Ramadan 1446 H: Hari 7

Hari ini adalah batas waktu penyusunan Tumblr sebagai salah satu syarat seleksi sekolah animasi pilihan utama si Butet. Pukul 18.00 CET tadi, tinggal tawakal yang bisa kami lakukan sambil menunggu lolos/tidaknya ke tahap wawancara. Tanpa melupakan betapa usaha yang sudah diperjuangkan.

Sekolah mensyaratkan portofolio dalam bentuk Tumblr anonim. Guru bimbingannya mengisyaratkan standar 100 post! Diutamakan gambar (ada 10 gambar × 6 topik yang wajib), tapi bisa juga foto dan karya seni lain yang mendukung. 100 post tidak berarti 100 karya. Di dalam satu post, bisa terdapat lebih dari satu karya. Jadi ya ... ada banyak!

Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 Oktober 2024, Butet baru membulatkan tekad untuk mendaftar di pertengahan Februari kemarin, menjelang batas akhir pada 27 Februari 2025. Meski sudah mengikuti bimbingan dari sekolah yang ditujunya itu, Butet tidak cukup percaya diri. Atau justru karena mengikuti bimbingan? Di mana rekan sekelasnya banyak yang jago gambar. Di mana di antara teman-temannya yang sudah mendaftar menanyakan cara membatalkan karena merasa tak mampu memenuhi persyaratan minimal post Tumblr!

Butet sendiri berjuang sampai menit penghabisan. Jumat pagi masih baru 80-an post. Sudah ada beberapa gambar yang bisa dimasukkan untuk mencapai 90an post. Masih ada beberapa yang harus benar-benar dibuat dari nol!

Gadis remaja saya itu berangkat sekolah dengan membawa dua tas: satu ransel berisi perlengkapan sekolah plus laptop, satu tote bag berisi perlengkapan menggambar. Dia mau memanfaatkan setiap waktu istirahat. Dan ada satu jam kosong.

Jadwalnya, hari ini dia selesai pukul 17.30 CET. Tentu saja dia harus menyelesaikan semuanya di sekolah. Tak bisa menunggu sampai rumah yang karena jam macet, dijemput bermobil sekalipun akan sudah mepet ke jam deadline, jam 6 sore.

Karenanya dia meminta saya membantunya. Lagi-lagi pekerjaan sederhana yang mungkin membosankan untuk banyak orang. Saya harus menomori semua post-nya di Tumblr, dari 1 hingga ... ternyata 89!

Sambil menomori, saya mengedit beberapa kesalahan (tak banyak, paling tahun yang masih 2024). Saya juga mencatat post-post yang masih kosong, belum diisi gambar. Memang Butet sengaja membuat post kosong itu untuk menjaga kronologi karyanya.

Sepanjang pagi kami berkomunikasi via Google Chat. Saat Butet sudah menambah beberapa post lagi, saya bergerak menomori lagi ... sampai 95! Dan kemudian Butet mengabarkan bahwa sekolahnya selesai lebih cepat!

Pelajaran jam 14.30-15.30 dimajukan ke jam 9-10 yang gurunya hari ini tetiba absen. Normal. Herannya, entah kenapa pelajaran jam 16.30-17.30 dimajukan ke 12.30-13.30 dan mengambil sebagian jam makan siang! 

Perubahan ini jelas menguntungkan untuk siswa-siswi muslim yang berpuasa. Tapi bagaimana dengan mereka yang makan siangnya terpotong jadi hanya 30 menit saja? Apakah bu guru berpuasa juga? Heu ... hehehe.

Karena pada dasarnya ada kosong jam 14.30-16.30, Butet jadi bisa pulang pukul 14.30. Dia bisa melengkapi Tumblr-nya dengan lebih tenang di rumah. Dan saya pun, yang tergeser jam jemputnya, jadi tak perlu ribet mengatur waktu memasak untuk buka puasa. Rezeki orang berpuasa. Alhamdulillah.

Begitulah saya jadi bisa memasak poulet rôti, ayam panggang khas Prancis yang memerlukan hampir 2 jam pemasakannya. Untuk sahur besok? Sepertinya nasi goreng lagi. Tapi kali ini tanpa kornet. Mungkin gyoza? Atau telur ceplok? Kita lihat saja!


Comments

Popular posts from this blog

Menengok Ketentuan Pemberian Nama Anak di Prancis

Perjalanan Bela Bangsa

Blogger Curcoler? Yes!