kalinya!

Saat berangkat ke Prancis seperempat abad yang lalu?

Ada si Ucok di perut saya kan!? Hehehe.

Dari ujung selatan ke ujung utara

Niat mencatat itu muncul lagi saat Butet yang melakukan perjalanan berpesawat sendiri dari rantaunya. Pertama kalinya juga tuh, benar-benar sendirian beperjalanan jauh. Dalam kondisi tidak prima pula. Waktu itu Butet masih sakit punggung gara-gara jatuh saat ice skating. Namun itu bisa jadi tulisan tersendiri ... kalau semangat suatu saat nanti! Heu ....

Dan 2 minggu sudah berlalu sejak Butet kembali ke rantaunya. Duh!

Nah, mumpung kali ini muncul semangat, saya coba catat saja jalur perjalanan berpesawat menempuh jarak 1100 km dari rumah menuju rantaunya Butet ya!? 

RumahBandara

Rumah kami berjarak 25 km dari Bandara Nice Cote d'Azur. Perlu dicatat bahwa bandara Nice adalah bandara internasional kedua sesudah Paris Charles de Gaulle. Kalau mau main ke tempat kami, ke bandara ini, ya!

Perjalanan dari rumah ke bandara memakan waktu sekitar 30—45 menit. 

Ada 4 cara dari/ke bandara:

1. Bermobil

Bermobil di sini termasuk menggunakan taksi—tradisional maupun online. Kami menggunakan Uber Ride saat mengantar Butet berangkat kembali ke rantaunya. Pesawatnya jam 8 pagi. Dengan keterbatasan pengelihatan, saya tak berani menyetir sendiri karena kami harus berangkat jauh sebelum Subuh. Matahari baru terbit jam 7.30-an. 

2. Bus 81

Bus 81 adalah alternatif terpraktis untuk kami. Saya menggunakan moda ini saat berangkat sendirian, Oktober lalu. Haltenya kebetulan tak jauh dari rumah, hanya sekitar 600 meter. Melalui jalan tol, jalur bus ini sama dengan jalur perjalanan mobil. 

Sayangnya, bus ini baru beroperasi mulai pukul 5.10 pagi dari Cannes dan paling akhir pukul 20.55 dari bandara Nice. Dan harga tiketnya yang 22€ per orang sekali jalan, jelas tidak menguntungkan jika ada paling tidak 3 penumpang bebarengan. Karena Uber Ride bertarif sekitar 60€! Taksi? Paling tidak 90€!

3. Kereta Api Regional (TER)

Stasiun kereta api Cannes terletak 2 km dari rumah kami. Ada bus langsung tiap 10 menit. Durasi perjalanan 10 menit. Bandara Nice terhubung langsung dengan stasiun kereta Nice Saint Augustin dengan tram yang gratis! Hanya 2 menit dari Terminal 1 dan 6 menit dari Terminal 2.

Cannes—Nice bisa diraih dalam 30 menit berkereta. Tanpa macet dengan frekuensi tiap 15 menit, kereta api merupakan pilihan menarik. Apalagi jika titik keberangkatan/kedatangan di pusat kota Cannes. Namun awas, hati-hati kalau sedang ada pemogokan!

4. Bus 200

Bus antar kota ini adalah moda yang paling murah. Hanya 2,5€, jauh/dekat Nice-Cannes. Waktu tempuhnya bisa sangat panjang karena masuk melewati kota-kota di antaranya. Ini adalah moda yang kami hindari sedapat mungkin. Kecuali kalau mepet kemalaman sampai bandara dan kereta sudah tak beroperasi lagi.

Nice—Lille

Ada dua maskapai yang melayani trayek Nice-Lille: Easyjet dan Volotea. Keduanya lowcost. Hanya menggratiskan tas di bawah kursi dan tak ada service gratis on board. Kami sih tak masalah. Perjalanan hanya 1 jam 45 menit ini, kan!?

Sayangnya kebanyakan jadwalnya kurang pas untuk kami: kepagian atau kemalaman

Tak ada maskapai tradisional yang melayani jalur ini. Tapi begitu pun saya tak menyangka bahwa ternyata ada banyak juga penerbangan setiap minggunya. Ada setiap hari dan bahkan bisa sampai 4 penerbangan dalam satu hari begitu!

Saya naik Easyjet saat pergi sendiri. Ada keterlambatan karena buruknya cuaca, tetapi perjalanan saya lancar. Butet mudik dengan Volotea dan balik dengan Easyjet yang keduanya lancar dan hanya telat tipis, beberapa menit saja.

LilleValenciennes

Untuk menuju Valenciennes, kami menggunakan TER. Perjalanan berdurasi sekitar 30-45 menit, tergantung apakah mendapatkan kereta yang berhenti di setiap stasiun atau di stasiun tertentu saja. Untuk mengambil kereta api dari bandara, bisa dari dua stasiun:

1. Gare Lille Flandres

Kereta dari stasiun besar Lille Flandres ke Valenciennes berfrekuensi tiap setengah jam Senin-Sabtu dan satu jam tiap Minggu. Untuk ke stasiun yang berada di pusat kota Lille ini, satu-satunya kendaraan umum dari bandara adalah shuttle Flibco. Membeli tiket secara daring lebih murah. 

Pembelian tiket 4 Januari pukul 6 pagi

Untuk anekdot, saya membelikan tiket Flibco untuk Butet sambil beranjak meninggalkannya di bandara. Saat naik shuttle di bandara Lille, Butet mengecek harga tiket kalau membeli langsung ke sopir untuk membandingkan. Saya pun heran, rasanya tak semahal itu. Saat saya mencari informasi, saya dapati bahwa harga tiket online pun sudah naik! Entah mulai jam berapa. Yang jelas, jam 6 pagi itu saya masih membayar dengan harga lama! Beda 1€ pun puas, rasanya! Hahaha.  

2. Gare Lille Lesquin

Stasiun ini kecil. Satu stasiun dari Lille Flandres. Hanya ada kereta regional yang berhenti di sana tiap satu jam sekali. 

Stasiun ini lebih dekat ke bandara Lille. Bahkan bandaranya saja bernama Lille Lesquin, kan!? Untuk ke stasiun, ada bus nomor 68 ... yang hanya ada satu jam sekali! Tapi bagusnya, bus ini sinkron dengan jadwal kereta api. Selain harganya yang seperti bus kota saja!

Terpaksa membeli tiket via SMS karena tak ada mesin penjual tiket di bandara dan tak bisa membeli langsung ke sopir

Saat ke Valenciennes sendirian, saya mengambil jalur ini untuk mengetes. Bela-belain menunggu hampir satu jam karena saat itu pesawat dari Nice terlambat. Perjalanan hanya 10 menit, masih bisa membeli tiket TER dengan santai. Itupun masih ada waktu menunggu lagi.

Sayangnya, stasiun ini (terasa) terpencil. Terletak tidak di pinggir jalan besar yang dilewati bus, saya sempat bingung untuk menemukannya. Stasiunnya pun sepi. Karenanya saya menyarankan pada Butet untuk ke stasiun besar di Lille kota saja. 

StasiunAsrama

Dari stasiun Valenciennes, tinggal naik tram ke asrama Butet. Perjalanan hanya 7 menit. Frekuensi tram di hari normal sekitar 15 menit. Tidak cukup sering. Dan mudik Nataru kemarin, kami tak cukup memperhatikan soal tram!

Kami memesan tiket hari Minggu di mana hanya ada tram tiap setengah jam. Sedangkan seperti yang saya sebutkan sebelumnya, TER hanya beroperasi tiap satu jam! Repot juga. Tapi apa boleh buat secara kriteria kami untuk membeli tiket hanyalah harga yang terjangkau dengan jadwal yang tidak terlalu merepotkannya.

Jalan kaki tidak jauh, hanya 2 km. Tapi setelah perjalanan panjang, apalagi kalau bawa koper, lebih baik sabar menunggu lah ya!?

Lebih Singkat 

Meski terlihat sama-sama harus berganti moda transportasi, dibanding berkereta api, berpesawat tetap lebih singkat. Itu sudah memperhitungkan tambahan waktu 2 jam tiba di bandara sebelum jadwal take off. Tentu saja, faktor bahwa lokasi rumah kami sangat strategis—selain tak jauh dari stasiun kereta api di pusat kota, juga dekat dengan akses ke jalan tol, ikut mendukung kepraktisan itu.

Pesawat juga kami pilih untuk mengurangi episode mengangkat koper. Memang koper Butet relatif kosong saat mudik. Berbobot 12 kg karena berisi buku dan alat menggambar. Diisi berbagai makanan, saat baliknya koper Butet menggemuk sampai 21 kg! Hahaha.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi