Posts

Mengakses Sastra Korea Online, Gratis, dan Legal dengan Digital Library of Korean Literature

Image
Saya sudah mengenal  Literature Translation Institute of Korea ( LTI Korea) sejak akhir tahun 2023. Oktober itu saya memberanikan diri mengikuti Korean Literature Review Contest dalam kategori mengulas buku dan membuat reels yang diselenggarakannya di Instagram. Dua-duanya tidak menang! Seingat saya, ada ketentuan yang saya lewatkan. Saya sendiri baru submit di perpanjangan waktu. Heu.... Tapi saya sadar juga kalau kualitas karya saya masih kalah bagus ketimbang para pemenang lainnya. Waktu itu saya menulis ulang dan memoles ulasan buku School Nurse Ahn Eunyeong yang sudah saya sempat saya posting sebelumnya di blog A Thousand Readings . Nggak papa kalah. Saya sudah sangat bahagia karena mendapatkan like dari Chung Serang chakka-nim di reels saya! Agak malu sebenarnya, secara Instagram saya tak rutin diisi. Hehehe. Voir cette publication sur Instagram Une publication partagée par a l f i (@ibu2fr) Dalam rangka World Book Day 23 April yang lalu, LTI K...

Rennes H—4: Agenda Utama

Image
Tibalah saatnya hari—H wawancara. Wawancara pertama Butet untuk sekolah arsitektur. Tujuan utama kami berada di kota Rennes sejak Jumat lalu. Kami check out dari hotel jam 10 kurang sedikit. Langsung menuju stasiun metro yang praktis hanya di seberang jalan saja. Suhu udara terasa dingin pagi tadi. Titik-titik air turun, alhamdulillah tak jadi hujan. 10°C! Pantas saja. Beberapa hari kemarin suhu pagi di Rennes sudah mencapai 15°C. Metro lebih ramai dari kemarin. Namanya juga hari kerja, ya!? Kami berdiri di sepanjang 12 menit perjalanan. Sampai di stasiun metro, kami langsung naik lift. Sudah belajar dari pengalaman kemarin, lah! Dari kejauhan sudah tampak kerumunan di depan kampus ENSAB. Sampai di sana, kami lihat anak-anak muda yang menunggu di halaman, di dalam gerbang. Yang di luar adalah para orang tua pendamping yang memang dilarang masuk ke lokal kampus. Tak ada tempat juga. Halaman depannya kecil saja. Foto diambil dari balik jeruji pagar, saat survey lokasi hari Minggu Saya d...

Rennes H—3: Mengunjungi Kota

Image
Setelah dua hari yang intens, hari ini kami memilih bersantai. Meski sudah merencanakan beberapa agenda, kami memilih keluar sesiapnya saja. Niatnya sekalian langsung makan siang terlebih dahulu sebelum mengeksekusinya. Biar nggak telat makan seperti kemarin juga tuh! Eh tapi ternyata si Butet malah bangun cukup pagi. Hanya sebentar saja tidur sesudah Subuhnya. Ya sudah, kami putuskan untuk ke luar. Daripada hanya di hotel dan terpaku pada layar saja. Nggak pagi-pagi amat sih. Sudah jam 10 lebih juga. Agenda pertama kami adalah survey lokasi ke ENSA Bretagne. Kami ke sana dengan menggunakan metro. Sengaja ingin mencoba transportasi umum. Memang selain menggunakan bus dari bandara dan saat ke Mont Saint Michel, kami jalan kaki saja ke mana-mana. Metro di Rennes nyaman juga. Semoga bukan hanya karena hari Minggu ya. Senin besok, selain tidak boleh terlambat, kami juga harus membawa koper kabin dan semua tas-tas bawaan. Karena kami harus langsung ke bandara seusai wawancara. Yang jelas, k...

Rennes H—2: Mont Saint Michel

Image
Seperti yang sudah sempat saya singgung kemarin, ini adalah pertama kalinya kami ke Rennes. Pertama kalinya kami ke Region Bretonia. Pertama kalinya kami jalan-jalan di dalam negeri Prancis di luar Region Sud—region kami — , Paris, dan Toulouse. Ya, kami memang belum banyak jalan-jalan di dalam negeri. Bukan apa-apa. Tiket dalam negeri cenderung mahal. Belum lagi akomodasinya. Perjalanan ke luar negeri yang masih dalam wilayah Schengen jadi sangat menarik. Karena itulah kami menggunakan alasan dipanggilnya Butet wawancara di Rennes ini untuk melihat-lihat wilayah Prancis yang lain juga. Hehehe. Saat memesan tiket pesawat dan akomodasi, kami tak terlalu memperhatikan di mana tepatnya lokasi Rennes. Demikian pula saat Butet memilih ENSA. Dia hanya ingin berganti suasana. Keluar dari Region Sud di mana dia lahir dan dibesarkan. Kami pikir, Rennes tak jauh dari pantai. Ternyata ya ... sebenarnya tak jauh-jauh amat sih. Namun kalau dibandingkan pantai Croisette yang hanya 2km dari rumah kam...

Rennes H—1: Touch Down!

Image
ENSA Bretagne adalah perguruan tinggi negeri pertama yang memanggil Butet untuk wawancara. Pemanggilan dijadwalkan mulai pertengahan April, kami tak menyangka sudah mendapatkan email tanggal 11. Jam 7.30 pagi, pula! Butet tak mengambil banyak waktu sebelum mengambil slot wawancara. Ternyata dia bukan yang pertama.  Jadwal pagi sudah diambil. Butet mendapatkan slot 5 Mei 2025 jam 10.40. Sebenarnya ada dua hari yang bisa dipilih untuk wawancara itu: 5 dan 6 Mei 2025. Butet menginginkan tanggal 5, agar tak perlu absen Selasanya. Kami sudah memperhitungkan bahwa Butet akan banyak absen mulai akhir April hingga pertengahan Mei untuk wawancara seleksi perguruan tinggi ini. Paksu langsung sibuk mencari transport dan akomodasi. Tidak semudah itu. Tak banyak pesawat langsung dari Nice ke Rennes. Harga kereta api luar biasa mahalnya. Mungkin karena ada hari kejepit 2 Mei sesudah libur Hari Buruh. Singkatnya, kami memutuskan mengambil pesawat untuk ke Rennes. Dengan transit. Perginya tanggal ...

1 Mei

Image
Tanggal 1 Mei. Libur nasional. Hari Buruh. Saya turun ke arah kota. Tujuan utama ke boucherie halal. Tadinya berniat berangkat pagi, tapi lalu berubah ke siang. Pagi tadi lelah kurang tidur. Tapi tak bisa tidur pagi dan siang juga. Bukaaan. Bukan karena menunggu bukanya form setoran KLIP! Hahaha. Semalam saya bersama Butet menonton Ne Zha di Youtube. Kali ini kami terpaksa mznonton secara tidak legal. Film animasi Tiongkok yang hak tayangnya dipegang Prime Video itu tidak masuk Prancis. Kami tidak menemukan Ne Zha di platform manapun juga. Padahal kami rela membayar. Butet sendiri sudah menonton Ne Zha 2 di bioskop bersama papanya hari Minggu yang lalu, tertarik dengan reviu positif di berbagai media. Kami mulai menonton agak larut karena Butet harus menyelesaikan suatu projek yang mungkin suatu hari nanti bisa saya pamerkan ceritakan. Kami baru selesai menonton menjelang jam 1 dini hari. Sambil mendiskusikan film, membandingkannya selain dengan Ne Zha 2 tetapi juga dengan New God...

Kembali ke Kampus Polytech Nice

Image
Rabu, 29 April 2025 kemarin, Butet ujian tertulis untuk seleksi masuk perguruan tinggi yang tergabung dalam jaringan Geipi Polytech. Dengan satu prosedur pendaftaran, satu voeux di Parcoursup, peserta bisa berpeluang masuk ke 48 opsi yang tersebar di 35 perguruan tinggi!  Tentu, Butet tak mendaftar ke semua 48 opsi itu. Butet mengambil 17 opsi saja.  Pertama, tidak semua opsi jurusan bisa diambilnya. Jurusan-jurusan yang mengharuskan spesialisasi Science Vie et Terre (SVT) tentu saja harus dilupakan, meski sebenarnya bioteknologi masih menariknya. Konsekuensi pilihan spesialisasinya saat naik ke kelas Terminale. Butet juga tak bisa mengambil opsi paruh waktu karena ... ya, belum bekerja dan belum merasa mampu untuk itu. Kuliah sambil nyambi kerja memang mungkin di beberapa Polytech. Namun maaf, saya tak mendalami prosedur dan persyaratannya. Kedua, Butet mengeliminasi lokasi di luar Prancis daratan. La Réunion, memang daerah yang cantik. Tapi kan jauh, tuh!  Butet sendir...