Posts

Showing posts with the label pandemi

Genap Satu Tahun WFH

Hari ini tepat satu tahun sejak suami saya mulai bekerja di kantor barunya ... di rumah!... Hahaha... Bukan karena kantornya jadi di rumah. Tapi karena wfh sejak ganti perusahaan... Rancu, ya!? 😅 Ceritanya suami saya diterima di perusahaan baru. Dia resign dari kantor lamanya sejak bulan Desember. Di Prancis, standar untuk resign harus menunggu 3 bulan dahulu sampai berhenti kerja. Demikian juga untuk memulai kerja. Harus menunggu 3 bulan dahulu sebelum bisa mulai di kantor yang baru... Suami saya resign pertengahan Desember. Karenanya dia masih bekerja di kantor yang lama sampai pertengahan Maret. Namun dia minta ke kantor barunya untuk bisa memulai kerjanya akhir Maret. Biar ada masa transisi untuk pindahan dan sebagainya... Kantor barunya berbasis di Paris. Karena itulah kami mengadakan perjalanan ke Paris untuk visite ville, mengunjungi kotanya. Sepulang dari sana, kantor sudah menyiapkan tiket pesawat dan kamar hotel untuk suami saya, selama dia mengurusi administrasi penyewaan a...

Jetlag Pergantian Jam

Hari Minggu ke dua, lockdown ke-3... Kemarin saya lupa cerita, tentang suami saya yang ke kota. Ke pasar lagi seperti seminggu yang lalu. Tujuan utamanya adalah ke luar rumah, berganti suasana. Meluruskan kaki juga. Berjalan agak jauh, tidak hanya sirkuit kamar-ruang tamu-dapur-WC saja... Sudah setahun dia wfh. Tak ada lagi jalan ke halte bis, nyambung ke stasiun kereta, ke halte bis lagi, lalu ke kantornya.  Sudah satu tahun juga kami tak berlibur ke luar kota. Butet masih ke sekolah. Saya masih mengantar-jemputnya. Kadang segaja jalan kaki. Suami saya hanya ke luar ke supermarket. Lagi-lagi ke dalam ruangan tertutup. Kebetulan swalayan dekat. Hanya 50 m-an saja... Beberapa kali saya minta dia membawa Butet ke kota di Sabtu sore. Jalan ke pantai, misalnya. Biar Butet main roller blade di sepanjang Croisette. Saya juga sempat ajak ke pasar di Minggu pagi. Tapi tak mau... Kalau bukan maunya sendiri, sulit juga. Karenanya saya biarkan saja saat dia tiba-tiba ingin ke kota, kemarin si...

Satu Tahun Sejak Lockdown 1.0

Ya, tak terasa sudah satu tahun berlalu sejak hari pertama diberlakukannya lockdown pertama di Prancis. 17 Maret 2020, pukul 12 siang. Paginya, orang berbondong ke supermarket membeli bahan kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, tentu saja rak-rak supermarket menjadi kosong. Dan itu yang menjadi viral, dijadikan "bukti" bahwa stok makanan tidak cukup. Mebuat panik dan resah saja... Pemerintah sudah menjamin ketersediaan bahan makanan. Dan pada kenyataannya semua baik-baik saja. Memang sempat terjadi kelangkaan terigu. Tapi itu memang efek dari keserakahan manusia yang menimbunnya saja... Terjadi eksodus besar-besaran pada tanggal 16. Karena Senin malam itu sudah dijadwalkan pidato Presiden di televisi. Semua orang sudah menduga diberlakukannya lockdown ini. Bagaimana tidak? Kasus makin meningkat, negara-negara tetangga sudah memberlakukan lockdown juga... Eksodus bahkan sudah terjadi sejak akhir pekan sebelumnya. Saat diumumkannya penutupan sekolah-sekolah, orang sudah memperkirak...

Penggiliran Pelajaran Olah Raga

Hari ini Butet masuk jam 10. Pasalnya, minggu ini giliran siswa perempuan di kelasnya untuk tidak mengikuti pelajaran olah raga... Pelajaran olah raga ini banyak juga diuliknya. Pertama, tidak ada lagi olah raga indoor. Semua kegiatan olah raga harus dilakukan outdoor. Ini peraturan resmi dari pemerintah. Berlaku juga untuk segala kegiatan olah raga di luar sekolah. Tentu tak mudah mengubah program pembelajaran dan mengatur penjadwalan. Karena tentunya, tempat olah raga di luar bukannya tak terbatas... Jenis olah raga pun jadi dibatasi. Tenis meja, misalnya, tidak dipilih lagi. Sterilisasi meja membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya. Belum lagi bola pingpongnya yang mudah terbang ke mana-mana... Tenis meja diganti volley, lapangan dinilai tak mendukung protokol penjagaan jarak. Karena memang, dalam satu jam tertentu, tidak hanya satu kelas yang berolah raga. Tidak hanya anak college, namun ada siswa lycée juga... Karenanya sekolah memilih membagi dua kelas untuk jadwal olah raga tertentu...

12 Maret, Setahun yang Lalu

Hari ini cerah. Matahari terang. Pagi, saat mengantar Butet sekolah, thermometer mobil menunjukkan 12°C. Dua belas derajat di jam delapan pagi!... Dan saat saya jalan ke luar sekitar jam 11 tadi, thermometer di depan pharmacie (apotek) menunjukkan 25°C! Memang musim semi sebentar lagi datang. Tapi tetap saja ini masih bulan Maret. Saat-saat begini ini yang suka membuat orang jatuh sakit. Cuaca cerah dan udara hangat, membuat orang suka lupa diri. Menanggalkan jaket dan sweater, padahal belum waktunya. Tertipu angka 25 yang memang jauh bedanya dengan daerah-daerah Prancis lain yang masih bersuhu di bawah 10°C... 12 Maret 2021 pemerintah mengumumkan penutupan sekolah dari TK hingga perguruan tinggi di Prancis melihat perkembangan pandemi mulai Senin 16 Maret. Hari itu Kamis. Belum dua minggu anak-anak zone B kembali ke sekolah sejak liburan musim dingin. Jum'atnya, saya masih ada janji temu untuk check up dengan dokter mata... Saat itu belum banyak yang bermasker. Bahkan WHO dan peme...

Satu Weekend Lockdown Parsial Lagi

Siang tadi pemerintah mengumumkan bahwa lockdown parsial masih akan diberlakukan akhir pekan yang akan datang ini. Tambah satu. Satu saja dari keputusan dua weekend kemarin. Apakah akan hanya satu? Apakah weekend depannya akan lockdown parsial lagi? Entahlah...  Tapi beginilah kehidupan kami saat ini; menjalani dari hari ke hari saja... Tak bisa  belum bisa membuat rencana jauh ke depan. Semua bisa berubah setiap saat. Menikmati saja. Berusaha menikmati... Senin kemarin saya menelepon ibu. Senin kemarin, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengutarakan kemungkinan mundurnya lagi jadwal mudik kami... Sudah lama saya ragu. Tapi tak sampai hati saya menyampaikannya pada ibu. Padahal sebenarnya saya ingin berbagi kekhawatiran. Saya tahan karena tak mau membuatnya kepikiran. Dan kemarin terungkap juga... Mungkin karena kemarin saya tak melihat wajahnya? Karena kemarin kami voice chat saja? Karena kami tak bisa saling melihat ekspresi masing-masing? Karena itu ibu bertanya gamblan...

Perjalanan Akhir Februari 2020

Hari ini saya dan suami ke boucherie . Membeli daging dan beras. Tak lupa membawa attestation. Malamnya, seperti biasa, kami video conference dengan Ucok...  Tepat setahun yang lalu, kami sedang berada di Paris. Kami tiba tanggal 26, dan bertolak tanggal 29. Tiga malam di Paris dengan seluruh biaya transport dan akomodasi tidak dari kantung sendiri. Sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan yang menerima suami sebagai karyawan barunya. Ya, perjalanan kunjungan kota yang masuk dalam moving package... Siapa sangka setelah itu kami belum bisa mengadakan perjalanan wisata lagi?... 😒 26 Februari Kami berangkat menggunakan Air France. Di bandara, sempat ada insiden bagasi tak bertuan yang menyebabkan kami tidak bisa langsung masuk ke terminal keberangkatan. AlhamduliLlaah tidak menyebabkan keterlambatan bagi kami... Berangkat dari Nice dengan cuaca cerah dan udara hangat, tiba di Paris dengan langit mendung dan cuaca dingin. Rupanya paginya sempat turun salju...  Kami menuju kota mengg...

Sampah dan Kebiasaan

Hari ini departement kami memasuki hari pertama lockdown lokal. Hanya weekend saja,selama dua weekend ke depan. Dari Jum'at pukul 18.00 hingga Senin pukul 6 pagi. Atau kata politisi, lockdown-nya seharian aja kok, dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore!... Habis itu bukan lockdown, tapi jam malam!... Yeih, sama saja!... Saya termasuk yang menunggu masa lockdown. Ngeri-ngeri sedap melihat perkembangan pandemi yang belum menuju arah perbaikan. Tapi lockdown lokal kali ini, saya nilai tidak adil sama sekali! Bagaimana tidak? Alasannya adalah untuk menghalangi datangnya turis ke daerah kami. Sedangkan jadwal libur sekolah kan bergantian. Lockdown jatuh di masa daerah kami masuk liburan! Hanya ada zone B yang libur. Dan zone B adalah zoe terakhir pada taun ajaran ini. Kalau memang ingin menghalangi turis datang ke daerah kami, kenapa tidak saat zone A dan C libur kemarin? Ini sih sama saja dengan menghukum kami. Bayangkan orang-orang yang harus bekerja dan mengirimkan anak-anaknya ke centre...

Lockdown Parsial

Setelah menunggu sepanjang weekend, setelah pengumuman yang katanya Minggu sore dimundurkan, akhirnya tengah hari tadi Préfet des Alpes Maritimes mengumumkan diberlakukannya lockdown parsial. Lockdown hanya selama weekend saja, untuk dua weekend ke depan. Diberlakukan untuk kota-kota yang berada di sekitaran pesisir pantai. Dari Jum'at pukul 18.00 hingga Senin pukul 06.00... Kasus di departement kami memang tinggi. Hampir 600 per 100 ribu penduduk. Tiga kali lebih tinggi dari rata-rata nasional! Karenanya, saat Menteri Kesehatan Olivier Veran datang ke Nice, ibukota departement Alpes Maritimes , semua sudah bersiap akan kemungkinan pengetatan protokol... Padahal hari ini, libur sekolah resmi dimulai untuk zona departement kami. Ya, buat saya tetap, yang namanya libur sekolah itu mulai Senin. Weekend mah weekend. Bukan termasuk hari sekolah. Jadi ya nggak masuk kuota libur!... 😝 Lockdown parsial jelas meresahkan masyarakat lokal. Salahnya turis, kok kami yang dihukum... 😥 Banyak...

Rindu vs Pandemi

Suka kesel, kalau dengar : yah, saya mah tetep bela-belain pulang kampung, soalnya kangen sama orang tua. Repot juga saya jalanin, demi berbakti sama orang tua. Emang ribet sih, tapi kan biar orang tua seneng, bisa ketemu sama cucu-cucunya, ... Mending-mending kalau tidak dilanjutkan dengan mempertanyakan. Tapi memang ada saja yang nanya : udah lama ga mudik, nggak kangen orang tua?  Emang maunya saya jawab nggak tuh, nggak kangen! Gitu?... Tapi saya masih sabar kok. Mungkin dulu... Saat usia masih 20an, saya bisa nangis seharian ditanyain begitu... Mungkin dulu.. Saat usia 30an, saya bakal ngomel-ngomelin yang nanya. Sekarang, saat usia yang dibilang jelita (aheu, istilahnya suka deh!), saya sudah tak mau lagi menanggapi. Laisse tomber ! Atau dalam bahasa Indonesianya biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Eh? Hehehehe... Cuman ya tolong dong, tahan diri. Jaga perasaan orang lain... Terkadang, ada situasi di mana pertanyaan yang mungkin dirasa inoffensive oleh penany...

Karnaval 2021

Image
Hari ini Mardi Gras , hari Selasa sebelum Mecredi des Cendres .  Di Indonesia saya mengenal Mercredi des Cendres atau Rabu Abu, tapi tidak kenal Mardi Gras yang secara literal artinya Selasa (Ber)Lemak.  Rabu Abu menandai dimulainya puasa 40 hari Pra-Paskah bagi umat Kristiani. Ditandai dengan menghabiskan bahan-bahan makanan agar tidak menggoda iman selama puasa. Hari menghabiskan gras , lemak, alias makan enak. Hari di mana secara tradisi orang-orang memasak beignets, crêpes, gaufres, ganses, bugnes, oreillettes, churros , ... segala goreng-gorengan yang memeriahkan karnaval!... Ya, Mardi Gras adalah hari di mana secara tradisi diadakannya karnaval. Skala besar seperti Rio Carnival atau Carnaval de Nice, juga skala kecil di sekolah-sekolah ataupun lingkungan keluarga. Tahun ini, karnaval-karnaval dalam skala besar ditiadakan karena pandemi. Rata-rata orang tua siswa di Prancis sudah tidak memikirkan diadakannya karnaval di sekolah lagi. Karenanya, saya dan seorang sa...

Tenir Ensemble

Image
Hari ini mendung seharian. Diramalkan, bakal hujan dari siang sampai malam. Tapi Butet malah minta tidak dijemput. Padahal hari ini ada ola raga sampai jam 17.30. Ya kami biarkan saja. Asal mengenakan jaket yang benar dan membawa payung. Samil berdo'a semoga hujan tak terlalu deras... AlhamduliLlaah Butet pulang dengan lancarnya. Lebih cepat dari jadwal karena akhirnya pelajaran olah raga ditiadakan karena hujan... Hari ini, temannya yang positif Covid sudah kembali sekolah lagi. Dia yang biasa makan di kantin tiap hari Jum'at, hari ini memilih pulang dan makan siang di rumah saja. Entah untuk jaga-jaga, atau takut tak nyaman saat makannya, karena hubungannya dengan geng pertemanan Butet sepertinya belum benar-benar pulih... 😅 Beberapa hari ini saya pancing-pancing si Butet, menanyakan bagaimana kabar si teman. Jawabannya selalu adalah mendapat kabar dari salah satu gengnya. Tidak langsung dari si teman. Padahal mereka mempunya grup whatsapp! Dari lima anggota pertemanan, hany...

Soldes D'Hiver di Masa Pandemi

Siang ini Butet minta dijemput. Berjalan kaki. Dia ingin jalan-jalan sejenak di kota. Sudah lama juga. Apalagi siang ini saya sudah tidak ada jadwal atelier d'ecriture lagi. Sesi terakhir sudah berlangsung Rabu lalu. Tinggal menyeesaikan dan megirimkan cerpen saja... Saat Butet kelas 6, saya sering menjemputnya berjalan kaki. Tepatnya, saya menjemput naik bis, lalu kami berjalan kaki pulang ke rumah. Memang Butet suka sekali jalan kaki. Dan turun naik bus-pun, saya masih harus berjalan kaki 500m-an dari halte sampai ke sekolah... *alasan Belakangan saya turun berjalan kaki juga. Jadi total perjalanan, tanpa menghitung jalan-jalan di kotanya sendiri, pulang pergi sekitar 5 km. Lumayan juga untuk menggerakkan badan, meski kata dokter jantung saya, berjalan kaki untuk menjemput anak itu tidak termasuk olahraga! Olahraga harus diniatkan khusus untuk itu. Bukan jalan antar-jemput anak atau belanja! Hadeuh!... Tapi itu cerita lain lagi... Berjalan kaki di masa pandemi, punya seninya ters...

Menanti Lockdown 3.0

Wah, sudah Februari saja... Tak terasa sudah satu tahun sejak covid-19 dinyatakan masuk Prancis. Saat itu, masih nyatei. Masih aman, terkendali. Masih tak perlu pake masker. Stok masker cukup kalau misalnya dibutuhkan. Yang ternyata kemudian tidak begitu pada prakteknya... Entah apakah kecenderungan pelarangan pemakaian masker untuk umum benar-benr didasarkan atas resiko malah terakumulasinya virus di masker yang justru lebih berbahaya saat pengguna tak bisa memanipulasinya dengan baik, atau karena memang stok masker yang bahkan untuk tenaga medispun ternyata sempat dinyatakan tak cukup!... Ya, ini terjadi juga di Prancis! Jum'at kemarin pemerintah Prancis mengumumkan beberapa kebijaksanaan baru terkait pandemi. Di antaranya penutupan perbatasan ke luar Uni Eropa. Diperketatnya syarat masuk Prancis dengan diwajibkannya tes  antigen. Lalu ditutupnya  tempat perbelanjaan non bahan makanan yang luasnya lebih dari 20000 m2  mulai Minggu kemarin ...  Di departement kami, ...