Ramadan 1446 H: Hari 3
Hari kerja pertama di bulan Ramadan 1446 H. Hari ini jadwal Butet ujian baccalaureat untuk bidang studi sport, olah raga. Kali ini adalah ujian cabang olah raga kedua.
Dalam pelajaran olah raga, ada 3 cabang yang diujikan untuk syarat kelulusan lycée. Cabang olah raga ini dipilih berdasar ketersediaan perlengkapan sekolah dan pilihan siswa dari alternatif yang ada.
Seperti bidang studi umum (bukan spesialisasi) yang lain, olah raga sudah mulai dinilai sejak première (kelas 2 SMA). Mustinya, olah raga yang dipilih siswa tetap sama. Tapi tak ada kewajiban juga. Butet sendiri pun berganti pilihan.
Saat première, dia banyak ragu dan terlambat memilih paket cabang olah raga. Dia mendapatkan menu sauvetage (pertolongan kecelakaan di perairan), basket, dan pentabond (semacam lompat jangkit dengan 5 kali tolakan). Masalahnya, kemampuan berenang Butet sangat pas-pasan. Badannya yang kecil juga menyulitkannya membawa manekin dari kedalaman 2 meter dan membawanya ke tepi ... setelah berenang berpuluh meter dengan berbagai gaya dan penghalang!
Di terminale Butet mengganti menu cabang olah raganya. Tahun ini dia memilih voli, handball, dan senam. Tiap cabang dibagi ke dalam masing-masing trimester. Dan hari ini, Butet ujian handball.
Seminggu yang lalu ujian handball untuk nilai harian rapornya sudah berlangsung. Alhamdulillah nilainya bagus. Bahkan cukup di luar dugaan karena jarang-jarang nilai olah raganya di atas rata-rata kelas! Hihihi.
Ujian nilai harian dilakukan oleh guru bidang studi. Ujian bac sport dilakukan berdua: guru bidang studinya dan satu guru olah raga lain yang bukan pengajar kelasnya. Nilai ujian bac sport baru akan diketahui nanti bersamaan dengan pengumuman hasil keseluruhan ujian bac.
Pulang sekolah, Butet bilang bahwa ujiannya tak berjalan lancar. Yah, sudahlah. Yang penting dia sudah berusaha. Dan bahkan sempat berhasil untuk ujian sebelumnya, kan!?
Apalagi dia membawa berita lain. Berita gembira: Butet diterima di sekolah animasi yang sudah selesai proses seleksinya! Alhamdulillah.
Hari ini saya menghabiskan pagi dengan menjahit rok untuk karnaval Butet yang kami beli Sabtu kemarin. Menjahit untuk mengecilkan pinggangnya. Ya, ukuran XS-pun masih terlalu besar untuk gadis mungil saya.
Setelah itu saya kembali mengambil peran sebagai asisten Butet. Saya memindai gambar-gambarnya untuk nantinya ditambahkan ke dalam portofolio untuk sekolah animasi pilihan utamanya, yang prosedur seleksinya masih berlangsung--semoga lancar dan sukses diterima juga, aamiin. Tak lupa memotongnya agar lebih rapi dan ukurannya seragam.
Mungkin buat beberapa orang ini adalah pekerjaan yang membosankan. Namun buat saya ini menyenangkan. Karenanya, saya kerjakan dengan senang hati. Karena itu pula saya menerima tugas menghimpun ebook untuk MGN lagi tahun ini. Kebetulan naskahnya sudah terkumpul semua kemarin. Tapi itu cerita lain lagi.
Pagi tadi saya memasak nasi goreng untuk sahur. Pengin saja sih. Karena sebenarnya masih ada sisa bebek madu dari buka kemarin yang sudah enak dimakan dengan nasi putih saja. Untuk variasinya, saya tambahkan telur ceplok.
Menu buka puasa kami adalah ikan bakar kecap sederhana. Hanya berbumbu kecap, bubuk bawang putih, merica, dan garam saja. Sedikit dibaluri minyak, lalu masukkan ke oven. Praktis!
Saya menyiapkan wortel dan bayam sebagai sayurnya. Sayang sekali stok toge kalengan yang biasanya selalu ada kok ya ternyata pas habis. Disiram dengan bumbu pecel--instan, tinggal mengencerkannya di air panas, enak sekali dimakan dengan nasi pulen!
Comments
Post a Comment