Festival Cannes 2026 Usai ... untukku
Kalau Kamis sendu karena periode terakhir menonton bersama Butet, Jumat ini sendu lagi karena menonton terakhir untuk keseluruhan periode Festival Cannes 2026.
Kompetisi paralel sudah usai. Semaine de la Critiques ditutup Rabu malam, Quinzaine des Cineastes ditutup Kamis malam. Kompetisi resmi akan ditutup Sabtu malam.
Kalau saya masih menonton QdC hari Jumat, ya karena senang-senang saja. Tak peduli yang menang siapa. Bahkan saya tak mengejar menonton pemenangnya. Kesempatan menonton film yang dibuat oleh sutradara yang belum terkenal. Film yang belum tentu beredar luas di bioskop umum.
Kalau film-film yang saya tonton di SdlC meraih penghargaan semua, bahkan salah satu di antara "paket" film pendek yang saya ambil, tak ada satu pun film QdC yang saya tonton yang menang penghargaan. Karena itu saya sengaja "menjerumuskan diri" dengan memilih film yang tak menang di screening hari Jumat. Sekalian lah! Hahaha.
Alasan lain menonton Jumat kemarin adalah untuk menghabiskan voucher tiket.
Untuk menonton QdC, kita harus membeli voucher dulu: 8 euros per tiket, atau 40 euros untuk 6 tiket. Kami membeli 2 coucher 40 euros. Entah kenapa, kami bisa mengakses lebih dari 6 tiket per paketnya!
Kesalahan sistem, pasti. Namun tak jelas pattern-nya. Kebetulan saya membeli satu voucher dengan akun saya dan satu lagi dengan akun Butet. Di akun saya, setelah membeli 3x2 tiket dan ingin membeli voucher lagi, ternyata masih ada sisa 4 tiket! Di akun Butet, setelah membeli 2x2+1 tiket, masih ada sisa 2 tiket!
Kami juga bingung bagaimana perhitungannya. Singkatnya, untuk Jumat itu masih ada 3 kredit tiket. Sayang dibuang, saya menggunakan 2 dan Paksu mengambil 1.
Sebenarnya bisa saja tak perlu digunakan ya!? Toh itu "bonus". Namun saya agak gemas juga secara dengan kartu pelanggan Fnac, saya bisa membeli tiket satuan dengan harga 5 euros saja! 3 euros bedanya!
Cumaaa ... diskon itu hanya berlaku di konter tiket fisik. Tak bisa online. Sedangkan untuk mendapatkan tiket film yang populer—premier, yang ada Q&A, dihadiri kru—kita harus cepat-cepat. Terlalu beresiko harus ke konter yang ada di kota itu, yang meski kemungkinan mendapatkan tiketnya saya lihat lebih besar, tapi tetap saja bisa jadi sudah habis di tempat, kan!?
Jadi begitulah. Saya menonton dua film Jumat kemarin. Film pertama adalah dokumenter Merci d'etre Venu. Film kedua adalah Atonement.
Atonement sudah saya incar sebelumnya. Butet tak mau. Dia takut, film tentang perang Irak itu terlalu sadis secara visual. Dari sinopsisnya, ditakutnya juga akan brutal secara psikologis. Ternyata kalem.
Merci d'etre Venu adalah film yang sebaliknya: saya malas menonton, tapi Butet menyarankan. Saya melihat reviu yang mengatakan kalau film ini tidak jelas. Butet melihat reviu yang mengatakan kalau film ini menarik. Dan dua-duanya benar. Dan saya tak menyesal. Mungkin saya ceritakan lagi lebih lanjut lain waktu.
Merci d'etre Venu adalah film terakhir yang saya pilih. Film ini diputar pagi, pukul 8.45. Atonement saya pilih sebelumnya. Film yang diputar jam 16.00 menjadi film penutup untuk saya pada Festival Cannes 2026.
Tiket terakhir digunakan oleh Paksu untuk menonton Butterfly Jam. Film yang diputar pertama untuk QdC 2026 itu juga menjadi film terakhir di yg diputar di QdC. Saya dan Butet menontonnya di hari pertama, sesi terpagi. Kali ini Paksu menonton di hari terakhir, sesi termalam. Sebuah kebetulan unik yang menandai akhir periode Festival Cannes 2026 kami.
Saya dan Paksu. Karena Butet masih bisa menonton lagi hari Sabtu.

Comments
Post a Comment