Tiga Serial tentang Anak Muda

Setelah hari Minggu yang melelahkan tapi memuaskan, Senin kami tak mencari tontonan lain untuk menambahi Short Form Competition Program 2 yang dijadwalkan Senin siang. Baru terpikir: entah mengapa tiket untuk screening yang satu ini adalah tiket pertama yang dipesan Butet bersamaan Totally Spies.

Rencananya, kami makan siang sebelum berangkat mengantri jam 1. Ternyata ada tukang leding yang datang untuk memeriksa kebocoran di gedung. Saya tak bisa memasak karena katanya dia mungkin bolak-balik sedangkan kebocoran ada di dapur. Saya dan Butet pun terpaksa makan di luar untuk menghemat waktu. Tak mungkin mengandalkan pesan antar.

Kami sampai di kota tepat tengah hari. Butet memilih poké bowl di Pokawa, meski sebenarnya dia nggak pengen-pengen amat karena baru Sabtu kami pesan antar chirasi dari Yixiki. Duduk di dalam, hawa terasa panas sekali. Mungkin karena terlalu dekat tempat memasak juga. Usai makan kami langsung keluar.

Masih terlalu lama menuju waktu acara. Belum setengah 1. Kami jalan menuju Palais. Sayang sekali akses pantai ditutup, entah untuk perbaikan apa lagi.

Kami pun duduk-duduk saja di samping Palais. Memandangi turis-turis yang berfoto dengan latar karpet merah jambu yang dipagari. Juga penonton yang keluar dari acara pagi.

Saya pikir mereka sudah lama pergi. Ternyata lama kelamaan makin banyak penonton dari arah pintu samping Palais. Jadi terpikir, kalau tahu harus makan di luar, mendingan kami menonton bersama mereka kan!? Tapi toh tiketnya sudah ludes juga di hari-hari awal, sebelum kami diberi kabar soal kedatangan tukang leding.

Saya tekun browsing sampai mendengar sebuah suara. Saat saya mendongakkan kepala, ternyata aktor Vincent Elbaz ada di depan kami. Entah sejak berapa lama, karena dia masih asyik dengan ponselnya sebelum bergerak.

"Mau foto sama dia, Ma?" tanya si Butet.

Ah, nggak, males. Saya memang tidak banyak kenal aktor-aktris Prancis. Apalagi kalau spesialis serial. Kami hanya tahu Vincent Elbaz karena dia masuk menjadi salah satu juri kompetisi.

Aliran penonton mereda, kami jalan menuju pintu masuk Salle Jean Mineur di sisi lain Palais. Karena dekat, tak sampai 5 menit juga sampai. Baru jam 1 lebih sedikit. Hanya satu keluarga yang mengantri. Kami pun berdiri di belakang mereka. Tak tahu mau ke mana juga.

Penonton masuk Palais jam 13.30 seperti biasa. Kami sempatkan ke toilet mumpung kami termasuk salah satu penonton pertama. Ternyata sudah sulit menemukan tempat duduk. Ya karena ada 3 serial. Kami mendapat kursi di sebelah barisan juri mahasiswa. Kalau Minggu kami di belakang-kanan juri, kali ini kami di depan-kiri juri!

Pembawa acara mengumumkan bahwa Program 2 bertema La Jeunesse, masa muda. Pada screening Program 1 sebenarnya ada diumumkan juga temanya. Tapi saya lupa tepatnya apa. Kurang lebih tentang "dua dunia".

Sneakermania berlatar di Helsinki dan berdurasi 15 menit per episodenya. Serial ini mengenalkan saya pada dunia influencer sneakers. Baru tahu! Kemudian Butet menjelaskan memang ada influencer yang sedemikian luas pengetahuannya mengenai desain dan desainer sneakers. Keren! 

Boho menceritakan tentang Kima, perempuan berusia 34 tahun yang belum menikah dan baru saja kehilangan pekerjaannya. Kita dibawa mengikuti interaksinya dengan keluarga dan teman-temannya di kota Borgerhout, Antwerpen alias BOHO.

Avant qu'On M'oublie menceritakan tentang empat sekawan yang ingin membuat video viral di tahun 2008. Serial ini pendek, hanya 12 menit per episodenya, apalagi dibanding Boho yang 25 menit. Dalam dua episode, kami merasa belum masuk ke dalam cerita intinya. Sayang sekali. Untuk anekdot, serial ini—seperti yang ditunjukkan dalam judulnya, adalah satu-satunya yang menggunakan bahasa Prancis di Program 2. Namun saya tak menangkap dan harus membaca takarir dalam bahasa Inggrisnya. Bahasa Prancis Quebec beda sekali dengan bahasa Prancis di Prancis!

Saat saya menulis ini, sudah diumumkan pada acara penutupan Canneseries 2026 bahwa Boho memenangi Best Short Form Series. Memang layak. Serial ini mengangkat isu sosial dan menyajikannya dengan manis. Meski saya pribadi penasaran sejauh mana nilai "pendobrakan" tradisi mau dibawa.

Ya, Canneseries 2026 berakhir 28 April malam ini. Tadinya Short Form Competition Program 2 di hari kelima ini jadi screening terakhir saya. Ternyata malam-malam Butet menemukan satu screening lagi yang menarik karena menghadirkan sang sutradara. Jadi, masih ada cerita lagi untuk hari keenam. Insya Allah.

Oh ya, dari screening hari kelima, Butet bisa berfoto dengan ketiga juri! Yes!!! Tapi tentu saja, mohon maaf, tidak bisa ditampilkan di sini ya! Hehehe.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi

Tanpa Internet? Bisakah?