Rentrée Janvier 2026
Setelah libur selama 2 minggu, para pelajar Prancis kembali ke bangku sekolah. Termasuk Butet. Senin 5 Januari ini dia kembali ke kampusnya yang terasa berbeda karena berselimut salju.
Butet mudik tanggal 21 Desember dan balik 4 Januari subuh kemarin. Berangkat dari Nice subuh-subuh dengan suhu 2°C, cukup kaget dengan suhu masih saja 2°C saat tiba di Valenciennes di tengah hari. "Kaget", lebih tepatnya. Karena kami tahu bahwa salju turun di département Nord, Sabtunya. Dan putih masih meliputi sekitar asramanya.
Yang benar-benar membuat kaget adalah saat memasuki kamar. Dingin, jelas. Butet memang sengaja mematikan pemanasnya sebelum mudik. Untuk menghemat. Hemat energi. Bukan hemat tagihan listrik karena pemanas sudah masuk dalam biaya sewa bulanan.
Niat cinta lingkungannya ternyata langsung terasa dampaknya. Sayangnya bukan ke arah yang menyenangkan. Saat pertama menyalakan pemanas ruangan, suhu kamar yang terdeteksi oleh thermostat hanya menunjukkan 8°C!!!
Saat hendak mandi, air panas di shower pun tak normal. Dipasang pada maksimal panas pun (50°C) tetap hanya terasa tidak dingin. Jelas tidak layak untuk mandi, kalau tak mau cari penyakit. Butet pun pasrah hanya wudu dan gosok gigi.
Suhu ruangan menunjukkan 14°C saat Butet berniat tidur jam 10 malam. Masih belum bisa mencapai suhu 18°C idealnya, apalagi 25°C yang sengaja dipasangnya untuk memanaskan ruangan. Kedinginan meski dengan sweater dan kaus kaki di balik selimut plus comforter, Butet mengaku baru bisa tidur sekitar satu jam sesudahnya.
Saat bangun pagi, thermostat menunjukkan 15°C. Hanya naik sedikit sekali. Tapi memang salju turun semalaman di kotanya dan suhu udara di luar -4°C!
Saya ingatkan Butet untuk berperlengkapan musim dingin yang lengkap. Baru kali ini dia harus keluar rumah dalam suhu di bawah 0. Bahkan saat ke salju di Selatan pun, suhu tak sampai minus. Apalagi dia belum pulih benar dari influenzanya saat liburan kemarin!
Butet memang masih batuk-batuk saat balik ke rantau, tapi sudah tinggal sedikit. Saat dia video call setiba di kamarnya, terdengar batuknya lebih banyak. Hidungnya pun tersumbat. Delapan derajat Celcius di dalam ruang memang terlalu dingin. Berlebihan!
Pagi tadi, Butet mendapati di Discord penghuni asrama bahwa teman-temannya juga mengeluhkan suhu kamar yang tak bisa mencapai yang mereka inginkan. Kebanyakan bisa meraih 18°C, tapi tak bisa lebih dari itu. Saya duga, kondisi bahwa kamar Butet berada di pojok, dengan jendela-jendela besarnya, menjadi salah satu faktor lebih sulit memanasnya dibanding yang lain. Kamar-kamar yang lain rata-rata diapit kanan-kiri oleh tetangga yang berpemanas. Pasti membantu, kan!?
Para penghuni asrama juga mengeluhkan permasalahan air panas. Ada penghuni yang entah mudik lebih lambat atau balik lebih awal yang menginformasikan bahwa air panas sempat mati segala. Memang air sudah masuk ke dalam biaya sewa juga, seperti pemanas. Apakah sengaja dikurangi untuk penghematan mengingat sebagian besar penghuni liburan? Entahlah.
Sepulang kuliah, air sudah cukup layak untuk mandi. Tapi belum berani keramas. Air shower masih belum bisa cukup panas. Thermostat di kamar Butet menunjukkan 15°C. Naik 1°C dari pagi. Memang salju turun lagi sesiangan tadi. Semoga saja permasalahannya memang hanya di proses pemanasan yang lambat ya!? Sementara, salju masih dikabarkan akan turun seminggu ini di Valenciennes.
Butet sempat mengaku merasakan depresi. Apalagi melihat suhu udara di Cannes yang masih 15°C di siang hari. Dia teringat bagaimana direktur Rubika yang mengulang bertanya berkali-kali, apakah yakin mau di utara yang muram tak banyak matahari. Butet baru paham! Hihihi.
Saya tertawa karena Butet juga menceritakannya dengan nada bercanda. Dia sudah senang dengan sekolahnya. Mau di manapun, pasti ada plus-minusnya. Harus ada masa adaptasinya. Ketir-ketir cemas, teriring do'a: semoga dia bisa menjalani musim dingin pertamanya ini dengan baik.
Kami sendiri di rumah masih slow motion. Masa cuti akhir tahun Paksu sudah habis, tapi dia belum full bekerja. Beberapa klien yang ditanganinya masih libur dan baru aktif lagi mulai Rabu. Saya sendiri masih belum semangat beraktivitas. Overwhelmed sama keberantakan yang ditinggalkan Butet? Hehehe.
Sepertinya memang saya lelah. Saya sukses tidur siang 2 jam! Seakan balas dendam karena kemarin hanya tidur 5 jam sesudah mengantar Butet sebelum Subuh ke bandara dan tak bisa tidur seharian.
Kalau ada yang menandai bahwa liburan sudah usai untuk saya, itu adalah kembalinya rutinitas menemani Butet mengerjakan tugas melalui video call. Pagi dan malam. Bahkan tulisan ini saya susun sambil video call.
Freewriting curcol ini jadi setoran pertama untuk tantangan yang dibuat berempat dengan tiga kawan yang sama-sama suka menulis. Apakah saya bisa mengejar ketertinggalan dari kawan-kawan saya? Kita lihat saja di akhir bulan nanti.
Yang jelas perlu dicatat bahwa tulisan pertama tahun 2026 ini adalah tulisan ke-1000 d blog saya! Hanya perlu digarisbawahi bahwa 1000 itu termasuk draft yang ada 119! Heuuu. Saya memang perlu bersih-bersih nih! Hahaha.
Setelah 1000 posting, tentu saja saya tak berniat berhenti menulis. A Thousand dalam nama blog ini bukanlah menunjukkan angka seribu. A Thousand di sini adalah makna dari (bagian) nama saya!




Selamat tulisan pertama 2026! Luar biasa Alfi 1000 postingan! Aku baru cek, cuma 200an aja udah kerasa luar biasa, apalagi 1000!
ReplyDeleteBelum 1000 post kok. Masih ada 119 draft yg sptnya bakal dihapusin ituh! Hahaha 🤪
Delete