Ramadan 1446 H: Hari 19

Hanya beberapa menit selepas mem-publish tulisan kemarin, bumi Cannes bergoyang kembali. Kali itu, saya yang sedang duduk berbincang bersama Butet merasakan seakan sofa diguncang. Hanya sedetik saja. Mungkin kurang. Terdengar gerakan suvenir-suvenir yang ada di lemari sebelah kami.

Lekas saya mencari berita. Rupanya ada gempa susulan. 3,8 skala Richter. Lebih kecil dari gempa pertama yang berkekuatan 4,1. Susulan yang ke sekian. Karena ternyata, seharian kemarin ada belasan, bahkan ada yang memberitakan sampai 20 guncangan yang tercatat oleh Bureau Central Sismologique Français (BCSF), BMKG-nya Prancis, yang sayangnya saya malah tak berhasil menemukan informasi datanya di website-nya.

Dari gempa bumi kemarin, saya baru benar-benar menyadari keberadaan BCSF. Kalau di Indonesia, prakiraan cuaca dan gempa bumi kan sama-sama ditangani oleh BMKG tuh. Nah, saya tahu keberadaan Meteo France yang mengurus tentang cuaca. Selama ini suka saya samakan dengan BMKG. Lupa bahwa KG-nya tidak masuk dalam wilayah kerjanya, karena ada BCSF yang terpisah itu.

Memang di Prancis ini jarang sekali terjadi gempa bumi ... itu yang saya pikir. Karena ternyata, ada banyaaak sekali. Paling tidak, untuk daerah kami!

Selain diingatkan akan keberadaan BCSF, saya jadi mengetahui keberadaan Sismoazur, website yang mendata gempa bumi, yang dikelola oleh Observatorium Nice Cote d'Azur. Dari Sismoazur, saya mendapati bahwa sepanjang hari kemarin saja, ada belasan gempa bumi yang terjadi di daerah kami! Kebanyakan kecil-kecil saja, di bawah 1 skala Richter, sehingga tak terasa. Kecuali dua.

Gempa yang terjadi sepanjang Selasa di département 06

Saya pun iseng scroll hari-hari sebelumnya. Ternyata setiap hari bumi kami bergoyang. Yang cukup besar pun tak saya rasakan kemarin karena sedang aktif. Apalagi yang kecil-kecil itu ya!? Fyi, Coaraze, episentrum kedua gempa yang teraba, terletak sekitar 60 km dari Cannes.

Hari ini jelas banyak berita mengenai gempa itu. Beberapa kawan yang tinggal di luar departement menanyakan kabar kami. Alhamdulillah kami baik-baik saja. Sampai saat ini juga tak ada berita mengenai kerusakan ataupun korban akibat gempa, selain beberapa laporan terjadinya retak-retak di dinding rumah.

Berbagai reaksi bermunculan di berbagai media. Dipikir-pikir, sebenarnya gempa kemarin, paling tidak yang saya rasakan, tidak ada apa-apanya dibanding yang beberapa kali saya rasakan di Indonesia. Gempanya pada dasarnya tidak besar dan epicentrumnya jauh juga. Tentu saya tak berharap merasakan gempa besar nih ya. 

Apalagi saat teman dari Jepang mengingatkan saya untuk "stay safe", tak urung saya membayangkan apa yang dia rasakan di negeri yang banyak gempanya itu. Atau justru terbiasa dan tak panik seperti kebanyakan penduduk daerah kami?

Gempa besar yang tercatat sebelumnya terjadi di daerah kami adalah pada 14 September 2024, dengan kekuatan 4,3. Karena terjadi 80 km dari pantai Cannes, tak banyak yang merasakannya. Termasuk saya sendiri yang bahkan sempat melupakan kejadian itu.

Sebelum itu, terjadi gempa dengan kekuatan 4,6 di tahun 2001. Nah, yang ini saya ingat karena saat itu baru datang di Prancis. Saat saya bilang ke Paksu kalau ada gempa, dia tidak percaya karena tidak merasakannya. Dia bilang di Prancis tidak ada gempa. Namun kemudian dia mendengar para tetangga yang keluar dari apartemen karena ketakutan.

Wajar saja. Gempa agak besar sebelumnya yang tercatat berkekuatan 4,7 terjadi di tahun 1995. Dan sebelum itu di tahun 1963!

Sebenarnya pemerintah daerah sudah berkali-kali mengingatkan mengenai resiko gempa ini. Berada di pertemuan dua lapisan tektonik, daerah kami menjadi daerah yang riskan gempa. Namun karena gempa yang terjadi kecil-kecil saja, tidak sampai terasa oleh masyarakat. Apalagi kalau sedang aktif bergerak. 

Kota-kota daerah pantai sudah bersiap menghadapi tsunami. Di berbagai titik dekat pantai, ada petunjuk lokasi penyelamatan diri. Ada latihan juga di sekolah-sekolah. Termasuk Cannes yang sudah mendapatkan sertifikasi Tsunami Ready dari Unesco.

Peta daerah resiko beserta lokasi evakuasi do Cannes

Hari ini terdeteksi ada gempa lagi dari episentrum yang sama. Hanya 1,8. Semoga tidak ada susulan dan semua aman-aman saja seterusnya.

---

Malam ini saya memasak paha ayam dengan bumbu Meksiko. Seharusnya sih sayap ayam. Namun rupanya 2 kg sayap ketinggalan di boucherie kemarin. Saya baru menyadarinya sebelum memasak tadi. Memang saya belum menyimpan belanjaan dengan baik.

Entah apa saya akan menagih sayap ayam itu ke boucherie. Entah apakah para boucher menyadarinya. Sayanya saja yang agak malas ke sana. Hehehe.

Tapi hikmahnya, kami jadi punya lauk untuk sahur besok. Tinggal masak nasi karena malam ini tadi Butet minta pasta meski tanpa saus dan hanya minyak zaitun serta keju parmesan saja.


Comments

  1. Kalau ada gempa tengah malam, kami biasanya bangun, berpelukan satu sama lain sambil bilang "gempa ya", lalu tidur lagi. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vous êtes trôp chou 😍😍
      Semoga aman2 selalu ya 🤗

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menengok Ketentuan Pemberian Nama Anak di Prancis

Perjalanan Bela Bangsa

Blogger Curcoler? Yes!