Mal Indonesia 2026
Sebenarnya mencatat mal ini sudah ingin saya lakukan saat pulang kampung 2024. Saat itu, rasanya jalan-jalan kami kok dari mal ke mal saja. Heu ....
Pikiran itu kembali datang tahun ini. Mumpung masih segar dalam ingatan dan dalam rangka mengejar kuota setoran KLIP untuk mendapatkan badge Agustus, mari kita telusuri bersama!
Jakarta
Tak ada hari tanpa ke mal, saat kami berada di Jakarta. Baik saat singgah di awal kedatangan, maupun saat bertamasya bersama keluarga Bandung.
Lotte Mall
Yang ini agak cheating. Hotel kami berlokasi menempel dengannya! Meski begitu, mal ini bukan pusat perbelanjaan pertama yang kami kunjungi.
Grand Indonesia
Yang pertama kami kunjungi adalah Grand Indonesia. Salah satu agenda penting Butet di Jakarta adalah potong rambut! Dia merasa salon di Prancis tak bisa membuat poni yang bagus. Bahkan kalah bagus sama potongan saya, katanya! Hahaha. Karenanya, dia memanfaatkan kesempatan untuk memotong poni di Indonesia.
Butet juga ingin mewarnai rambutnya. Salon di Prancis menolak. Katanya sih bakal terlalu banyak bahan kimia yang digunakan untuk mengubah warna rambut hitam legam Asia. Entah memang begitu, entah salon Indonesia yang jago, rambut Butet diwarnai tanpa perlu menghilangkan pigmennya secara terpisah.
Mall Taman Anggrek
Kami ke MTA dengan tujuan untuk Butet ice skating. Setelah mencari informasi dengan Google, bertanya kanan-kiri termasuk mengerahkan mamah-mamah MGN, kami putuskan untuk ke sana saja dibanding ke BSD atau Aeon yang lebih jauh secara jarak.
Masih cukup jetlag, Butet tak menghabiskan jatah 2 jam sesinya. Belum makan siang karena sebelumnya masih merasa kenyang akibat makan pagi kesiangan, pula!
Agora Mall
Saya ke mal ini dua kali. Pertama saat janji temu dengan teman-teman kuliah, kedua saat naik ke menara Thamrin 9 bersama keluarga besar.
Solo
Kami paling jarang ke mal di Solo. Hampir setiap hari kami bepergian. Praktis hanya saat kedatangan dan keesokan harinya kami di rumah saja.
Solo Paragon
Kami ke mal ini saat mamah mertua ke Solo. Adik ipar yang tinggal di Jogja mengajak kami jalan-jalan ke sana. Tidak makan. Belum waktunya. Apalagi kami pergi sesudah makan siang bersama, tanpa ibu-ibu kami yang perlu istirahat.
Solo Square
Ini adalah mal favorit kami di Solo. Tidak besar tapi cukup lengkap dan toko-tokonya sesuai dengan level budget belanja kami. Mal ini juga yang paling dekat dari rumah di Kartasura.
Tujuan utama kami ke sana adalah food court-nya. Butet suka susyi geprek mozzarella di salah satu gerainya. Saya penasaran dengan gerai hidangan jeroan yang sayangnya saat itu habis (atau memang tak ada?). Untungnya cukup terhibur dengan babat gongso.
Bandung
Berkebalikan dengan saat di Solo, dari enam hari di Bandung, hanya dua hari kami tak ke mal: di hari kedatangan dan dua hari kemudian.
Paris van Java
TSM
TSM adalah mal favorit kami di Bandung. Paling dekat dengan rumah di Antapani, jelas! Kami ke sana di hari Sabtu, hari terakhir kami di Bandung dengan tujuan utama mencari koper.
Kami mengajak mamah mertua ke sana. Mosok kami belum sempat jalan-jalan berempat di Bandung selain saat beliau bersama Paksu menyusul ke PVJ setelah kontrol ke dokter. Beliau yang tadinya enggan, ternyata jadi orang pertama yang berbelanja di TSM! Hihihi.
Ngadem
Lumayan kan, untuk durasi liburan yang tak sampai 3 minggu?
Kalau dilihat dari history GoCar, kami sempat ke Plaza Indonesia juga. Kami menggunakan halamannya sebagai titik jemput sesudah melihat-lihat pemandangan malam dan berfoto-foto di Bundaran HI. Sebenarnya kami ingin mengunjunginya sesudah dari Thamrin 9. Namun malam itu semua sudah terlihat lelah.
Mal adalah tempat yang menarik untuk jalan-jalan. Untuk food court-nya, tentu saja. Lalu untuk toiletnya yang bersih dan nyaman. Dan tentu saja sebagai alternatif untuk ngadem dari panasnya suhu udara perkotaan yang berpolusi.
Jargon ekologinya minggir dulu deh! Euh ....
Comments
Post a Comment