Posts

Tentang Sekaleng Bebek

Sabtu lalu, saya sudah yakin akan masak menu ikan untuk buka puasa. Kami memang biasa makan ikan di hari Sabtu. Bukan Jum'at seperti tradisi orang Prancis. Salah satu dari tradisi agama Katholik yang masih dipertahankan, yang mungkin orang-orang sudah tak tahu lagi asal-usul sebenarnya... Alasan praktis saja. Hari Sabtu adalah jadwal kami belanja mingguan. Sekalian beli ikan, dan dimasak di hari yang sama. Atau keesokan harinya. Maksimal Senin. Tapi jarang sekali menunggu dua hari begitu... Sabtu lalu 1 Mei. Jum'atnya, suami saya yakin kalau swalayan dekat rumah buka. Memang swalayan kecil. Sering buka di hari libur nasional. Saya sempat tak yakin kalau 1 Mei buka. Tapi entah mengapa saya tak mengeceknya... Saat membuat daftar belanjaan, barulah saya mengecek. Memang kalau tidak sedang melihat-lihat katalog promosi, saya jarang membuka aplikasi jaringan swalayan kami. Dan ... diumumkan bahwa swalayan langganan tutup!... Sempat panik juga, secara stok daging yang ada di rumah ti...

Kembali ke Bangku Sekolah

Hari ini Butet kembali ke sekolah. Setelah satu minggu distancielle (SFH), dua minggu libur musim semi, dan satu minggu lagi distancielle . Berbeda dengan saat kuncitara pertama tahun lalu, kali ini Butet tidak antusias kembali sekolah. Demikian pula teman-teman sekelasnya. Sebagian besar memilih tetap distancielle saja. Mereka khawatir, masuk sekolah kali ini hanya keamanan semu saja... Memang anak-anak kelas 8 sudah bukan anak kecil lagi. Para remaja itu cukup melek informasi. Kembali sekolah hari ini menandai tahap pertama dibukanya kuncitara ke-3. Padahal kasus Covid 19 masih banyak. Masih ada 15 daerah merah. Para ahli infeksi masih mengkhawatirkan terjadinya gelombang ke 4. Dan anak-anak remaja itu tahu tentang semua fakta yang ada... Kekhawatiran anak-anak itu bukan untuk mereka sendiri. Mereka sadar penuh memiliki stamina tinggi. Kecil kemungkinan tertular dan parah... Tapi banyak di antara mereka yang memiliki anggota keluarga yang ringkih. Yang tidak pun, mereka khawatir ak...

Sepuluh Hari ke Tiga Ramadhan

Tak terasa sudah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tilawah sampai mana woiii?... Cuma narget 10 juz aja, mosok nggak tercapai? Ayo ngebut, ngebuuut... Mumpung Butet sudah kembali ke kelas besok pagi. Mumpung lebih banyak ruang dan waktu bebas. Mumpung deadline tantangan Mamah Gajah Ngeblog masih jauh. Mumpung belum ada undangan Club lecture. Mumpung belum ada tugas co-host. Mumpung lagi nggak ada drakor yang rilis. Eh?... Hehehehe... Dan mumpung tak ada MOOC juga... Begitulah. Akhirnya MOOC World Litterature pun drop karena kurangnya motivasi. Tanpa deadline untuk evaluasi, mengikuti kuliah jadi asal-asalan. Akibatnya keteteran. Dan habislah tenggang akses yang diberikan. Hari ini... Mungkin memang pertanda. Untuk meliburkan semua aktivitas duniawi yang tidak esensial. Fokus ibadah mengejar pahala?... Mudah saja dituliskan. Penerapannya? Kita lihat saja... Minimal ada pencatat bahwa pernah niat... 😅😇 Pagi tadi, saat suami ke swalayan, katanya ada banyak sekali pembeli. Akibat...

Badge Outstanding April 2021

Image
Ya, rapor KLIP bulan April 2021 sudah ke luar pagi tadi dan saya resmi mendapatkan bagde oustanding lagi! 🎉🎊 Memang terbukti lebih mudah menjaga rutinitas menulis setiap hari ketimbang mikir-mikir dulu saya harus nulis di hari apa untuk meraih targetan 10 atai 20 tulisan per bulan. Mikir-mikir apakah hari ini libur saja, lalu ngitung-ngitung musti nulis berapa lagi... Nulis tiap hari. Titik. Lebih enak... Bulan April ini ada dua yang memotivasi. Yang pertama Ramadhan. Ada keinginan mencatat tiap hari, semacam buku harian Ramadhan, gitu... Sempat absen mencatat karena mencoba posting review abal-abal tentang Tiga Antologi Dee Lestari yang tersedia di iPusnas untuk tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog. Nalun batal saya ikut sertakan karena tak berhasil menarik ujung benang merah inspirasinya di mana... Karena sudah "terlanjur" menulis panjang lebar, ya sudah, buat isi blog saja tak apa. Dan saya bagi di klub buku KLIP meski tak jadi setoran tantangan baca buku karena bingun...

Ma voisine est Indonésienne

Image
Saat diumumkan bahwa tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan April ini adalah Review Buku Perempuan Inspiratif , saya langsung merasa bahwa bakal skip saja. Tidak terbayang sama sekali buku apa yang inspiratif. Apalagi buku tentang perempuan... Kemudian dijelaskan bahwa perempuan di sini bisa di penulisnya, bisa juga di salah satu tokoh bukunya. Tak harus tema bukunya secara keseluruhan. Namun, antara terkesan dan terinspirasi, sepertinya ada jarak yang cukup jauh. Atau mungkin bukan jarak. Hanya sayanya saja yang tak berhasil menarik benang merahnya, dan mengungkapkan di mana letak inspirasinya... Dan kemarin, satu hari menjelang deadline, mata saya tertumbuk pada buku Ma voisine est Indonésienne yang saya beli bulan Maret lalu... Buku yang terbit bulan Januari 2021 ini gencar dipromosikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris. Bahkan KBRI Paris mengadakan acara peluncurannya Februari lalu. Padahal penulisnya, Emmanuel Lemaire, adalah orang Prancis. Biasanya K...

Tahapan Pembukaan Kuncitara 3.1

Image
Pagi ini adalah satu-satunya di mana saya tak ada zoom. Ya, seminggu ini, tiap pagi ada pengajian. Kecuali hari ini. Tak ada pagi. Tapi tetap ada di siang hari. AlhamduliLlaah ya... Ramadhan jadi banyak siraman ruhani. Dan meskitak ada zoom pagi, bukan berarti saya jadi bisa tidur sampai siang!... Butet sudah mulai online dari jam 8 pagi. Dia menyalakan alarm setengah 8 agar tenang bersiap. Semua guru mengadakan visio sampai tengah hari kecuali satu jam bahasa Inggris. Setelah jam istirahat makan siang tidak ada visio pelajaran bahasa Prancis maupun bahasa Latin. Tapi Butet tetap online. Chatting dengan sobatnya sesiangan. Sambil mengerjakan tugas kelompok... Saya sempat tertidur sebentar ba'da Dhuhur. Bangun langsung segera online zoom. Tak perlu banyak bersiap. Tidak ada tadarus. Pengajian tafsir Al Qur'an ini biasanya merupakan pengajian rutin Rabu pagi. Sesudah beberapa kali absen karena waktunya digunakan untuk pengajian PERMIIP, ustadz menawarkan mengganti dengan jam lain...

Malam Nuzulul Qur'an

Hari ke tiga SFH, boleh dibilang Butet full conference sampai tengah hari. Korting sedikit untuk jam pelajaran Technology yang seharusnya jam 8-10, dimulai 8.15 dan diakhiri 9.30. Butet ngomel, kenapa tidak jam 9 sampai jam 10 saja? Dan saya setuju. Biar kami ada ekstra tidur pagi... Alarm membangunkan kami jam 8 pagi. Butet bangun bersiap. Saya bangun, membukakan jendelanya, lalu tidur lagi. Satu jam lagi lah... 9.45 ada jadwal tadarus, dan dilanjutkan kajian Ramadan PERMIIP pukul 10.45-12.30... Ternyata saya keenakan tidur! Baru terbangun pas jam 9.45! Panik saya lihat jam di smartphone. Lekas buka whatsapp untuk mengirim pesan ke sahabat yang biasa memandu tadarus, bahwa saya akan terlambat dan siap di-skip saja... Eh malah sahabat saya sudah mengirim whatsapp. Memberitakan bahwa dia tak bisa memandu pagi tadi! Memang biasanya saya yang menggantikan menjadi pemandu jika dia berhalangan... Segera saya kirim pesan ke teteh admin. Setelah itu ambil wudhu dan bersiap. Koneksi ke zoom te...