Perang Dunia II dan Penutupan Canneseries

Hari keenam Canneseries adalah hari bonus untuk saya. Tadinya saya sudah libur saja. Saya bahkan menolak ajakan Butet untuk hadir dalam acara penutupan. Saya malas naik karpet jambon. Takut jadi terkenal! Huehehe.

Terus terang saya lelah juga. Menonton serial secara intensif plus mengantri, kalau setiap hari ya menguras tenaga. Apalagi saya belum lama pulih. Namun saya tak tega menolak ajakan menonton screening Deep. Penasaran juga, melihat sinopsisnya.

Acara dijadwalkan pukul 14-15. Saya memastikan Butet benar-benar menyadari pilihannya. Acara penutupan dimulai pukul 19.30. Namun karena ada pink carpet, tentu harus mengantri lebih cepat ketimbang untuk acara di Salle Jean Mineur. Artinya, tak akan ada banyak waktu antara dua acara. Namun dia sudah bertekad, bersemangat.  

Kali ini, saya bisa memasak dan kami bisa makan siang sebelum berangkat. Kami mengambil bus agak lebih cepat ketimbang biasanya. Melihat sold-out-nya tiket, pasti banyak penonton dan bahkan mungkin overbooked kan!? Ternyata terlalu cepat! Baru 4-5 orang yang mengantri. Tak apa, kami bisa santai mampir ke toilet dulu. Eh? Hehehe.

Kami mengambil tempat duduk di lorong sisi kiri. Pikir kami, toh hanya sutradara yang dijadwalkan hadir ini. Tak perlu duduk di tengah. Eh, ternyata ada aktor, aktris, dan kru lain yang hadir juga. 

Banyak tempat duduk yang tak bisa diambil. Ternyata ada paling tidak grup siswa sekolah. Memang libur sudah usai dan sekolah mulai lagi sejak Senin.

Terus terang saya kurang suka dengan grup anak sekolah. Dari pengalaman, mereka suka berisik, main ponsel, dan tidak menyimak screening-nya sendiri. Apalagi kali ini ada anak college (SMP). Dan benar saja, mereka membuat gaduh, terutama di awal pemutaran serial. Bersyukur mereka cukup menghormati saat sesi dialog.

Sesi dialog ini memang yang menarik Butet. Dan beralasan. Dari sesi ini kami bisa lebih memahami perjalanan kreasi sang sutradara yang sekaligus kreator serial unik ini.

Dua episode pertama yang ditayangkan sudah memperlihatkan arahan bentuk serialnya. Tema intinya yang mengandung time travel saya suka. Tapi realisasinya saya kurang cocok. Terlalu ... apa ya? 

Sutradaranya sendiri mengatakan bahwa dia ingin bebas berkreasi. Dia memperingatkan bahwa makin ke sana, episode makin n'importe quoi. Makin ga jelas lah. Dan penuh adegan kekerasan yang grafis.

Saya tak tertarik untuk melanjutkannya. Bakal disiarkan di OCS pula. Jadi toh susah aksesnya. Butet juga tak minat dengan alasan lebih teknik dan karena dia tak suka menjadikan perang sebagai bahan tertawaan. Namun, Butet tetap memburu sang sutradara dan pemeran utama untuk berfoto bersama! Yang tentu saja, seperti foto-fotonya di hari kelima, tidak bisa saya tampilkan di sini! Hehehe. Maafkaaan.

Dan berakhirlah periode Canneseries 2025 untuk saya. Belum untuk Butet!

Kami sampai rumah menjelang jam 4 sore. Butet bilang tidak minat makan malam kepagian, saya jadi lebih santai, tak perlu cepat-cepat menyiapkan makan. Saat Butet keluar setengah 6, saya ikut keluar untuk berbelanja.

Butet mengajak teman kuliahnya yang tinggal di kota sebelah untuk menonton bersama. Mereka berjanji temu di lokasi. Namun ternyata tak banyak orang mengantri. Jadi mereka menyempatkan jalan-jalan sejenak.

Butet berkabar kalau mereka tak melewati karpet jambon, tempat para selebritas berfoto. Untuk lewat di sanalah penonton harus mengantri panjang karena harus bergiliran menunggu lewatnya para selebritas. Butet dan temannya tak sabar.

Acara penutupan berupa pengumuman penghargaan dan premier serial California Avenue yang dihadiri oleh pemeran utamanya Bill Nighy.

Butet pulang sendiri dengan bus sekitar setengah 10 dari halte yang tak jauh dari Palais. Temannya pun demikian, meski ke arah yang berbeda. Paksu hanya menjemput ke halte dekat rumah.

Dan berakhirlah Canneseries 2025. Sebuah pengalaman yang mengayakan. Agak menyesal juga, kenapa nggak dari dulu-dulu menonton screening di Canneseries. Tapi memang saya sendiri tidak bisa dibilang penonton serial. Apalagi serial yang diseleksi di Canneseries ini bisa dibilang cukup niche.

Apakah tahun depan saya ke Canneseries lagi?

Lihat saja nanti. Karena tahun depan, bisa jadi tak ada Butet yang memotivasi saya. Apalagi saya lihat Canneseries 2026 diagendakan 11—16 Februari yang bukan periode liburnya. Kecuali mungkin kalau ada serial Indonesia yang terseleksi. Kenapa tidak? Semoga saja.


Comments