Valenciennes Januari 2026 H5

Hari ini, jalur perjalanan berbalik. Yang biasanya pagi dari penginapan ke asrama Butet, kali ini dari asrama ke penginapan. Tetap harus pagi. Karena hari ini kami check out dari Air BnB dan pindah ke hotel.

Butet sendiri sudah mulai bergerak jam 7 pagi. Dia sempat mematikan alarm jam 6.30-nya dan melanjutkan tidur lagi. Hihihi. Setelah menikmati bonus waktu tidur itu, dia langsung bangkit dan mandi, memanfaatkan air panas yang masih melimpah. Saya melanjutkan tidur sejenak. Subuh baru datang jam 7.04.

Butet selesai mandi, giliran saya bangkit ambil wudu dan salat. Saya tawarkan sekali lagi pada Butet untuk membuatkan nasi goreng bekal makan siang. Kali ini dia terima. Saya minta dia mengukur porsi nasi sesuai selera dia. Selain itu, saya yang mengerjakan.

Sambil memasak, kami berbincang. Terutama menggosipkan tetangga kamarnya yang dia keluhkan berisik. Dan memang saya mendengarnya saat masuk kamar. Tak cuma suara pintu, saya mendengar langkah kaki dan pergerakannya selama di kamar! 

Namun Butet meyakinkan bahwa tidak terjadi sebaliknya. Mereka sudah saling mengetes dan memang tak terdengar suara dari kamar Butet. Mengetesnya pun mendatangkan "saksi" seorang teman, penghuni lain di asrama yang sama. 

Usai masak, saya minta Butet mencicipi, apakah rasanya sudah oke untuknya. Dengan dosis daging dan telur sesuai arahannya, ternyata nasi goreng saya enak sekali, katanya! Dia mengambil piring dan sarapan nasi goreng, rela porsi makan siangnya berkurang banyak. Hahaha. Alhamdulillah.

Pemandangan dari kamar Butet tak lama sesudah terbitnya matahari

Ada perasaan senang yang membuncah, bisa menyiapkan sarapan untuknya. Memang dipikir-pikir, baru kali ini saya mendampinginya di hari kuliah. Saya meninggalkannya seminggu sebelum perkuliahan dimulai dan Oktober lalu saya menengoknya saat libur.

Pagi tadi saya melepasnya berangkat dengan tas gambar berukuran raisin yang beraaaattt. Katanya sudah biasa. Menurutnya akan lebih repot jika membawa tas lain untuk alat gambarnya.

Kami keluar asrama bebarengan. Butet berangkat kuliah, saya balik ke penginapan. Paksu ada meeting jam 9.30. Saya harus tiba sebelumnya karena dia harus membukakan pintu secara kami hanya memegang satu kunci.

Sementara paksu meeting, saya packing. Kami hanya membawa satu koper berukuran sedang yang bahkan oleh sopir Uber dikira koper kabin. Saat berangkat, beratnya hanya 15 kg. Pulangnya tentu jauh lebih ringan tanpa segala makanan yang memenuhinya. 

Sayang saya tak sempat membuat foto sebelum berangkat, sudah terlalu lega karena berhasil menutupnya. Tidak juga begitu sampai, karena oleh-oleh bergelinciran begitu koper dibuka. Hahaha.

Kami keluar dari Air BnB sebelum jam 11. Kami memutar dulu ke pusat kota. Paksu meninggalkan saya di taman, percabangan jalan ke arah halte tram dan hotel. Paksu ke hotel membawa koper untuk menitipkannya, saya menunggu bersama kardus berisi air fryer. Menghemat sedikit tenaga mengangkut kotak 6,2 kg bolak-balik 700 meter lah!

Saat saya membuka kardus di kamar Butet, saya dapati bahwa kardus itu pas membungkus kemasan asli air fryer! Lah??? Bukannya katanya menghemat bungkus? Jadi untuk apa lapisan kardus tambahan itu? Sedangkan sebelumnya, saat membeli rice cooker di website Fnac dan mengambilnya di toko juga, tak ada pembungkus tambahan!

Entahlah. Yang jelas saya harus menunggingkan kardus luar itu untuk dapat mengeluarkan kemasan air friyer. Ngepas pas. Dan memang di kardusnya pun tertulis Ninja Shark, yang sempat saya pikir sudah merupakan kemasannya.

Untuk makan siang, saya memanaskan ayam oven dari Cannes menggunakan air fryer. Sekalian mencoba. Ternyata berisik, ya!? Tapi memang cepat. Dalam 10 menit ayam masakan saya kembali renyah seperti baru keluar oven.

Praktis. Hanya saja, ternyata tak ada semacam panci internal. Harus mencuci keseluruhan laci tempat memasak. Plus aksesoris di dalamnya. Saya jadi pesimis Butet akan lebih sering memasak seperti "janji"-nya. Dan memang itu yang dikeluhkannya saat mendengar penjelasan saya!

Namun saya tenangkan, dan saya katakan bahwa tidak harus selalu mencuci setiap usai menggunakan. Bisa dilap saja, asal tak ada residu yang menempel. Asal tak keberatan kalau aroma masakan tercampur dengan yang sebelumnya. Meski saya ingatkan untuk mencucinya paling tidak tiap akhir pekan.

Seperti sore itu. Saat Butet pulang, kami bersama memanaskan churros—yang sayangnya hasilnya kurang memuaskan: churros jadi alot, mungkin terlalu panas/lama prosesnya. Saya tunjukkan bahwa dia bisa memanaskan ayam setelahnya hanya dengan mengelap bagian dalam laci masak.

Kami tinggalkan Butet sebelum jam makan malam. Dia juga ingin mengerjakan tugas sebelum janjian dengan temannya menonton siaran Gala des Pieces Jaunes di televisi. Janjian dadakan yang membuatnya tak bisa bergabung dengan kami di hotel malam ini. Rencananya, Butet baru akan bergabung Sabtu untuk akhirnya (!!!) kami bisa makan siang bersama!

Malam ini kami makan di bistrot di sebelah hotel. Bistrot ini direkomendasikan dalam brosur kampus. Sayangnya sedang tutup saat kami mengantar Butet pertama kali merantau. Libur musim panas. Seperti kebanyakan toko dan restoran di Valenciennes.

Namanya bistrot, makanan dihidangkan dengan penampilan masakan rumahan dan porsi yang besar. Tetap saja kami kaget karena kali ini besar sekali! Kami tak mampu menghabiskan kentang goreng yang sebenarnya enak sekali. Dan menyayangkan ketidakmampuan kami memesan hidangan penutup karena sudah kekenyangan! Hahaha.

Oh ya. Saat check in, resepsionis menanyakan apakah kami sudah pernah menginap di hotel ini, dan kami jawab sudah. Lucunya, ternyata kami mendapatkan kamar yang sama dengan saat kami datang musim panas lalu! Sebuah kebetulan yang mengesankan!


Comments

  1. Air fryer itu kan kayak oven ya sebenernya kalau ga mau repot mencuci tiap masak, kalau mau manasin makanan kayanya bisa pake silicone buat baking atau aluminium foil ga sih? Jadi air fryernya ga langsung kotor dan yang dicuci lebih ringkas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, bisa pake kertas masak juga. Kl pake silicon sih tetep nyuci kan!? Hehehe. Tapi benernya itu gampang dibersihin pake lap lembab aja kok. Masakannya juga kyknya ga rumit2 itu. Jadi aroma juga ga bakal terlalu campur2 aneh, mustinya. Kita liat aja perkembangannya nanti 😜

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi