Posts

Kembali ke Sekolah ... di Kelas!

Hari ini giliran Butet kembali sekolah. Seperti anak2 KB sampai SMA di Prancis lainnya, Butet masuk ke kelas seperti "biasa". Ya, biasa dengan tanda petik... Biasa dengan menerapkan protokol kesehatan meski distansiasi fisik tidak diwajibkan lagi. Kelas tidak digilir per setengahnya. Siswa tidak menetap di satu ruangan saja sepanjang hari dan harus berpindah ruang saat berganti bidang studi. Masker wajib dikenakan siswa SMP dan SMA sepanjang hari. Kecuali saat pelajaran olah raga tertentu dan makan siang. Ya, kantin sekolah Butet dibuka lagi!... Hari ini hanya pengenalan kelas, wali kelas, dan pembagian buku pegangan saja. Butet pulang sekolah terlihat sumringah. Bahagia, dia, bisa kembali bertemu teman-temannya. Setelah dua bulan libur panjang yang terasa lebih panjang karena keterbatasan gerak... Kami tidak daftarkan Butet ke kantin. Kali ini untuk alasan kepraktisan. Karena tidak jelas, apakah kantin bakal terus dibuka secara pandemi belum berakhir begini. Namun kami angga...

Kembali ke Kampus ... di Rumah!

Hari ini Ucok kembali ke kampus. Kembali mungkin kurang tepat. Karena hari ini si Ucok memulai kuliah di perguruan tinggi yang baru. Ya, dia mengulang lagi dari smester pertama!... Memang Swedia menjadi pilihan pertamanya untuk berkuliah. Apalagi saat menemukan bahwa di sana dia bisa langsung terjun ke dunia game design sesuai minatnya. Tidak harus berkuliah ingenerie generale di masa sarjana dan baru menjurus ke spesialisasi di masa master seperti di Prancis. Namun sayang sekali sistem pendaftaran yang mengharuskan kandidat dari luar Swedia harus sudah memiliki ijazah SMA membuatnya ditolak tahun lalu... Januari kemarin, saat pendaftaran dibuka lagi, Ucok mendaftar kembali. Penasaran juga, apakah penolakannya karena nilainya kurang, atau memang karena persoalan ijazah itu. Tadinya dia berpikir hanya akan mengambilnya jika kredit dari universitasnya yang dulu bisa ditransfer. Kalau tidak, dia akan tetap melanjutkan di Prancis. Apalagi dia senang-senang saja dengan kampusnya. Mulai tert...

Bertemu Kembali dengan Sahabat Pasca Lockdown

Ya. Siang ini, untuk pertama kalinya pasca lockdown, kami makan siang bersama di rumah sahabat... Sudah dua kali saya berkunjung ke rumah teman. Pertama kali saat mengambil pemberian sepeda, yang ke dua untuk mengambil pemberian bunga. Tak lama-lama. Seperlunya saja. Mengobrol sebentar lalu pamit. Sempat minum segelas air putih, sih... Hari ini kami diundang ke sahabat dekat saya WNI, yang bersuamikan orang Prancis. Selain kami ada satu keluarga pasangan Indonesia-Prancis bersama dua putri mereka yang sudah seperti adik saja bagi Butet. Hanya bersepuluh saja... Senang juga bertemu mereka. Apalagi dengan tuan rumah, kami belum bertemu sejak lockdown... Jelas, kekangenan tidak bisa dilampiaskan dengan jabat tangan, pelukan, atau cium pipi. Tapi semua terasa dalam kehangatan obrolan kami... 😍

14 Juli yang Spesial

Spesial. Tak ada kembang api musikal pembuka Festival Pyrotechnique tiap musim panas di Cannes. Tak ada kembang api di manapun di Prancis. Lagipula memang rencananya, 14 Juli tahun ini tidak kami peringati di Prancis... 😏 Mimpi besarnya mengadakan syukuran bersama keluarga besar. Di Hotel Dana. Makan dengan menu penganten Jawa. Tak lupa es krim Tentrem, produk lokal Solo... 😋 Atau mungkin di Bandung. Diam-diam kalem-kalem ngajak makan bersama keluarga kecil saja. Karena keluarga Bandung tak biasa merayakan ulang tahun. Apalagi ulang tahun pernikahan... 😉 Niatnya saya membeli kado untuk suami. Entah apa. Lalu menghadiahi diri sendiri seuntai kalung emas. Kalung? Ya! Untuk bisa meronce cincin tunangan dan cincin kawin yang sudah tidak muat di jari manis, namun masih kebesaran di jari kelingking... 😅 Pada dasarnya, kami tak biasa merayakan 14 Juli siiih... Tapi ini kan ke 20 tahun. Dua dekade! Dan pas sekali jadwal jatah mudik 2 tahunan!... Apa daya covid-19 membuyarkan semuanya... 😢...

Butet Bisa Bersepeda!

Ya! Akhirnya!... Setelah hampir seminggu hanya bolak-balik mencoba keseimbangan di balkon saja, hari ini saya temani Butet turun ke parkiran di lantai dasar untuk mencoba sepedanya. Memang seminggu ini panas sekali. Antara saya atau Butet sendiri yang malas ke luar. Apalagi ada kucing di rumah. Tambah alasan... 😅 Sebelum diajari sahabatnya seminggu yang lalu, Butet sudah sempat mencari di internet bagaimana cara belajar naik sepeda. Dan dia menemukan artikel bagus di website Decathlon Prancis  https://conseilsport.decathlon.fr/conseils/apprendre-faire-du-velo-quand-est-adulte-tp_19106 Memang Butet belum dewasa. Tapi metode itu membantunya sekali, mengingat cara mengajari anak kecil tentu susah diterapkan pada Butet. Bukan hanya karena ukuran badannya sudah hampir sama besarnya dengan saya. Ya, ya, meski berat badannya jelas jauuuh berbeda! 😝 Saya sendiri tak yakin mampu memegangi sepedanya, apalagi sambil lari-lari. Sementara Butet hanya mau saya yang menemani. Tak mau dia dengan...

Berkunjung Pasca Lockdown

Nah, kan… Kalau tidak dilandasi tekad menulis tiap hari, hasilnya keteteran. Sudah seminggu lebih tidak meninggalkan jejak. Padahal banyak sekali yang perlu dicatat. Tidak cuma digantinya perdana menteri Prancis, namun juga soal hari terakhir Butet sekolah Rabu seminggu yang lalu yang kami "rayakan" dengan ke Fnac untuk pertama kalinya pasca lockdown… Kemarin untuk pertama kalinya pasca lockdown, Butet berkunjung ke rumah temannya. Ceritanya panjang… Dimulai dari sepupunya yang minta sepeda. Membuat saya teringat bahwa Butet belum bisa naik sepeda … karena tidak punya! 😥 Pernah satu kali punya sepeda saat TK karena ada "pelajaran" bersepeda di sekolah. Abangnya pun demikian. Tapi dia sempat belajar naik sepeda sampai bisa. Butet tak sempat. Beranjak besar, tiap kali mau beli sepeda, ada saja halangannya. Padahal tidak seperti abangnya yang tidak terlalu suka kegiatan fisik, Butet beberapa kali minta sepeda... 😥 Papanya pun menyuruhnya mencari informasi tentang sep...

Potong Rambut di Salon Pasca Lockdown

Kemarin tidak meninggalkan jejak. Hari benar-benar gerah. Malas bergerak. Angin yang bertiup kencang pun membawa udara panas. Sesiangan kami menyalakan kipas angin. Ditambah air dengan fungsi semprotnya, lumayan menyegarkan juga. Hari inipun saya tak lupa mengisi penuh tadah airnya. Membuat Butet nyenyak tidur siang padahal hanya di sofa… Sudah seminggu ini kami rutin menyalakan kipas angin. Tadinya terutama untuk mengusir nyamuk. Tapi ternyata udara memang memanas. Kami pasang timer sebelum berangkat tidur agar tak membiarkan kipas angin bekerja terlalu keras juga… Besok hari terakhir sekolah untuk Butet. Saat yang pas untuk mengurangi frekuensi menulis. Semoga minimal masih sempat mencatat hal-hal penting… Seperti bahwa hari ini pemerintah mengumumkan pembukaan perbatasan bagi beberapa negara di luar Uni Eropa. Keputusan ini diambil bersama dengan seluruh negara anggota Uni Eropa. Indonesia belum masuk. Daftar akan ditinjau tiap dua minggu, katanya… Juga tentang Ucok yang akhirnya po...