Posts

Ucok Pergi Merantau - Bagian 2

Sekitar jam 5 sore tadi, akhirnya sampai juga si Ucok di kamar kosnya. Setelah dua malam di Stockholm yang akhirnya serasa ekstra liburan untuknya. Setelah jalan seharian Senin kemarin bersama teman kuliah yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Setelah pesawat yang agak terlambat. Setelah ternyata ibu kosnya sangat berbaik hati menjemputnya ke bandara... Kamarnya nyaman, katanya. Terlihat Ucok bert-shirt lengan pendek saja saat video call tadi. Wajahnya lelah. Berat, mengangkat koper ke kamarnya yang ternyata di lantai atas. Dengan pemilik rumah tinggal di bawah... Tak yakin apa bakal ke luar mencari makan, katanya... Mungkin hanya akan makan mi cup saja sebelum tidur menghimpun kembali tenaga... Yang jelas, mamanya sudah legaaa... πŸ˜‰

Ucok Pergi Merantau - Bagian 1

Berangkatlah Ucok merantau... Setelah kepergiannya ke Tours tahun lalu ternyata hanya untuk berlibur saja. Setelah kenyataan diterimanya dia di Swedia malah membuatnya kuliah online saja. Setelah jadwal masuk kelas Januari nanti juga dibatalkan karena merebaknya pandemi di Swedia...  Ucok tetap berangkat merantau... Setelah diskusi panjang-lebar tentang perlunya dia ke sana karena toh tak akan ke kelas. Setelah perhitungan tak kalah panjangnya dan tak kalah lebarnya dari segi budget yang terasa buang uang saja. Dan juga setelah tiba-tiba jadwal pesawatnya di-cancel jam setengah 6 sore kemarin... Memang kami sudah mulai melihat naga-naga peng-cancel-an beberapa penerbangan SAS sejak seminggu sebelumnya. Tapi tetap kelabakan juga mendapatkan berita pembatalan tiba-tiba begitu selagi kami sudah merasa tenang optimis. Lalu mendapat pemberitahuan tentang tiket penggantinya yang tidak lagi senyaman itinerary yang dipilih sebelumnya. Bukannya direct ke Stockholm lalu sambung ke Visby diha...

DΓ©confinement 2.0

Hari ini, kuncitara ke dua di Prancis dibuka. Dan pemerintah menyarankan karantina mandiri selama seminggu untuk mereka yang ingin berkumpul merayakan Natal bersama keluarga...  πŸ™„

Lockdown 2.0 - Hari ke Empat Puluh Enam

Hari terakhir lockdown ke dua. Besok sudah bebas ke luar tanpa attestation lagi. Bebas terbatas. Terbatas oleh jam malam. Dari pukul 20 hingga 6 pagi. Mau apa, juga, buat kami ini, dingin-dingin begini... Hari ini sibuk sekali. Dari menyelesaikan kue ulang tahun, memasak makan siang, menjemput, mengantar, mengurus cucian, menjemput ke halte untuk bersama-sama membeli bunga dan mengisi tiket bus, memasak makan malam, makan, dan menulis sebentar... Sepertinya istirahat saja dulu. Tak perlu cerita panjang... Yang jelas, semua masakan sukses... Butet senang. Semoga bertambahnya umur, bertambah pula keimanan dan kualitas ibadahnya... Aamiin... πŸ™ Semoga semua lekas kembali aman, nyaman, tanpa kekhawatiran... πŸ™

Lockdown 2.0 - Hari ke Empat Puluh Lima

Ternyata saya hanya sempat membuat lapisan mousse ke dua saja, mousse au chocolat au lait. Pagi tadi saya nekat membuat tarte au poire amandine yang sudah saya janjikan untuk Ucok. Pembuatannya lambat karena pate brisΓ©e baru terbeli kemarin sore. Nekat karena sudah tahu bahwa besok akan ada gateau lain... πŸ˜… Lapisan ke tiga, mousse au chocolat blanc, semoga bisa saya kerjakan besok pagi. Sepagi mungkin!...   Pasalnya besok dijadwalkan akan datang 3 colis. Dari Decathlon, Yves Rocher, dan Toko Bu Yati. Sedangkan Butet juga ingin makan siang di rumah. Jadi harus menjemput jam istirahat makan siang dan kemudian mengantarnya kembali sekolah sebelum 14.25... Siang tadi, sepulang dari boucherie, saya langsung memilah daging untuk menyimpannya di congelateur. Tak bisa meletakkannya begitu saja di kulkas karena tak ada tempat. Maklum, hari Minggu... Apalagi ditambah loyang tarte au poire dan entremets 3 chocolats!... Daging tersimpan, saya lanjut memarinate bebek pesanan menu ultah Butet. ...

Lockdown 2.0 - Hari ke Empat Puluh Empat

Sabtu ini saya kembali diminta menjadi co moderator zoom meeting. Teteh yang membuat poster publikasi, menuliskan saya sebagai penulis. Saya sempat protes. Nggak berani mengklaim lah. Belum pantas. Tapi si teteh bilang dia yang akan bertanggung jawab. Baiklah. Saya anggap sebagai do'a. Namun tetap saja saya jadi jengah untuk share posternya... πŸ˜… Meeting berjalan lancar. Teteh terlihat makin gapai saja mengendalikan semuanya. Makin terasa bahwa posisi saya hanya sebagai dukungan moral saja... πŸ˜„ Pagi tadi saya sempatkan mencicil genoise sebagai dasar Entremets trois chocolats permintaan Butet untuk ulang tahunnya Senin nanti. Saya berniat membuat salah satu lapisan mousse hari ini. Tapi ternyata tak sempat. Saya hanya bisa menyiapkan sampai lapisan pralinois-nya saja. Sepertinya besok harus ngebut mengerjakan 3 lapisnya. Atau mungkin 2 lapis besok, dan satu lapis lagi Senin pagi? Karena besok siang kan jadwal ke boucherie tuh... 😏 Hari ini akhirnya Ucok mengirimkan link celana pan...

Lokdown 2.0 - Hari ke Empat Puluh Tiga

Hari ini diramalkan hujan seharian. Sempat ragu, apakah saya akan memaksa Butet untuk menjemputnya. Namun dia tetap lebih memilih pulanng naik bus bersama teman-temannya, dan hanya akan menelepon atau SMS saat jam makan siang sekira hujan lebat... Ternyata pagi malah cerah. Sempat hujan sebentar di siang hari. Tapi lalu reda meski mendung tetap menggantung. Butet pulang dengan lancar sebelum hujan kembali mengguyur hingga malam ini... Rasanya hari ini santai. Tapi dipikir-pikir, banyak juga yang saya kerjakan. Membuat tiramisu menggunakan sisa mascarpone Minggu lalu, melanjutkan menjahit masker, mempersiapkan zoom meeting besok siang sebagai co-moderator, membayar kantin, juga menyelesaikan belanja di Toko Bu Yati... Ternyata pesanan sudah dikirim padahal saya belum menerima tagihan. Yang artinya, belum dibayar! Akhirnya saya mengobrol panjang-lebar dengan Bu Yati yang ternyata putrinya juga sempat sekolah di Swedia... Lumayan juga, bukannya membahas pesanan, malah bercerita tentang ke...