Watchlist Cannes 2026

Festival Internasional Film Cannes 2026 berakhir 23 Mei yang lalu. Tahun ini, saya mencatat telah menghadiri 12 screening film panjang, dengan salah satunya disertai 1 film pendek, dan 3 screening koleksi film pendek yang total menghimpun 13 film pendek selama periode Festival.

Watchlist Cannes 2026 saya yang tersimpan rapi dalam mainan baru saya: Letterboxd, mengikuti saran si Butet

Dari 12 film panjang, 1 dari seleksi resmi. Seleksi resmi non kompetisi. Film pembukaan Festival, yang sudah beberapa tahun ini dirilis bersamaan secara umum, dan ditayangkan pada hari pembukaan dengan diawali siaran langsung acara pembukaan Festivalnya sendiri.

Tahun ini, film yang terpilih adalah Venus Electrique. Kami menontonnya di bioskop Cineum dengan memesan tiket terlebih dahulu. Tiket yang laris-manis dan lekas ludes terjual.

Pertama kali menonton film pembukaan Festival karena desakan si Butet

Pemutaran film di Cineum ada kejadian unik: petugas proyeksi lupa memindahkan kanal televisi seusai siaran langsung la montée des marches. Selama beberapa menit, kami menonton rekaman konferensi pers sambil bertanya-tanya. Sedang iklan kah, di stasiun TV-nya? 

Saat kemudian petugas menyadari kesalahannya dan memindahkan ke kanal yang benar, acara pembukaan sudah hampir selesai. Pas Ketua Dewan Juri, Park Chan-wook, usai berpidato. Kami pun melewatkan perkenalan para juri. Tapi kami masih menyaksikan Peter Jackson mendapatkan Palme d'Or d'Honneur.

11 film panjang yang lain adalah dari kompetisi paralel: 9 dari Quinzaine des cinéastes, 2 dari Semaine de la Critiques. Dari 3 screening film pendek, 1 dari QdC dan 2 dari SdC.

Banyak amat?

4 tiket screening SdC: 2 film panjang plus 9 film pendek

Ada beberapa alasan kenapa saya banyak menonton. Terutama untuk QdC. Kalau SdC kan tiketnya gratis. Mendapatkannya harus bermodal keberuntungan. Menunggu saat-saat terakhir, jika ada sisa sesudah para profesional, meski sama-sama harus memesan di platform online ticketing yang sama. Untuk QdC, kita harus membeli semacam voucher sebelum menukarkannya dengan tiket: 8€ satuan, atau 40€ per 6 voucher.

Sebelum platform ticketing dibuka, saya dan Butet sudah membuat rencana, film apa saja yang ingin kami tonton. Jelas tak mungkin ke-20 film yang terseleksi di QdC. Selain waktu, juga biaya kan!? Belum lagi 2 screening film pendeknya. Apalagi ditambah 11 film panjang di SdC plus 2 screening film pendek dan Next Step Studio yang menghadirkan Indonesia meski tak berbiaya.

Karena tiket SdC gratisan dan sulit mendapatkan, kami lebih fokus ke QdC. Kami tetapkan batasan untuk menonton 6 screening saja. 2 kali voucher 40€ untuk berdua lah, ceritanya. Kalau mau nambah, beli satuan saja, niatnya. Eh, kenyataan mengatakan lain!

Koleksi tiket screening QdC 2026

Saya sudah sempat menceritakan tentang bagaimana saya memanfaatkan kesalahan sistem ini untuk menonton ekstra 3 screening: 2 untuk saya dan 1 untuk Paksu. Dan begitulah dari jatah 6 screening dengan jatah voucher asal plus 1 screening dengan membeli tiket fisik, akhirnya saya bisa menonton 10 screening dengan 2 bonus itu!

Membeli tiket fisik demi memanfaatkan diskon (5€ dari 8€) dan memperoleh katalog gratis (seharga 15€ yang sesudah penutupan dibagikan secara gratis) sebagai pelanggan Fnac

Menonton film sebanyak itu dalam 2 minggu memang melelahkan. 2-3 screening per hari membutuhkan banyak energi. Apalagi kadang sampai harus mengorbankan waktu makan siang. Entah lambat makan, atau harus cepat-cepat, asal perut tak kosong saja.

Salut pada para profesional yang menghabiskan seharian, bahkan sampai lewat tengah malam, untuk menonton berbagai film berturutan. Sesudah itu, mereka masih musti mengolah berita, pula! Saya nulis satu artikel untul Surat Dunia saja tak bisa di hari yang sama! Jauuuuh! Hahaha.

Jumlah screening yang saya hadiri tahun ini jelas merupakan sebuah rekor. Ini tak lepas dari peran Butet sebagai pendorong. Padahal sesudah menonton bersama saya usai, dia masih ada 3 Jours à Cannes.

Apakah tahun depan saya bisa menonton sebanyak tahun ini?

Kita lihat saja!

Meski punya cukup gems, saya pilih turun saja ... untuk masuk 3 besar sebelum naik ke Diamond lagi minggu ini! Hahaha

Yang jelas, akibat menonton intensif itu, minggu lalu level Duolingo saya jadi sempat turun ke Obsidian setelah berbulan-bulan di level Diamond. Dan sampai hari ini, saya dan Butet masih perlu membayar hutang kelelahan serta kurang tidur selama Festival! Hihihi.


Comments

Popular posts from this blog

Berbagai Hidangan Kambing Khas Solo

Tanpa Internet? Bisakah?

7 Alasan Merantau selain Perbaikan Ekonomi