Posts

Showing posts with the label covid-19

Satu Tahun Sejak Lockdown 1.0

Ya, tak terasa sudah satu tahun berlalu sejak hari pertama diberlakukannya lockdown pertama di Prancis. 17 Maret 2020, pukul 12 siang. Paginya, orang berbondong ke supermarket membeli bahan kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, tentu saja rak-rak supermarket menjadi kosong. Dan itu yang menjadi viral, dijadikan "bukti" bahwa stok makanan tidak cukup. Mebuat panik dan resah saja... Pemerintah sudah menjamin ketersediaan bahan makanan. Dan pada kenyataannya semua baik-baik saja. Memang sempat terjadi kelangkaan terigu. Tapi itu memang efek dari keserakahan manusia yang menimbunnya saja... Terjadi eksodus besar-besaran pada tanggal 16. Karena Senin malam itu sudah dijadwalkan pidato Presiden di televisi. Semua orang sudah menduga diberlakukannya lockdown ini. Bagaimana tidak? Kasus makin meningkat, negara-negara tetangga sudah memberlakukan lockdown juga... Eksodus bahkan sudah terjadi sejak akhir pekan sebelumnya. Saat diumumkannya penutupan sekolah-sekolah, orang sudah memperkirak...

Penggiliran Pelajaran Olah Raga

Hari ini Butet masuk jam 10. Pasalnya, minggu ini giliran siswa perempuan di kelasnya untuk tidak mengikuti pelajaran olah raga... Pelajaran olah raga ini banyak juga diuliknya. Pertama, tidak ada lagi olah raga indoor. Semua kegiatan olah raga harus dilakukan outdoor. Ini peraturan resmi dari pemerintah. Berlaku juga untuk segala kegiatan olah raga di luar sekolah. Tentu tak mudah mengubah program pembelajaran dan mengatur penjadwalan. Karena tentunya, tempat olah raga di luar bukannya tak terbatas... Jenis olah raga pun jadi dibatasi. Tenis meja, misalnya, tidak dipilih lagi. Sterilisasi meja membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya. Belum lagi bola pingpongnya yang mudah terbang ke mana-mana... Tenis meja diganti volley, lapangan dinilai tak mendukung protokol penjagaan jarak. Karena memang, dalam satu jam tertentu, tidak hanya satu kelas yang berolah raga. Tidak hanya anak college, namun ada siswa lycée juga... Karenanya sekolah memilih membagi dua kelas untuk jadwal olah raga tertentu...

Satu Weekend Lockdown Parsial Lagi

Siang tadi pemerintah mengumumkan bahwa lockdown parsial masih akan diberlakukan akhir pekan yang akan datang ini. Tambah satu. Satu saja dari keputusan dua weekend kemarin. Apakah akan hanya satu? Apakah weekend depannya akan lockdown parsial lagi? Entahlah...  Tapi beginilah kehidupan kami saat ini; menjalani dari hari ke hari saja... Tak bisa  belum bisa membuat rencana jauh ke depan. Semua bisa berubah setiap saat. Menikmati saja. Berusaha menikmati... Senin kemarin saya menelepon ibu. Senin kemarin, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengutarakan kemungkinan mundurnya lagi jadwal mudik kami... Sudah lama saya ragu. Tapi tak sampai hati saya menyampaikannya pada ibu. Padahal sebenarnya saya ingin berbagi kekhawatiran. Saya tahan karena tak mau membuatnya kepikiran. Dan kemarin terungkap juga... Mungkin karena kemarin saya tak melihat wajahnya? Karena kemarin kami voice chat saja? Karena kami tak bisa saling melihat ekspresi masing-masing? Karena itu ibu bertanya gamblan...

Perjalanan Akhir Februari 2020

Hari ini saya dan suami ke boucherie . Membeli daging dan beras. Tak lupa membawa attestation. Malamnya, seperti biasa, kami video conference dengan Ucok...  Tepat setahun yang lalu, kami sedang berada di Paris. Kami tiba tanggal 26, dan bertolak tanggal 29. Tiga malam di Paris dengan seluruh biaya transport dan akomodasi tidak dari kantung sendiri. Sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan yang menerima suami sebagai karyawan barunya. Ya, perjalanan kunjungan kota yang masuk dalam moving package... Siapa sangka setelah itu kami belum bisa mengadakan perjalanan wisata lagi?... 😒 26 Februari Kami berangkat menggunakan Air France. Di bandara, sempat ada insiden bagasi tak bertuan yang menyebabkan kami tidak bisa langsung masuk ke terminal keberangkatan. AlhamduliLlaah tidak menyebabkan keterlambatan bagi kami... Berangkat dari Nice dengan cuaca cerah dan udara hangat, tiba di Paris dengan langit mendung dan cuaca dingin. Rupanya paginya sempat turun salju...  Kami menuju kota mengg...

Sampah dan Kebiasaan

Hari ini departement kami memasuki hari pertama lockdown lokal. Hanya weekend saja,selama dua weekend ke depan. Dari Jum'at pukul 18.00 hingga Senin pukul 6 pagi. Atau kata politisi, lockdown-nya seharian aja kok, dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore!... Habis itu bukan lockdown, tapi jam malam!... Yeih, sama saja!... Saya termasuk yang menunggu masa lockdown. Ngeri-ngeri sedap melihat perkembangan pandemi yang belum menuju arah perbaikan. Tapi lockdown lokal kali ini, saya nilai tidak adil sama sekali! Bagaimana tidak? Alasannya adalah untuk menghalangi datangnya turis ke daerah kami. Sedangkan jadwal libur sekolah kan bergantian. Lockdown jatuh di masa daerah kami masuk liburan! Hanya ada zone B yang libur. Dan zone B adalah zoe terakhir pada taun ajaran ini. Kalau memang ingin menghalangi turis datang ke daerah kami, kenapa tidak saat zone A dan C libur kemarin? Ini sih sama saja dengan menghukum kami. Bayangkan orang-orang yang harus bekerja dan mengirimkan anak-anaknya ke centre...

Kerja Kelompok di Masa Pandemi

Siang ini, sejak sekian lama, ada seorang teman Butet yang datang ke rumah. Salah satu sahabat yang merupakan partner tugas Bahasa Inggrisnya. Tugasnya adalah membuat video memasak kuliner Prancis!... Ceritanya, kelas Butet berkorespondensi dengan satu kelas dari sebuah sekolah di Dubai. Korespondensi dilakukan melalui blog privat. Hanya kedua kelas yang bisa mengaksesnya. Itupun dengan terlebih dulu meminta ijin wali murid untuk menampakkan wajah siswa. Meskipun wajah-wajah itu nantinya bermasker. Baik sekolah Butet maupun sekolah di Dubai, keduanya menjaga privasi anak-anak... Butet dan temannya memilih memasak Suisse aux pépites de chocolat . Suisse , atau torsade , atau drop , ... Banyak penyebutannya. Sedikit beda penampilannya. Semua prinsipnya sama; roti tangkup berlapis krim custard dan chocolate chips !... Roti ini memang favorit Butet dan sahabatnya itu. Mereka sering membelinya di boulangerie dekat terminal bus saat bersama-sama pulang sekolah... Kedua gadis memilih resep y...

Lockdown Parsial

Setelah menunggu sepanjang weekend, setelah pengumuman yang katanya Minggu sore dimundurkan, akhirnya tengah hari tadi Préfet des Alpes Maritimes mengumumkan diberlakukannya lockdown parsial. Lockdown hanya selama weekend saja, untuk dua weekend ke depan. Diberlakukan untuk kota-kota yang berada di sekitaran pesisir pantai. Dari Jum'at pukul 18.00 hingga Senin pukul 06.00... Kasus di departement kami memang tinggi. Hampir 600 per 100 ribu penduduk. Tiga kali lebih tinggi dari rata-rata nasional! Karenanya, saat Menteri Kesehatan Olivier Veran datang ke Nice, ibukota departement Alpes Maritimes , semua sudah bersiap akan kemungkinan pengetatan protokol... Padahal hari ini, libur sekolah resmi dimulai untuk zona departement kami. Ya, buat saya tetap, yang namanya libur sekolah itu mulai Senin. Weekend mah weekend. Bukan termasuk hari sekolah. Jadi ya nggak masuk kuota libur!... 😝 Lockdown parsial jelas meresahkan masyarakat lokal. Salahnya turis, kok kami yang dihukum... 😥 Banyak...

Rindu vs Pandemi

Suka kesel, kalau dengar : yah, saya mah tetep bela-belain pulang kampung, soalnya kangen sama orang tua. Repot juga saya jalanin, demi berbakti sama orang tua. Emang ribet sih, tapi kan biar orang tua seneng, bisa ketemu sama cucu-cucunya, ... Mending-mending kalau tidak dilanjutkan dengan mempertanyakan. Tapi memang ada saja yang nanya : udah lama ga mudik, nggak kangen orang tua?  Emang maunya saya jawab nggak tuh, nggak kangen! Gitu?... Tapi saya masih sabar kok. Mungkin dulu... Saat usia masih 20an, saya bisa nangis seharian ditanyain begitu... Mungkin dulu.. Saat usia 30an, saya bakal ngomel-ngomelin yang nanya. Sekarang, saat usia yang dibilang jelita (aheu, istilahnya suka deh!), saya sudah tak mau lagi menanggapi. Laisse tomber ! Atau dalam bahasa Indonesianya biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Eh? Hehehehe... Cuman ya tolong dong, tahan diri. Jaga perasaan orang lain... Terkadang, ada situasi di mana pertanyaan yang mungkin dirasa inoffensive oleh penany...

Tenir Ensemble

Image
Hari ini mendung seharian. Diramalkan, bakal hujan dari siang sampai malam. Tapi Butet malah minta tidak dijemput. Padahal hari ini ada ola raga sampai jam 17.30. Ya kami biarkan saja. Asal mengenakan jaket yang benar dan membawa payung. Samil berdo'a semoga hujan tak terlalu deras... AlhamduliLlaah Butet pulang dengan lancarnya. Lebih cepat dari jadwal karena akhirnya pelajaran olah raga ditiadakan karena hujan... Hari ini, temannya yang positif Covid sudah kembali sekolah lagi. Dia yang biasa makan di kantin tiap hari Jum'at, hari ini memilih pulang dan makan siang di rumah saja. Entah untuk jaga-jaga, atau takut tak nyaman saat makannya, karena hubungannya dengan geng pertemanan Butet sepertinya belum benar-benar pulih... 😅 Beberapa hari ini saya pancing-pancing si Butet, menanyakan bagaimana kabar si teman. Jawabannya selalu adalah mendapat kabar dari salah satu gengnya. Tidak langsung dari si teman. Padahal mereka mempunya grup whatsapp! Dari lima anggota pertemanan, hany...

Shopping Day

Berbekal surat hasil tes antigen, Butet kembali ke sekolah hari ini. Sudah di jalan, Butet baru menanyakan apa saya suda menulis keterangan ijin sekolah untuk Jum'at kemarin. Yang tentu belum! Saya lupa sama sekali! Saya minta Butet menulis dalam perjalanan, dan nantinya tinggal saya tanda tangani. Takut tak dapat tempat parkir di depan sekolah untuk bisa menulis dengan tenang. Tapi Butet tak mau. Katanya, besok juga nggak papa. Ya sudah... Memang untuk ijin absen, orang tua diminta menulis di carnet de liaison , semacam buku komunikasi. Jika sakit lebih dari 3 hari, harus ada surat dokter. Untuk spesial pandemi, jika anak keluar dari isolasi selama 7 hari, harus melampirkan hasil tes covid. Orang tua harus menelepon sekolah pagi, di hari siswa absen. Kalau tidak, sekolah akan mengirimkan SMS le orang tua siswa, mengabarkan kalau anaknya tidak masuk sekolah. Jadi, tak ada cerita anak bolos tanpa sepengetahuan orang tuanya!... 😜 Namun saya lihat juga di Pronote, Butet tidak disebut...

Cas contact!

Akhirnya Butet mantap di rumah saja. Dan memang dari awal sebenarnya dia mantap mencurigai diri sebagai kasus kontak. Atau malah pembawa virus. NaudzubiLlaah. Tapi begitulah kehati-hatiannya. Apalagi memikirkan bahwa saya punya penyakit asma. Padahal sudah berusaha saya tenangkan; mama sehat kok, asal cukup makannya!... Hihihihi... 😋 Saya pun menelepon sekolah begitu jam buka. Ternyata sepertinya bapak si teman lupa kalau anaknya makan di kantin sekolah Jum'at seminggu yang lalu! Seperti Butet, si teman tidak terdaftar di kantin, hanya makan di kantin sekali waktu saja. Ndilalah kok ya habis makan di kantin, trus kena demam. Dan ternyata positif covid-19 😥 Petugas administrasi sekolah yang awalnya tegas menyatakan kalau tidak alasan untuk Butet tidak masuk sekolahpun jadi berubah pendapat. Dia mengerti kekhawatiran saya, dan justru berterima kasih atas informasi kami. Dia juga menyarankan Butet untuk tes covid, seperti yang memang sudah kami rencanakan. Dan memang, secara perhitu...

Cas contact ou pas cas contact?

Pulang sekolah Senin kemarin Butet gusar. Salah satu sahabat di kelasnya tidak masuk sekolah setelah mengeluh demam selama weekend. Saat Butet dan teman segrupnya yang lain menyarankan untuk tes covid,  si sakit menolak. Butet pun tambah gusar... Saya bilang padanya, tunggu saja dulu. Mungkin demam biasa. Apalagi sekarang sedang musim flu dan muntaber... Saat saya menjemput kemarin siang, Butet cerita; temannya itu masuk sekolah, tapi lalu pulang karena masih merasa tidak enak badan. Butet cerita bagaimana dia dan teman-temannya menjaga jarak dengan si sakit yang masih terlihat pucat. Batuk-batuk, pula! Sebenarnya, si sakit sudah mengeluh ke orang tuanya bahwa dia masih tidak enak badan. Tapi entah mengapa mereka memutuskan untuk tetap masuk juga. Padahal pagi itu ada ulangan. Pasti tidak nyaman mengerjakan tes dalam keadaan sakit, Butet masih bersimpati... Yang membuat dia makin kesal adalah bahwa si teman itu sudah langsung ke infirmerie (semacam UKS) begitu sampai sekolah....

Pelajaran Olah Raga di Masa Pandemi

Sejak Januari kemarin, pemerintah melarang kegiatan olah raga di dalam ruangan utuk anak-anak sekalipun. Memang untuk dewasa, kegiatan olahraga di dalam ruangan sudah dilarang sejak ... aduh, sampai sudah lupa sejak kapan. Kalau tidak salah sejak September... Ya, sepertinya September atau Oktober 2020. Saya ingat waktu itu Butet sempat kembali mengikuti kegiatan tap dance di Centre Loisirs Les Campelieres di Mougins mulai rentrée September, setelah vakum sejak lockdown pertama. Saat minggu ke dua kursus, saya mendaftarkannya secara resmi. Namun bagian pendaftaran menolak. Karena ada isu-isu bahwa pemerintah akan kembali menutup centre loisirs. Dia meminta saya menunggu minggu depannya saja untuk memastikan.  Memang kursus tap dance anak-anak diadakan pas hari Kamis, di mana pemerintah Prancis biasa memberi pengumuman tentang pandemi. Dan sore itu, diumumkan bahwa hanya kegiatan di dalam ruangan untuk dewasa yang dilarang... Minggu depannya, saya membereskan administrasi. Ternyata a...

Menanti Lockdown 3.0

Wah, sudah Februari saja... Tak terasa sudah satu tahun sejak covid-19 dinyatakan masuk Prancis. Saat itu, masih nyatei. Masih aman, terkendali. Masih tak perlu pake masker. Stok masker cukup kalau misalnya dibutuhkan. Yang ternyata kemudian tidak begitu pada prakteknya... Entah apakah kecenderungan pelarangan pemakaian masker untuk umum benar-benr didasarkan atas resiko malah terakumulasinya virus di masker yang justru lebih berbahaya saat pengguna tak bisa memanipulasinya dengan baik, atau karena memang stok masker yang bahkan untuk tenaga medispun ternyata sempat dinyatakan tak cukup!... Ya, ini terjadi juga di Prancis! Jum'at kemarin pemerintah Prancis mengumumkan beberapa kebijaksanaan baru terkait pandemi. Di antaranya penutupan perbatasan ke luar Uni Eropa. Diperketatnya syarat masuk Prancis dengan diwajibkannya tes  antigen. Lalu ditutupnya  tempat perbelanjaan non bahan makanan yang luasnya lebih dari 20000 m2  mulai Minggu kemarin ...  Di departement kami, ...

Réinscription collège 2021

  Ya, sampai titik ini lagi. Titik di mana harus melakukan daftar ulang untuk sekolah Butet. Memang lebih awal dari sekolah-sekolah lainnya. Mengingat sekolah Butet adalah sekolah swasta, pendaftaran ulang lebih cepat bermaksud untuk memperkirakan kapasitas kelas untuk menerima siswa pindahan baru… Daftar ulang merupakan prosesi sederhana. Kalau tidak sedang dalam posisi kami. Apalagi sudah dua kali kami mengalami situasi yang cukup spesial… Dimulai daftar ulang tahun 2019. Saat itu suami saya sedang bernegosiasi untuk mutasinya ke Singapura. Masih dalam proses. Ada keraguan untuk daftar ulang atau tidak mengingat negosiasi sudah ke arah positif. Namun kami belum bisa memberi tahu anak-anak mengenai rencana mutasi sebelum ada deal positif. Kami pun mendaftar ulangkan Butet. Dengan pikiran toh uang muka yang dibayarkan untuk validasi daftar ulang bisa dimasukkan dalam biaya mutasi... Menjelang April sudah deal. Suami saya sudah mengundurkan diri dari kantor cabangnya. Butet sudah di...